Dana Asing Rp1,61 Triliun Kabur ke Luar Negeri, Kepercayaan Investor Diganggu Demo Ricuh

Senin, 01 September 2025 - 08:39 WIB
loading...
Dana Asing Rp1,61 Triliun...
Investor asing mencatat aksi jual bersih (net sell) dalam tiga hari bursa terakhir, Rabu (27/8) hingga Jumat (29/8), total net sell asing mencapai Rp1,61 triliun. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Investor asing mencatat aksi jual bersih (net sell) dalam tiga hari terakhir bursa saham Indonesia, Rabu (27/8) hingga Jumat (29/8). Total net sell asing mencapai Rp1,61 triliun, masing-masing Rp212,58 miliar pada Rabu, Rp278,76 miliar pada Kamis, dan Rp1,12 triliun pada Jumat, demikian menurut statistik harian Bursa Efek Indonesia (BEI), diakses Senin (1/9).

Kendati demikian, secara akumulatif sepanjang pekan terakhir masih terjadi net buy asing senilai Rp1,49 triliun. Hal ini ditopang oleh aksi beli bersih yang cukup besar pada awal pekan, tepatnya Senin dan Selasa.

Mulainya aksi demonstrasi sejak Kamis, disebut menjadi salah satu faktor yang menekan minat beli investor asing. Tekanan ini terlihat dari lonjakan nilai jual bersih asing yang signifikan pada perdagangan Jumat. Terlebih hal ini juga berdampak dari kinerja Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) yang turun 1,53% di 7.830,49.

Phintraco Sekuritas menilai fokus perhatian pelaku pasar saat ini tertuju pada perkembangan situasi keamanan dan politik dalam negeri. Baca Juga: Rapor IHSG Sepekan, Cetak Rekor dengan Kapitalisasi Pasar Tembus Rp14.377 Triliun

"Jika gangguan keamanan meluas, dikhawatirkan akan berdampak pada turunnya kepercayaan investor yang dapat mengakibatkan outflow investor asing, lemahnya rupiah, meningkatnya risiko investasi dan berpotensi menurunkan pertumbuhan ekonomi jika berlangsung lama," tulis Phintraco Sekuritas dalam riset, Senin (1/9/2025).

Apabila ketidakpastian politik berlangsung lama tulis riset tersebut, dampaknya juga dapat menjalar pada fundamental makro ekonomi dan kinerja emiten. Di sisi lain pasar akan mencermati sejumlah data ekonomi domestik yang akan dirilis pada 1 September, yakni PMI manufaktur, neraca perdagangan, inflasi, serta data kunjungan wisatawan.

Dari sisi teknikal, Phintraco memperkirakan IHSG berpotensi kembali menguji level 7.800. Jika mampu bertahan di level ini, IHSG diperkirakan akan bergerak sideways di kisaran 7.800-7.900.

Namun apabila IHSG ditutup di bawah level 7.760, indeks berpotensi menguji support di 7.630-7680. Sebaliknya, jika kondisi pasar sudah kondusif, IHSG memiliki peluang menguji resistance di level 7.900-7.940.

Terpisah, Technical Analyst WH Project, William Hartanto menilai IHSG telah menutup gap yang memanfaatkan sentimen aksi demo. Namun, IHSG dinilai belum sepenuhnya lepas dari tekanan, terlebih sejak terbentuk pola double top setelah dua kali gagal bertahan di atas level 8.000.

"Meski demikian, IHSG telah berhasil membentuk all time high baru pada 8.022," tulis WH Project.

Walaupun IHSG anjlok lebih dari 2% akibat demonstrasi nasional, PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) melihat peluang emas di tengah badai. Dengan foreign inflow masih mencapai Rp1,3 triliun pekan lalu, sekuritas terkemuka ini mengidentifikasi sektor-sektor yang justru akan meraup keuntungan dari ketidakpastian politik.

