Wujudkan Swasembada Garam, Potensi di NTT Perlu Dioptimalkan

Kamis, 28 Agustus 2025 - 13:12 WIB
loading...
Wujudkan Swasembada...
Direktur Eksekutif Indonesia Maritime Institute (IMI) Y. Paonganan atau Ongen. FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menargetkan Indonesia mencapai swasembada garam nasional pada 2027. Target itu ditegaskan melalui Peraturan Presiden Nomor 17 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembangunan Pergaraman Nasional yang menjadi landasan penguatan produksi garam dalam negeri.

Meski kebutuhan garam konsumsi sudah terpenuhi dari produksi domestik, Indonesia masih sangat bergantung pada impor garam industri. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, dalam lima tahun terakhir volume impor garam selalu di atas 2,7 juta ton per tahun dengan rata-rata 2,72 juta ton. Sementara produksi domestik hanya mencapai sekitar 1,64 juta ton per tahun, jauh di bawah kebutuhan nasional yang diperkirakan mencapai 4,5–4,9 juta ton per tahun.

Baca Juga: Pemerintah Buka Kembali Keran Impor Garam Sampai 2027, Ini Alasannya

Direktur Eksekutif Indonesia Maritime Institute (IMI) Y. Paonganan atau Ongen menilai, langkah luar biasa diperlukan untuk mewujudkan kemandirian garam. Menurutnya, publik sering salah memahami isu ini karena menganggap semua garam sama. Padahal, garam industri memiliki spesifikasi teknis yang jauh lebih tinggi dibanding garam konsumsi.

“Publik sering bertanya, Indonesia negara maritim dengan 75 persen wilayah laut, mengapa masih impor garam? Yang perlu dipahami, memproduksi garam industri tidak mudah. Spesifikasinya sangat ketat, memerlukan teknologi modern, dan kualitas bahan baku air laut yang kaya NaCl,” kata Ongen dalam keterangan tertulis, Kamis (28/8).

Ongen menilai Nusa Tenggara Timur (NTT) memiliki potensi terbesar untuk menjadi pusat produksi garam industri nasional. Iklim kering dan kualitas air laut yang tinggi menjadikan wilayah seperti Sabu Raijua, Rote Ndao, Kupang, hingga Timor Tengah Utara (TTU) ideal untuk pengembangan garam industri.

“Jika pemerintah serius menjadikan NTT sebagai lumbung garam industri, target swasembada 2027 sangat realistis dicapai. Selain mengurangi ketergantungan impor, hal ini juga membuka pusat pertumbuhan ekonomi baru di kawasan timur Indonesia,” ujarnya.

Baca Juga: Gara-gara Eksperimen Garam dengan Dipandu ChatGPT, Pria Ini Sekarat

Sebagai akademisi dan praktisi kemaritiman, Ongen menekankan pentingnya sinergi investasi teknologi, pembangunan infrastruktur, regulasi yang berpihak pada petambak, serta edukasi publik agar masyarakat memahami perbedaan antara garam konsumsi, industri, dan farmasi.

Ia menilai dukungan kebijakan nasional dan pemangkasan kuota impor secara bertahap harus dibarengi fokus pengembangan wilayah potensial seperti NTT. Dengan strategi yang tepat, Indonesia diyakini dapat mengurangi ketergantungan impor garam industri dalam beberapa tahun ke depan.

“Kuncinya ada pada keberanian mengeksekusi kebijakan dan memberi prioritas pada wilayah yang tepat. NTT adalah jawabannya,” tegasnya.

(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
Kurangi Ketergantungan...
Kurangi Ketergantungan Impor, Nindya Karya Bangun Tambak Garam di Rote Ndao
Cadangan Beras Hampir...
Cadangan Beras Hampir Tembus 5 Juta Ton, Bukti Nyata Perkuat Ketahanan Pangan
KBI Perkuat Sistem Resi...
KBI Perkuat Sistem Resi Gudang Dukung Swasembada Pangan
Syngenta Dukung Swasembada...
Syngenta Dukung Swasembada Pangan Melalui Pemberdayaan Petani Perempuan
BULOG Siapkan Strategi...
BULOG Siapkan Strategi Jalankan Penugasan Lebih Besar di 2026
Wujudkan Ketahanan Pangan,...
Wujudkan Ketahanan Pangan, Food Estate Wanam Papua Selatan Tak Terkait Film Pesta Babi
Pembayaran Pajak Kendaraan...
Pembayaran Pajak Kendaraan di NTT Kini Dilakukan secara Digital
Di Hadapan Prabowo,...
Di Hadapan Prabowo, Kapolri Paparkan Hasil Panen Raya Jagung Polri
Rekomendasi
Ayatollah Khamenei Sudah...
Ayatollah Khamenei Sudah Lebih dari 100 Hari Meninggal, Iran Tunda Lagi Penguburannya
Ajang Lari Bertajuk...
Ajang Lari Bertajuk Pancasakti Run 2026 Sediakan Tiket Menuju World Marathon Majors
Pasar Modal Dapat Sentimen...
Pasar Modal Dapat Sentimen Positif, BRI Siap Melaju dengan Fundamental Kuat
Berita Terkini
Bangun Pertanian di...
Bangun Pertanian di Papua, Pemerintah Gelontorkan Rp5 Triliun
Penjelasan PLN soal...
Penjelasan PLN soal Blackout di Beberapa Wilayah Pulau Jawa
Emas Antam Kembali Berkilau,...
Emas Antam Kembali Berkilau, Hari Ini Naik Rp20 Ribu Sentuh Rp2.709.000 per Gram
IHSG Dibuka Perkasa...
IHSG Dibuka Perkasa Sentuh Level 5.960, Ada 380 Saham Berlari di Zona Hijau
Aliran Modal Asing Mulai...
Aliran Modal Asing Mulai Masuk, Rupiah Membaik Tinggalkan Rp18.000 per Dolar AS
Beban Berat Kelas Menengah...
Beban Berat Kelas Menengah di Tengah Kenaikan Pertamax jadi Rp16.250/Liter
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved