Di Bawah Tekanan Tarif, BRICS Tolak Mundur Ekspansi Pasar ke AS

Rabu, 03 September 2025 - 22:07 WIB
loading...
A A A
Duta Besar China untuk India Xu Feihong menambahkan sentimen serupa, "Berikan sedikit ruang kepada penindas, dia akan mengambil lebih banyak."

Kekuatan ekonomi BRICS semakin menonjol di tengah tekanan ini. Secara total, blok ini menguasai sekitar 39,75 juta kilometer persegi, jauh lebih besar dibandingkan luas wilayah G7 yang hanya 20,05 juta kilometer persegi. Dengan populasi 3,3 miliar penduduk, BRICS menghasilkan sekitar 28,9 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) global.

Bahkan ketika diukur berdasarkan paritas daya beli, kontribusi PDB BRICS mencapai 42,5 persen dari total global. Efisiensi juga terlihat dari anggaran pertahanan BRICS yang tercatat USD567 miliar jauh di bawah anggaran NATO yang mencapai USD1,47 triliun.

Selain itu, misi dedolarisasi BRICS mendapatkan momentum baru. Negara-negara BRICS kini melakukan sekitar 20 persen perdagangan minyak dalam mata uang non-dolar, dengan India dan China yang mempelopori perubahan ini melalui pembelian minyak Rusia menggunakan sistem pembayaran alternatif.

Bank Sentral India (RBI) bahkan telah mengizinkan bank-bank untuk membuka rekening Rupee-Vostro khusus untuk perusahaan-perusahaan Rusia. Pergeseran ini semakin terlihat ketika Arab Saudi mempertimbangkan kontrak minyak dengan denominasi Yuan dan beberapa perusahaan India membayar batu bara Rusia dalam mata uang Yuan tanpa perantara China.

"Kerja sama ekonomi dapat diperkuat melalui mata uang lokal daripada bergantung pada dolar," ujar PM Modi dalam pidatonya di KTT Kazan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Minta Tarif 20%...
Trump Minta Tarif 20% Kargo di Selat Hormuz, Bisa Kantongi Rp541 Miliar per Supertanker
AS Terapkan Blokade...
AS Terapkan Blokade Baru di Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Melonjak 9%
AS-Iran Kembali Saling...
AS-Iran Kembali Saling Serang, Harga Minyak Dunia Melesat Lebih 3%
Modi Incar Harta Karun...
Modi Incar Harta Karun Terlarang Australia demi Terangi Negaranya
Permintaan Minyak Global...
Permintaan Minyak Global Diramal Turun Tajam di 2026, Terburuk sejak Pandemi Covid-19
Iran-AS Memanas Lagi,...
Iran-AS Memanas Lagi, Harga Minyak Dunia Melonjak Lebih dari 6%
Mantan Pasukan Khusus...
Mantan Pasukan Khusus AS Bawa Paspor China Ini Ditangkap di Perbatasan Nepal dan India, Siapa Jordan Brown?
Perang Iran Terus Berkobar,...
Perang Iran Terus Berkobar, China Tuding AS Bawa Timur Tengah ke Jurang Maut
Enggan Kirim Pasukan...
Enggan Kirim Pasukan AS untuk Invasi Darat ke Iran, Trump: Orang Lain yang Akan Melakukannya
Rekomendasi
90 Menit yang Bisa Mengubah...
90 Menit yang Bisa Mengubah Takdir Lamine Yamal Jadi Legenda
Review iCar V23: SUV Boxy...
Review iCar V23: SUV Boxy Rp500 Juta yang Bikin Semua Orang Menoleh, tapi Tak Semua Jatuh Cinta
UNJ Dampingi Penguatan...
UNJ Dampingi Penguatan Kapasitas Guru PKBM Ghaisan Cendekia
Berita Terkini
Purbaya Tepis Main-main...
Purbaya Tepis Main-main soal Tarik Ulur Dana SAL Rp400 Triliun di Bank BUMN
Mengulik Pemicu Fenomena...
Mengulik Pemicu Fenomena Financial Anxiety dan Lipstick Effect di Tengah Tekanan Ekonomi
BCA Perkuat Platform...
BCA Perkuat Platform Digital, Transaksi Nasabah Melalui Kanal Digital Tembus 99,8%
Koperasi Boleh Kelola...
Koperasi Boleh Kelola Tambang, Menkop Ferry: Sebaiknya Bukan Kopdes Merah Putih
Rupiah Belum Menjauh...
Rupiah Belum Menjauh dari Level Rp18.068 per USD, Intip 2 Sentimen Penyebabnya
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Pastikan SPBU di Medan Beroperasi Normal
Infografis
Rusia Tolak Mundur 3.000...
Rusia Tolak Mundur 3.000 Tentara Dikerahkan AS ke Dekat Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved