CEO Nestle Dipecat Gara-gara Ketahuan Selingkuh dengan Bawahan
Jum'at, 05 September 2025 - 18:57 WIB
loading...
A
A
A
Freixe sendiri telah bergabung dengan Nestle sejak 1986 di Prancis. Ia dikenal sebagai sosok penting yang pernah memimpin operasi Nestle di Eropa hingga 2014, serta mengarahkan divisi Amerika Latin sebelum akhirnya dipercaya sebagai CEO pada September 2024. Namun, masa jabatannya tergolong singkat karena tersandung kasus etika ini.
Pemecatan Freixe terjadi di tengah tantangan bisnis Nestle. Tahun lalu, harga saham perusahaan sempat merosot hampir seperempat, menimbulkan kekhawatiran di Swiss yang banyak menempatkan dana pensiun pada saham Nestle. Perusahaan ini menaungi berbagai merek global, mulai dari Nespresso, KitKat, Purina, Maggi, Gerber, hingga Nesquik.
Meski demikian, pada penutupan perdagangan terakhir, saham Nestle justru naik tipis 0,13 persen menjadi 75,49 franc Swiss. Kenaikan kecil ini terjadi setelah pengumuman pergantian pucuk pimpinan.
Di sisi keuangan, Nestle sebelumnya melaporkan penurunan laba bersih sebesar 10,3 persen pada paruh pertama 2025. Lesunya konsumsi di China serta tingginya harga kakao dan kopi menjadi beban tambahan bagi perusahaan.
Navratil, yang memulai karier di Nestle sejak 2001, berpengalaman memimpin bisnis kopi dan minuman di Meksiko serta merancang strategi global untuk merek Nescafe dan Starbucks. Ia berjanji akan melanjutkan strategi yang sudah ditetapkan dewan untuk meningkatkan efisiensi dan pertumbuhan.
Pemecatan Freixe terjadi di tengah tantangan bisnis Nestle. Tahun lalu, harga saham perusahaan sempat merosot hampir seperempat, menimbulkan kekhawatiran di Swiss yang banyak menempatkan dana pensiun pada saham Nestle. Perusahaan ini menaungi berbagai merek global, mulai dari Nespresso, KitKat, Purina, Maggi, Gerber, hingga Nesquik.
Meski demikian, pada penutupan perdagangan terakhir, saham Nestle justru naik tipis 0,13 persen menjadi 75,49 franc Swiss. Kenaikan kecil ini terjadi setelah pengumuman pergantian pucuk pimpinan.
Di sisi keuangan, Nestle sebelumnya melaporkan penurunan laba bersih sebesar 10,3 persen pada paruh pertama 2025. Lesunya konsumsi di China serta tingginya harga kakao dan kopi menjadi beban tambahan bagi perusahaan.
Navratil, yang memulai karier di Nestle sejak 2001, berpengalaman memimpin bisnis kopi dan minuman di Meksiko serta merancang strategi global untuk merek Nescafe dan Starbucks. Ia berjanji akan melanjutkan strategi yang sudah ditetapkan dewan untuk meningkatkan efisiensi dan pertumbuhan.
Lihat Juga :