Generasi Muda Perlu Disiapkan Jadi Penggerak Pertumbuhan Hijau
Senin, 01 September 2025 - 22:38 WIB
loading...
Pendiri Ancora Foundation, Gita Wirjawan dalam acara Green Generation: Memberdayakan Generasi Muda untuk Masa Depan yang Berkelanjutan. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, 20,31 persen pemuda Indonesia berusia 15–24 tahun termasuk kategori Not in Education, Employment, or Training (NEET), atau tidak sedang bersekolah, bekerja, maupun mengikuti pelatihan. Kondisi ini, yang dipicu berbagai faktor mulai keterbatasan ekonomi hingga tanggung jawab keluarga, berisiko menjerumuskan generasi muda ke dalam marginalisasi sosial dan kemiskinan.
Menjawab tantangan ini, SCG bersama Ancora Foundation kembali meluncurkan program SCG Sharing the Dream dengan mengusung tema "Green Generation: Memberdayakan Generasi Muda untuk Masa Depan yang Berkelanjutan". Tahun ini, sebanyak 427 beasiswa diberikan, terdiri atas 415 beasiswa untuk siswa SMA dan 12 beasiswa untuk mahasiswa. Sejak 2012, program ini telah mendukung lebih dari 4.600 pelajar di seluruh Indonesia.
Kepala Pusat Prestasi Nasional, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Maria Veronica Irene Herdjiono, menyebut program ini selaras dengan visi pemerintah untuk memperluas partisipasi pendidikan.
"Kemajuan pendidikan tidak dapat dicapai sendiri. Kami butuh kolaborasi dari semua pihak agar anak-anak berpotensi, terutama yang membutuhkan, mendapat kesempatan mewujudkan cita-cita mereka," ujar dia dalam keterangan pers, Senin (1/9).
Baca Juga: Kredit Hijau Bank Himbara Tembus Rp1.452 Triliun di 2024, Intip Rinciannya
Wakil Presiden Administrasi Korporat SCG, Paramate Nisagornsen, menegaskan komitmen perusahaannya untuk mendukung visi Indonesia Emas 2045 melalui pendidikan berkualitas.
"Lebih dari sekadar beasiswa, misi kami adalah menumbuhkan "Generasi Hijau" yang siap membentuk masa depan berkelanjutan bagi Indonesia. Kami ingin memastikan generasi muda memiliki akses pendidikan bermutu, pengetahuan hijau, dan kebiasaan berkelanjutan," kata Paramate.
Program yang memasuki tahun ke-13 ini juga mengintegrasikan pelatihan pengembangan diri dan dukungan proyek komunitas. Tahun ini, dua proyek terpilih untuk didukung, yaitu "Clean Water for All" oleh Josephine Sophie Mathilda dari Universitas Padjadjaran, yang fokus mengatasi kelangkaan air di Bandung, dan "WANOJA" oleh Lulita Sauman Nur Fajriah dari Universitas Pasundan, yang bertujuan mengakhiri praktik perkawinan anak di Ciwidey.
Sementara, pendiri Ancora Foundation, Gita Wirjawan, menekankan pentingnya investasi pada guru dan siswa sebagai pondasi pembangunan nasional. "Seorang guru yang cerdas bisa melahirkan puluhan hingga ratusan siswa yang unggul dan berkontribusi untuk bangsa," ujarnya.
Baca Juga: ICSO 2025 Usung Inovasi Hijau untuk Masa Depan Ekonomi Indonesia
Melalui pendekatan inklusif, SCG Sharing the Dream tidak hanya memberikan bantuan finansial tetapi juga membekali penerima beasiswa dengan pengetahuan dan keterampilan yang relevan dengan pembangunan berkelanjutan. Upaya ini diharapkan melahirkan generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan lingkungan.
Selain mengatasi keterbatasan akses pendidikan, program ini turut mendorong terciptanya pemimpin muda yang mampu menjawab tantangan global, termasuk perubahan iklim dan ketimpangan sosial. Dengan begitu, generasi muda diharapkan tidak sekadar menjadi penerima manfaat pembangunan, tetapi juga penggerak utama kemajuan bangsa.
