Warga RI Ramai-ramai Pindah ke BBM Non Subsidi, 1,4 Juta KL Ludes dalam Sekejap

Rabu, 03 September 2025 - 20:40 WIB
loading...
Warga RI Ramai-ramai...
Konsumsi bahan bakar minyak (BBM) non subsidi terus meningkat. FOTO/iStock Photo
A A A
JAKARTA - Fenomena peralihan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) dari subsidi ke non-subsidi kian mencolok. Berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) hingga pekan pertama September 2025, total volume peralihan konsumsi mencapai 1,4 juta kiloliter (KL).

Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung, menyebut peralihan ini menjadi salah satu faktor utama menipisnya stok BBM di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) swasta, seperti Shell dan BP-AKR.

"Shifting ke BBM non-subsidi ini cukup besar, sekitar 1,4 juta KL. Itu yang menyebabkan adanya peningkatan permintaan di SPBU swasta," ujarnya di Kompleks DPR RI, Jakarta, Rabu (3/9).

Baca Juga: SPBU Swasta Lagi-lagi Kehabisan Stok BBM, ESDM Minta Beli ke Pertamina

Yuliot menjelaskan, kebijakan penerapan QR Code untuk pembelian BBM subsidi di SPBU Pertamina menjadi salah satu pemicu utama peralihan konsumsi. Kebijakan ini membuat masyarakat, khususnya pengguna kendaraan pribadi, mulai melirik BBM dengan kualitas lebih tinggi meski tanpa subsidi.

Sementara, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, menambahkan pergeseran pola konsumsi ini menunjukkan kesadaran masyarakat terhadap kualitas BBM semakin meningkat. "Masyarakat kini tidak hanya mengandalkan BBM subsidi, tetapi mulai banyak menggunakan BBM dengan RON 90 ke atas,: ujarnya.

Menurut Laode, lonjakan permintaan ini memang menimbulkan kelangkaan di beberapa SPBU swasta. Namun, hal tersebut bisa diatasi dengan penyesuaian pasokan dan distribusi, termasuk mengandalkan pasokan dari PT Pertamina sebagai penyedia utama BBM nasional.

"Kami mendorong SPBU swasta untuk memenuhi kebutuhan pasokan dengan membeli dari Pertamina. Spesifikasi BBM yang dijual juga harus sesuai dengan standar yang diatur Ditjen Migas," tegasnya.

Laode memastikan, aturan spesifikasi BBM telah ditetapkan oleh Kementerian ESDM sehingga kualitas produk yang dijual di pasaran tetap terjamin. Penyesuaian ini diharapkan dapat menjaga stabilitas pasokan di tengah tren peningkatan konsumsi non-subsidi.

Baca Juga: Perbandingan Lengkap Harga BBM Pertamina, Shell, BP, dan Vivo per 1 September 2025, Siapa Termurah?

Kementerian ESDM, lanjut Laode, juga telah menjadwalkan pemanggilan para operator SPBU swasta. Langkah ini bertujuan untuk menyinkronkan pola pengadaan BBM, agar pemenuhan kebutuhan tidak lagi sepenuhnya mengandalkan impor.

"Sinkronisasi ini dimaksudkan untuk mengoptimalkan pasokan BBM dalam negeri, terutama dari Pertamina. Minggu depan kami jadwalkan pertemuan dengan operator SPBU swasta," ungkapnya.

(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bukan Rp16.250, Harga...
Bukan Rp16.250, Harga Asli Pertamax Seharusnya Rp20.200 per Liter
Harga Minyak Dunia Anjlok,...
Harga Minyak Dunia Anjlok, Kapan Pertamax Ikut Turun?
Bahlil Jamin Harga BBM...
Bahlil Jamin Harga BBM Pertalite dan LPG 3 Kg Tidak Naik
AS-Iran Sepakat Damai,...
AS-Iran Sepakat Damai, Harga Minyak Dunia Langsung Anjlok
Stok BBM Global Menipis,...
Stok BBM Global Menipis, Dunia Sedang Menguras Cadangan Minyaknya
Mengulik Alasan di Balik...
Mengulik Alasan di Balik Kenaikan Harga Pertamax: Demi Jaga Investor dan Keuangan
Harga Minyak Dunia Sudah...
Harga Minyak Dunia Sudah Turun, PDIP Minta Pemerintah Evaluasi Harga Pertamax
Ratusan Mahasiswa Trisakti...
Ratusan Mahasiswa Trisakti Bakal Geruduk DPR, Bawa Tiga Tuntutan Rakyat
Gelombang Demonstrasi...
Gelombang Demonstrasi Berlanjut di Medan Merdeka Selatan, Mahasiswa Sampaikan Kritik Kebijakan Pemerintah
Rekomendasi
5 Kemenangan Terbesar...
5 Kemenangan Terbesar Spanyol di Piala Dunia: Arab Saudi Ikut Jadi Korban
Puji Kepemimpinan Wali...
Puji Kepemimpinan Wali Kota Agustina, Hendardji Soepandji: Budaya Semarang Kian Kuat dan Harmonis
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
Berita Terkini
Pertamina NRE dan Koperasi...
Pertamina NRE dan Koperasi Kemenkop Bangun PLTS KDKMP Pulau Sembur, Progres Capai 80%
Imbas BI Rate Naik,...
Imbas BI Rate Naik, Pasar Rumah Kelas Menengah Mulai Ngerem
Vasanta Kembangkan Hunian...
Vasanta Kembangkan Hunian Suburban Berkonsep Alam
PWN 2026 Resmi Digelar...
PWN 2026 Resmi Digelar di JICC, Diikuti 15 Ribu Peserta dari Seluruh Indonesia
BI Rate Diprediksi Naik...
BI Rate Diprediksi Naik sampai 6%, Waspadai Risiko Kredit dan Daya Beli
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Dorong Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Pengelolaan Eceng Gondok
Infografis
Prabowo Bakal Ungsikan...
Prabowo Bakal Ungsikan 1.000 Warga Palestina ke Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved