Trump Hentikan Pendanaan AS untuk Ukraina, Sepanjang Perang Guyur Rp5.703 Triliun
Rabu, 27 Agustus 2025 - 14:49 WIB
loading...
A
A
A
“NATO membayar kami sepenuhnya dan melakukan apa yang mereka inginkan," sambungnya.
Trump juga menekankan, bahwa Washington hanya akan berperan sebagai pendukung dalam memberikan jaminan keamanan untuk Kiev. Ditegaskan juga olehnya bahwa negara-negara Eropa harus mengambil peran utama.
Zelensky dan para pendukungnya dari Eropa Barat telah meminta "jaminan seperti Pasal 5" yang akan mewajibkan negara-negara merespons secara kolektif jika Ukraina diserang. Kiev dilaporkan telah meminta para pendukung ini untuk mengalokasikan USD100 miliar (Rp1,629 triliun) untuk pengadaan senjata buatan AS, menurut Financial Times.
Moskow secara konsisten mengutuk pengiriman senjata Barat ke Ukraina dalam bentuk apa pun. Rusia memperingatkan bahwa hal itu hanya akan memperpanjang konflik tanpa mengubah hasilnya sambil menjadikan NATO sebagai peserta langsung dalam konflik.
Rusia juga secara tegas menentang setiap sanksi Barat yang mengecualikan Moskow. Menteri Luar Negeri, Sergey Lavrov menyatakan pada pekan lalu bahwa keamanan kolektif di Eropa "tidak dapat diselesaikan tanpa Federasi Rusia," dan mengingatkan bahwa upaya untuk melakukannya akan ditolak.
Trump juga menekankan, bahwa Washington hanya akan berperan sebagai pendukung dalam memberikan jaminan keamanan untuk Kiev. Ditegaskan juga olehnya bahwa negara-negara Eropa harus mengambil peran utama.
Zelensky dan para pendukungnya dari Eropa Barat telah meminta "jaminan seperti Pasal 5" yang akan mewajibkan negara-negara merespons secara kolektif jika Ukraina diserang. Kiev dilaporkan telah meminta para pendukung ini untuk mengalokasikan USD100 miliar (Rp1,629 triliun) untuk pengadaan senjata buatan AS, menurut Financial Times.
Moskow secara konsisten mengutuk pengiriman senjata Barat ke Ukraina dalam bentuk apa pun. Rusia memperingatkan bahwa hal itu hanya akan memperpanjang konflik tanpa mengubah hasilnya sambil menjadikan NATO sebagai peserta langsung dalam konflik.
Rusia juga secara tegas menentang setiap sanksi Barat yang mengecualikan Moskow. Menteri Luar Negeri, Sergey Lavrov menyatakan pada pekan lalu bahwa keamanan kolektif di Eropa "tidak dapat diselesaikan tanpa Federasi Rusia," dan mengingatkan bahwa upaya untuk melakukannya akan ditolak.
Lihat Juga :