Upaya kolaboratif ini mencerminkan komitmen SCG terhadap prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) untuk mendorong pertumbuhan hijau yang inklusif (Inclusive Green Growth). Pendidikan dianggap sebagai kunci bagi pertumbuhan pribadi sekaligus pembangunan nasional yang berkelanjutan.
Menjawab tantangan ini, SCG bersama Ancora Foundation kembali meluncurkan program SCG Sharing the Dream dengan mengusung tema "Green Generation: Memberdayakan Generasi Muda untuk Masa Depan yang Berkelanjutan". Tahun ini, sebanyak 427 beasiswa diberikan, terdiri atas 415 beasiswa untuk siswa SMA dan 12 beasiswa untuk mahasiswa. Sejak 2012, program ini telah mendukung lebih dari 4.600 pelajar di seluruh Indonesia.
Kepala Pusat Prestasi Nasional, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Maria Veronica Irene Herdjiono, menyebut program ini selaras dengan visi pemerintah untuk memperluas partisipasi pendidikan.
"Kemajuan pendidikan tidak dapat dicapai sendiri. Kami butuh kolaborasi dari semua pihak agar anak-anak berpotensi, terutama yang membutuhkan, mendapat kesempatan mewujudkan cita-cita mereka," ujar dia dalam keterangan pers, Senin (1/9).
Baca Juga: Kredit Hijau Bank Himbara Tembus Rp1.452 Triliun di 2024, Intip Rinciannya
Wakil Presiden Administrasi Korporat SCG, Paramate Nisagornsen, menegaskan komitmen perusahaannya untuk mendukung visi Indonesia Emas 2045 melalui pendidikan berkualitas.
"Lebih dari sekadar beasiswa, misi kami adalah menumbuhkan "Generasi Hijau" yang siap membentuk masa depan berkelanjutan bagi Indonesia. Kami ingin memastikan generasi muda memiliki akses pendidikan bermutu, pengetahuan hijau, dan kebiasaan berkelanjutan," kata Paramate.
Program yang memasuki tahun ke-13 ini juga mengintegrasikan pelatihan pengembangan diri dan dukungan proyek komunitas. Tahun ini, dua proyek terpilih untuk didukung, yaitu "Clean Water for All" oleh Josephine Sophie Mathilda dari Universitas Padjadjaran, yang fokus mengatasi kelangkaan air di Bandung, dan "WANOJA" oleh Lulita Sauman Nur Fajriah dari Universitas Pasundan, yang bertujuan mengakhiri praktik perkawinan anak di Ciwidey.
Sementara, pendiri Ancora Foundation, Gita Wirjawan, menekankan pentingnya investasi pada guru dan siswa sebagai pondasi pembangunan nasional. "Seorang guru yang cerdas bisa melahirkan puluhan hingga ratusan siswa yang unggul dan berkontribusi untuk bangsa," ujarnya.
Baca Juga: ICSO 2025 Usung Inovasi Hijau untuk Masa Depan Ekonomi Indonesia
Melalui pendekatan inklusif, SCG Sharing the Dream tidak hanya memberikan bantuan finansial tetapi juga membekali penerima beasiswa dengan pengetahuan dan keterampilan yang relevan dengan pembangunan berkelanjutan. Upaya ini diharapkan melahirkan generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan lingkungan.
Selain mengatasi keterbatasan akses pendidikan, program ini turut mendorong terciptanya pemimpin muda yang mampu menjawab tantangan global, termasuk perubahan iklim dan ketimpangan sosial. Dengan begitu, generasi muda diharapkan tidak sekadar menjadi penerima manfaat pembangunan, tetapi juga penggerak utama kemajuan bangsa.
Upaya kolaboratif ini mencerminkan komitmen SCG terhadap prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) untuk mendorong pertumbuhan hijau yang inklusif (Inclusive Green Growth). Pendidikan dianggap sebagai kunci bagi pertumbuhan pribadi sekaligus pembangunan nasional yang berkelanjutan.
(nng)
Lihat Juga :