Bertemu di China, Modi dan Putin Terlihat Makin Mesra di Tengah Tekanan AS
Senin, 01 September 2025 - 21:10 WIB
loading...
A
A
A
Sebelum pertemuan resmi, keduanya sempat berbincang empat mata di dalam mobil Aurus buatan Rusia selama hampir satu jam. Suasana keakraban itu berlanjut menjelang sesi foto bersama para pemimpin SCO, ketika Modi terlihat menggenggam erat tangan Putin sambil tertawa lepas. Momen tersebut direspons dengan senyum lebar Putin dan tatapan ramah Presiden China Xi Jinping yang turut berada di lokasi.
Pertemuan Modi dan Putin ini terjadi beberapa hari setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan kenaikan tarif tambahan 25% terhadap produk impor India, sehingga total tarif melonjak hingga 50%. Kebijakan tersebut disebut sebagai sanksi atas keputusan New Delhi yang tetap membeli minyak mentah Rusia dengan harga diskon.
Washington menuding pembelian minyak Rusia tersebut membantu menopang pendapatan Moskow untuk membiayai perang di Ukraina. Namun, New Delhi menegaskan pembelian minyak dari Rusia merupakan kebutuhan strategis untuk memenuhi konsumsi energi 1,4 miliar penduduk India.
Sejumlah analis menilai kebijakan tarif AS justru mempercepat upaya India mempererat hubungan ekonomi dengan Rusia dan China. "Kebijakan Trump mendorong India untuk bekerja lebih erat dengan Rusia dan China, sebagai respons terhadap kebijakan ekonomi sepihak dari Washington," ujar Harsh Pant, Wakil Presiden Bidang Kebijakan Luar Negeri di Observer Research Foundation, New Delhi.
Kerja sama perdagangan India-Rusia terus menunjukkan peningkatan tajam. Data pemerintah India mencatat nilai perdagangan kedua negara mencapai rekor USD68,7 miliar pada tahun fiskal 2024-2025, dengan sekitar USD64 miliar berupa impor sebagian besar minyak mentah dan USD5 miliar berupa ekspor. Kedua negara menargetkan volume perdagangan menembus USD100 miliar pada 2030.
Pertemuan Modi dan Putin ini terjadi beberapa hari setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan kenaikan tarif tambahan 25% terhadap produk impor India, sehingga total tarif melonjak hingga 50%. Kebijakan tersebut disebut sebagai sanksi atas keputusan New Delhi yang tetap membeli minyak mentah Rusia dengan harga diskon.
Washington menuding pembelian minyak Rusia tersebut membantu menopang pendapatan Moskow untuk membiayai perang di Ukraina. Namun, New Delhi menegaskan pembelian minyak dari Rusia merupakan kebutuhan strategis untuk memenuhi konsumsi energi 1,4 miliar penduduk India.
Sejumlah analis menilai kebijakan tarif AS justru mempercepat upaya India mempererat hubungan ekonomi dengan Rusia dan China. "Kebijakan Trump mendorong India untuk bekerja lebih erat dengan Rusia dan China, sebagai respons terhadap kebijakan ekonomi sepihak dari Washington," ujar Harsh Pant, Wakil Presiden Bidang Kebijakan Luar Negeri di Observer Research Foundation, New Delhi.
Kerja sama perdagangan India-Rusia terus menunjukkan peningkatan tajam. Data pemerintah India mencatat nilai perdagangan kedua negara mencapai rekor USD68,7 miliar pada tahun fiskal 2024-2025, dengan sekitar USD64 miliar berupa impor sebagian besar minyak mentah dan USD5 miliar berupa ekspor. Kedua negara menargetkan volume perdagangan menembus USD100 miliar pada 2030.
Lihat Juga :