Di Bawah Tekanan Tarif, BRICS Tolak Mundur Ekspansi Pasar ke AS

Rabu, 03 September 2025 - 22:07 WIB
loading...
Di Bawah Tekanan Tarif,...
BRICS terus menunjukkan penetrasi pasar yang agresif di Amerika Serikat. FOTO/Russia Pivot to Asia
A A A
JAKARTA - BRICS terus menunjukkan penetrasi pasar yang agresif di Amerika Serikat (AS), meskipun menghadapi tantangan berat berupa kenaikan tarif yang diberlakukan Presiden Donald Trump. Secara tegas berupaya mempertahankan akses ke pasar AS, sementara di saat yang sama memprioritaskan misi dedolarisasi atau mengurangi ketergantungan pada mata uang dolar AS.

Langkah tarif yang diambil AS secara ironis justru memperkuat persatuan di antara anggota BRICS. Tarif agresif ini menargetkan negara-negara BRICS dengan kenaikan yang belum pernah terjadi sebelumnya. India menghadapi kenaikan tarif hingga dua kali lipat menjadi 50 persen dan Brasil dikenakan tarif 50 persen.

Menanggapi tekanan ini, para pemimpin BRICS telah meningkatkan koordinasi. Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Brazil Luiz InĂ¡cio Lula da Silva telah berkoordinasi dengan Perdana Menteri India Narendra Modi untuk merumuskan respons bersama.

Kunjungan Modi ke China untuk Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO) menandai kunjungan pertamanya dalam tujuh tahun. Hal ini menunjukkan ancaman tarif AS justru mempererat kerja sama BRICS di pasar AS.

"Menggunakan tarif sebagai senjata untuk menekan negara lain melanggar Piagam PBB, merusak aturan WTO, dan baik tidak populer maupun tidak berkelanjutan," ujar Menteri Luar Negeri China Wang Yi dikutip dari Watcher Guru, Rabu (3/9).

Baca Juga: India Incar Transaksi Rp1.600 Triliun Tanpa Dolar AS dengan BRICS
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Minta Tarif 20%...
Trump Minta Tarif 20% Kargo di Selat Hormuz, Bisa Kantongi Rp541 Miliar per Supertanker
AS Terapkan Blokade...
AS Terapkan Blokade Baru di Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Melonjak 9%
AS-Iran Kembali Saling...
AS-Iran Kembali Saling Serang, Harga Minyak Dunia Melesat Lebih 3%
Modi Incar Harta Karun...
Modi Incar Harta Karun Terlarang Australia demi Terangi Negaranya
Permintaan Minyak Global...
Permintaan Minyak Global Diramal Turun Tajam di 2026, Terburuk sejak Pandemi Covid-19
Iran-AS Memanas Lagi,...
Iran-AS Memanas Lagi, Harga Minyak Dunia Melonjak Lebih dari 6%
Mantan Pasukan Khusus...
Mantan Pasukan Khusus AS Bawa Paspor China Ini Ditangkap di Perbatasan Nepal dan India, Siapa Jordan Brown?
Perang Iran Terus Berkobar,...
Perang Iran Terus Berkobar, China Tuding AS Bawa Timur Tengah ke Jurang Maut
Enggan Kirim Pasukan...
Enggan Kirim Pasukan AS untuk Invasi Darat ke Iran, Trump: Orang Lain yang Akan Melakukannya
Rekomendasi
Tak Cuma Bikin Bugar,...
Tak Cuma Bikin Bugar, Olahraga Bisa Cegah Alzheimer dan Demensia
UGM Terapkan Kurikulum...
UGM Terapkan Kurikulum Baru Mulai 2026, Ini yang Akan Dipelajari Mahasiswa
Review iCar V23: SUV Boxy...
Review iCar V23: SUV Boxy Rp500 Juta yang Bikin Semua Orang Menoleh, tapi Tak Semua Jatuh Cinta
Berita Terkini
Mengulik Pemicu Fenomena...
Mengulik Pemicu Fenomena Financial Anxiety dan Lipstick Effect di Tengah Tekanan Ekonomi
BCA Perkuat Platform...
BCA Perkuat Platform Digital, Transaksi Nasabah Melalui Kanal Digital Tembus 99,8%
Koperasi Boleh Kelola...
Koperasi Boleh Kelola Tambang, Menkop Ferry: Sebaiknya Bukan Kopdes Merah Putih
Rupiah Belum Menjauh...
Rupiah Belum Menjauh dari Level Rp18.068 per USD, Intip 2 Sentimen Penyebabnya
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Pastikan SPBU di Medan Beroperasi Normal
Kopdes Merah Putih di...
Kopdes Merah Putih di Melawai Baru Cuan Rp78 Ribu dalam 6 Bulan, Menkop Ferry Buka Suara
Infografis
Balas Dendam ke AS,...
Balas Dendam ke AS, China Naikkan Tarif Impor Jadi 125%
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved