Suriah Cetak Uang Kertas Baru di Rusia, Dua Nol Bakal Dihapus

Sabtu, 30 Agustus 2025 - 20:00 WIB
loading...
Suriah Cetak Uang Kertas...
Suriah akan mencetak uang kertas baru yang didesain ulang dan sengaja menurunkan nilai tukarnya terhadap mata uang asing lainnya atau devaluasi. Foto/Dok Aljazeera
A A A
JAKARTA - Suriah akan mencetak uang kertas baru yang didesain ulang dan sengaja menurunkan nilai tukarnya terhadap mata uang asing lainnya atau devaluasi. Damaskus baru-baru ini memutuskan untuk mengubah nilai tukar pound Suriah dan menghapus dua nol dari mata uang tersebut guna mempermudah transaksi dan mengembalikan kepercayaan.

Pound Suriah telah kehilangan lebih dari 99% nilainya sejak 2011, jatuh dari 50 menjadi sekitar 10.000 per dolar AS, hingga menghambat transaksi dan pengiriman uang. Gubernur Bank Sentral, Abdelkader Husrieh mengumumkan, rencana penurunan nilai tukar mata uang baru yang bertujuan untuk "memperkuat kepercayaan investor".

Selain itu juga bertujuan mempermudah transaksi luar negeri, dimana Ia menyebut langkah tersebut sebagai "keniscayaan." Disebutkan Suriah mencapai kesepakatan dengan perusahaan milik negara Rusia , Goznak, untuk mencetak uang kertas baru, menurut dua bankir dan satu sumber lainnya yang mengetahui rencana tersebut.

Baca Juga: Arab Saudi Gelontorkan Rp104 Triliun, Rekonstruksi Suriah yang Hancur Akibat Perang

Kesepakatan tersebut dilaporkan bakal rampung selama kunjungan Menteri Luar Negeri Suriah, Asaad al-Shaiban ke Moskow pada akhir Juli, lalu. Goznak mencetak mata uang Suriah selama pemerintahan mantan Presiden Bashar Assad, yang diusir tahun lalu dalam penggulingan yang dipimpin oleh kelompok Islamis Hayat Tahrir al-Sham (HTS).

Assad, sekutu dekat Moskow, digantikan oleh pemimpin HTS Ahmed al-Sharaa. Pada awal tahun ini, muncul laporan bahwa pemerintah baru, meskipun tetap menjalin hubungan dengan Rusia, sedang menjajaki alternatif untuk Goznak, termasuk perusahaan-perusahaan di UEA atau Jerman. Diketahui Goznak berada di bawah sanksi Barat terkait konflik Ukraina.

Kementerian Keuangan Suriah dan bank sentral, serta Goznak, menolak memberikan komentar seperti dilansir RT. Sumber-sumber terkait mengatakan, kepada Reuters bahwa salah satu tujuan dari perombakan mata uang adalah untuk membawa sekitar 40 triliun pound yang beredar di luar sistem keuangan formal di bawah pengawasan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
Rupiah Hari Ini Berakhir...
Rupiah Hari Ini Berakhir Merayap ke Rp18.036 per Dolar AS, Berikut Sebabnya
Rupiah Jebol Tembus...
Rupiah Jebol Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Pelemahan Terburuk Sepanjang Sejarah
Rupiah Melemah Makin...
Rupiah Melemah Makin Dalam Diterpa Serangan AS ke Iran, Hari Ini Rp17.966/USD
Kurs Rupiah Ambruk ke...
Kurs Rupiah Ambruk ke Rp17.956 per Dolar AS, BI Angkat Suara
Serangan Drone Ukraina...
Serangan Drone Ukraina Meningkat, Perang Hadir di Depan Rumah Warga Rusia
140 Drone Ukraina Hajar...
140 Drone Ukraina Hajar St Petersburg, Rusia: Serangan Ini Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
Putin Klaim Tak Melihat...
Putin Klaim Tak Melihat Adanya Provokasi dari Iran
Rekomendasi
Dokter Ungkap Bahaya...
Dokter Ungkap Bahaya Gula Berlebihan pada Anak, Bisa Turunkan Kecerdasan
Said Iqbal Bakal Dilantik...
Said Iqbal Bakal Dilantik Prabowo Jadi Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan Sore Ini
Siapa Han Seong-sook?...
Siapa Han Seong-sook? PM Korea Selatan Perempuan Pimpin Transformasi AI
Berita Terkini
Perbandingan Harga BBM...
Perbandingan Harga BBM Pertamina, Shell, Vivo dan BP di Awal Juni 2026
Libur Sekolah 2026,...
Libur Sekolah 2026, Tarif Angkutan Penyeberangan Diskon Sekitar 21,9%
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
Infografis
Ahmad Vahidi, Panglima...
Ahmad Vahidi, Panglima Baru IRGC di Tengah Perang Lawan AS-Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved