Hipmi Jaya Siapkan Badan Otonom Bantu Pengusaha Hadapi Tantangan Global
Selasa, 02 September 2025 - 21:14 WIB
loading...
Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Jaya menyiapkan lima Badan Otonom (Banom) untuk membantu para pengusaha meningkatkan daya saing. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Jaya menyiapkan lima Badan Otonom (Banom) untuk membantu para pengusaha meningkatkan daya saing menghadapi tantangan ekonomi global yang diproyeksikan masih penuh ketidakpastian pada 2025.
Bank Dunia memperkirakan pertumbuhan ekonomi global hanya mencapai 2,7 persen pada 2025, sedikit naik dari 2,6 persen pada 2024. Sementara Dana Moneter Internasional (IMF) memproyeksikan pertumbuhan tetap stagnan di angka 3,2 persen.
Ketua Umum Hipmi Jaya, Muhammad Riandy Haroen, menilai kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi pelaku usaha nasional. Namun, ia optimistis pengusaha Indonesia mampu bertahan bahkan menjadi penggerak kemandirian ekonomi nasional.
"Cita-cita para pendiri bangsa adalah melahirkan pengusaha-pengusaha patriotik yang menjadi tuan rumah di negeri sendiri," ujar Riandy dalam keterangan tertulis, Selasa (2/9).
Baca Juga: Dukung Pembangunan Jakarta, HIPMI Jaya Gelar Rakerda 2025
Menurutnya, para pengusaha perlu memastikan keberadaannya membawa manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat. “Setiap potensi yang ada di darat, laut, dan udara harus bisa dinikmati oleh seluruh rakyat Indonesia,” tegasnya.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Hipmi Jaya membentuk lima Banom yang bergerak di sektor logistik, sosial, otomotif, event, dan perpajakan. Kelima Banom ini dirancang sebagai wadah kolaborasi, edukasi, dan solusi yang dapat membantu pengusaha naik kelas secara efisien, efektif, dan berdaya saing tinggi.
Banom Logistik hadir untuk menjawab hambatan di industri kargo dan distribusi. Programnya mencakup pengembangan teknologi, perluasan jaringan, advokasi kebijakan, hingga riset bisnis agar industri logistik lebih kompetitif.
Di bidang sosial, Banom Peduli menjadi saluran bagi pengusaha untuk menyalurkan program tanggung jawab sosial (CSR) yang menyasar pendidikan, kesehatan, penanggulangan bencana, hingga pemberdayaan perempuan. Banom ini juga bekerja sama dengan pemerintah agar distribusi bantuan sosial lebih merata.
Sementara Banom Otomotif difokuskan sebagai wadah kolaborasi hobi dan bisnis, sekaligus mendukung pertumbuhan industri otomotif nasional. "Kami ingin menghubungkan jejaring pengusaha dengan peluang usaha di sektor otomotif yang terus berkembang," kata Riandy.
Untuk industri event, Banom Event memberikan dukungan permodalan, pelatihan teknis, dan akses jaringan kepada para pengusaha event organizer (EO). Tujuannya adalah mendorong profesionalisme EO lokal hingga mampu bersaing dengan standar internasional.
Baca Juga: Kolaborasi dan Komitmen untuk Kembangkan UMKM Jakarta Pusat
Terakhir, Banom Tax berfokus membantu pelaku usaha mengelola kewajiban perpajakan secara tepat dan efisien. Layanan edukasi, konsultasi, dan kolaborasi dengan pakar pajak disiapkan agar kepatuhan pajak meningkat sekaligus mendukung optimalisasi penerimaan negara.
Riandy berharap keberadaan Banom ini bisa menjadi motor penggerak yang menguatkan ekosistem bisnis nasional. "Kami ingin pengusaha muda tidak hanya bertahan, tetapi juga menjadi pemain utama di era ekonomi global yang semakin kompetitif," ujarnya.
Bank Dunia memperkirakan pertumbuhan ekonomi global hanya mencapai 2,7 persen pada 2025, sedikit naik dari 2,6 persen pada 2024. Sementara Dana Moneter Internasional (IMF) memproyeksikan pertumbuhan tetap stagnan di angka 3,2 persen.
Ketua Umum Hipmi Jaya, Muhammad Riandy Haroen, menilai kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi pelaku usaha nasional. Namun, ia optimistis pengusaha Indonesia mampu bertahan bahkan menjadi penggerak kemandirian ekonomi nasional.
"Cita-cita para pendiri bangsa adalah melahirkan pengusaha-pengusaha patriotik yang menjadi tuan rumah di negeri sendiri," ujar Riandy dalam keterangan tertulis, Selasa (2/9).
Baca Juga: Dukung Pembangunan Jakarta, HIPMI Jaya Gelar Rakerda 2025
Menurutnya, para pengusaha perlu memastikan keberadaannya membawa manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat. “Setiap potensi yang ada di darat, laut, dan udara harus bisa dinikmati oleh seluruh rakyat Indonesia,” tegasnya.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Hipmi Jaya membentuk lima Banom yang bergerak di sektor logistik, sosial, otomotif, event, dan perpajakan. Kelima Banom ini dirancang sebagai wadah kolaborasi, edukasi, dan solusi yang dapat membantu pengusaha naik kelas secara efisien, efektif, dan berdaya saing tinggi.
Banom Logistik hadir untuk menjawab hambatan di industri kargo dan distribusi. Programnya mencakup pengembangan teknologi, perluasan jaringan, advokasi kebijakan, hingga riset bisnis agar industri logistik lebih kompetitif.
Di bidang sosial, Banom Peduli menjadi saluran bagi pengusaha untuk menyalurkan program tanggung jawab sosial (CSR) yang menyasar pendidikan, kesehatan, penanggulangan bencana, hingga pemberdayaan perempuan. Banom ini juga bekerja sama dengan pemerintah agar distribusi bantuan sosial lebih merata.
Sementara Banom Otomotif difokuskan sebagai wadah kolaborasi hobi dan bisnis, sekaligus mendukung pertumbuhan industri otomotif nasional. "Kami ingin menghubungkan jejaring pengusaha dengan peluang usaha di sektor otomotif yang terus berkembang," kata Riandy.
Untuk industri event, Banom Event memberikan dukungan permodalan, pelatihan teknis, dan akses jaringan kepada para pengusaha event organizer (EO). Tujuannya adalah mendorong profesionalisme EO lokal hingga mampu bersaing dengan standar internasional.
Baca Juga: Kolaborasi dan Komitmen untuk Kembangkan UMKM Jakarta Pusat
Terakhir, Banom Tax berfokus membantu pelaku usaha mengelola kewajiban perpajakan secara tepat dan efisien. Layanan edukasi, konsultasi, dan kolaborasi dengan pakar pajak disiapkan agar kepatuhan pajak meningkat sekaligus mendukung optimalisasi penerimaan negara.
Riandy berharap keberadaan Banom ini bisa menjadi motor penggerak yang menguatkan ekosistem bisnis nasional. "Kami ingin pengusaha muda tidak hanya bertahan, tetapi juga menjadi pemain utama di era ekonomi global yang semakin kompetitif," ujarnya.
(nng)
Lihat Juga :