"Meskipun Jumat kemarin masih terlihat aliran dana asing masuk cukup besar di IHSG, tapi tidak menutup kemungkinan mereka balik arah karena efek ketidakpastian politik dalam negeri," tegas Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), David Kurniawan.

Baca Juga: Demo di Mana-mana, Begini Prediksi IHSG Pekan Depan

Diketahui, selama sepekan terakhir IHSG ditutup di level 7.830 atau melemah kurang lebih 0,36% dibandingkan pekan sebelumnya. Di masa pelemahan IHSG minggu lalu, investor asing melakukan pembelian (inflow) mencapai Rp1,3 triliun di pasar reguler.

Menariknya, pada pekan lalu IHSG sempat menyentuh area level tertinggi yaitu di level 8023 pada tanggal 28 Agustus 2025, namun anjlok cukup dalam setelah efek demo dan ketidakpastian kondisi politik dalam negeri.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
IHSG Ambruk 4,55% dalam...
IHSG Ambruk 4,55% dalam Sepekan, Ini Saham-saham yang Cuan dan Boncos
Ekonom Bank Mandiri...
Ekonom Bank Mandiri Ungkap Kunci Penguatan Rupiah dan Rebound IHSG, Fundamental Ekonomi Solid
MNC Sekuritas Ajak Investor...
MNC Sekuritas Ajak Investor Pahami Saham Syariah lewat Webinar Gratis Beli Saham Syariah
IHSG Hari Ini Ditutup...
IHSG Hari Ini Ditutup Anjlok 1,72%, Terperosok ke Bawah 6.000
IHSG Babak Belur Jelang...
IHSG Babak Belur Jelang Akhir Pekan, Sesi Siang Ditutup Ambruk 2,73% ke 5.835
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Merayap Tipis ke 6.010, Ada 519 Saham Malas Bergerak
Mengapa ‘Ekonomi Solid’,...
Mengapa ‘Ekonomi Solid’, Namun Sosial-Politik Mulai Gelisah?
Rupiah dan IHSG Menguat,...
Rupiah dan IHSG Menguat, SBY: Ada Good News untuk Kita Semua
Perkuat Literasi Keuangan...
Perkuat Literasi Keuangan untuk Guru dan Tenaga Pendidik, MNC Sekuritas Gelar Edukasi Pasar Modal di SMAN 46 Jakarta
Rekomendasi
Kemhan Beberkan Materi...
Kemhan Beberkan Materi Latihan Fisik Calon Manajer Kopdes: Baris-berbaris hingga Hormat Militer
Penasihat Mojtaba Khamenei:...
Penasihat Mojtaba Khamenei: Iran Akan Selalu Cepat dan Tegas Setiap Serangan AS
Perkuat Eksistensi di...
Perkuat Eksistensi di Jakarta Fair 2026 Lewat Konsep Sports Market Terbaru
Berita Terkini
Galon Guna Ulang Berizin...
Galon Guna Ulang Berizin Edar BPOM dan Ber-SNI Dipastikan Aman Dipakai
Transisi Net Zero Ubah...
Transisi Net Zero Ubah Peran CFO Menjadi Penggerak Transformasi Bisnis
Jalur Hormuz Mulai Stabil,...
Jalur Hormuz Mulai Stabil, Saudi Aramco Kembali Ekspor Minyak setelah Mandek 4 Bulan
MEKAR Kembangkan Ekosistem...
MEKAR Kembangkan Ekosistem Pembiayaan Produktif
Raih Penghargaan Infobank,...
Raih Penghargaan Infobank, MNC Guna Usaha Indonesia Catat Kinerja Unggul Selama 10 Tahun Berturut-turut
Raih Penghargaan Infobank,...
Raih Penghargaan Infobank, MNC Finance Catat Kinerja Terbaik Selama Lima Tahun Berturut-turut
Infografis
AS Jual Rudal AMRAAM...
AS Jual Rudal AMRAAM ke Arab Saudi Senilai Rp57,6 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved