Petrokimia Gresik Dorong Peningkatan Produktivitas Pangan
Kamis, 04 September 2025 - 21:28 WIB
loading...
A
A
A
Direktur Keuangan dan Umum Petrokimia Gresik, Adityo Wibowo, menambahkan lomba kentang raksasa menjadi stimulus bagi petani untuk mengoptimalkan teknologi budidaya. Melalui penerapan pemupukan berimbang, produktivitas dan kualitas kentang diharapkan terus meningkat.
"Dengan ukuran kentang yang lebih besar, produktivitas akan meningkat dan kesejahteraan petani pun bertambah. Ini sekaligus menjadi wujud komitmen Petrokimia Gresik mendukung swasembada pangan sesuai Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto," kata Adityo.
Rangkaian lomba kentang raksasa telah berlangsung sejak April hingga September 2025 dengan melibatkan petani dari lima kabupaten, yakni Pekalongan, Banjarnegara, Batang, Wonosobo, dan Magelang. Ajang tersebut juga menjadi sarana memperkenalkan produk inovatif Petrokimia Gresik yang terbukti mendukung peningkatan hasil panen.
Adityo menjelaskan, perlombaan ini menggunakan rekomendasi pemupukan berimbang dengan produk seperti NPK Phonska Lite, ZA Plus, dan Phonska Cair. Hasilnya, produktivitas kentang meningkat signifikan. Juara pertama, misalnya, mencatat panen sebesar 18 ton per hektare, naik dari sebelumnya 16,5 ton per hektare.
"Petani Wonosobo berhasil meraih Juara 1 dan 3, sementara Banjarnegara menyabet Juara 2. Hasil panen ini menunjukkan potensi besar budidaya kentang dengan dukungan teknologi dan produk inovatif," ujarnya.
"Dengan ukuran kentang yang lebih besar, produktivitas akan meningkat dan kesejahteraan petani pun bertambah. Ini sekaligus menjadi wujud komitmen Petrokimia Gresik mendukung swasembada pangan sesuai Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto," kata Adityo.
Rangkaian lomba kentang raksasa telah berlangsung sejak April hingga September 2025 dengan melibatkan petani dari lima kabupaten, yakni Pekalongan, Banjarnegara, Batang, Wonosobo, dan Magelang. Ajang tersebut juga menjadi sarana memperkenalkan produk inovatif Petrokimia Gresik yang terbukti mendukung peningkatan hasil panen.
Adityo menjelaskan, perlombaan ini menggunakan rekomendasi pemupukan berimbang dengan produk seperti NPK Phonska Lite, ZA Plus, dan Phonska Cair. Hasilnya, produktivitas kentang meningkat signifikan. Juara pertama, misalnya, mencatat panen sebesar 18 ton per hektare, naik dari sebelumnya 16,5 ton per hektare.
"Petani Wonosobo berhasil meraih Juara 1 dan 3, sementara Banjarnegara menyabet Juara 2. Hasil panen ini menunjukkan potensi besar budidaya kentang dengan dukungan teknologi dan produk inovatif," ujarnya.
Lihat Juga :