Cerita Kintakun dan Alamme Terapkan ESG demi Bisnis Berkelanjutan
Rabu, 10 September 2025 - 19:19 WIB
loading...
A
A
A
“Dengan mendukung petani dan peternak lokal, Alamme berhasil menciptakan ekosistem bisnis yang inklusif dan berdaya tahan, sekaligus menjadi pionir dalam membawa produk kesehatan inovatif ke seluruh penjuru negeri,” jelas Co-Founder Alamme Danang Satria.
Bagi karyawan, adanya panduan kerja yang jelas membuat mereka lebih disiplin, percaya diri, dan merasa hasil kerja mereka diakui. Transformasi ini membuktikan bahwa ESG dapat menjadi pondasi sekaligus identitas brand. Baca juga: ESG Bukan Sekadar Tren, tetapi Kebutuhan untuk Tetap Kompetitif
Baik Kintakun maupun Alamme menunjukkan bahwa praktik ESG bisa diterapkan pada karakter bisnis yang berbeda. Penerapan ESG mampu membantu UMKM menjadi lebih efisien, mengurangi risiko, dan membuka akses pasar yang lebih luas. Sebagai upaya mendukung hal ini, Evermos berkomitmen mendampingi brand UMKM sebagai mitra strategis untuk terus membangun kesadaran keberlanjutan sejak dini melalui pelatihan ESG dan asesmen gratis.
“Keberlanjutan bukanlah milik perusahaan besar saja. UMKM pun bisa memulainya dari langkah sederhana,” ujar Andika Dwi Saputra, Head of ESG & Sustainability Evermos. “Kintakun dan Alamme adalah bukti bahwa praktik ESG dapat disesuaikan dengan konteks lokal, namun tetap berdampak besar,” lanjutnya.
Perjalanan brand UMKM lokal seperti Kintakun dan Alamme diharapkan bisa menjadi inspirasi bagi UMKM lainnya. Dari Bandung, praktik ESG yang sudah diterapkan menjadi bukti bahwa UMKM Indonesia mampu menapaki jalan keberlanjutan serta membawa dampak positif. Evermos percaya, keberlanjutan bukan hanya tentang bisnis hari ini, melainkan tentang masa depan UMKM Indonesia yang lebih inklusif, tangguh, dan siap bersaing di level global.
Bagi karyawan, adanya panduan kerja yang jelas membuat mereka lebih disiplin, percaya diri, dan merasa hasil kerja mereka diakui. Transformasi ini membuktikan bahwa ESG dapat menjadi pondasi sekaligus identitas brand. Baca juga: ESG Bukan Sekadar Tren, tetapi Kebutuhan untuk Tetap Kompetitif
Baik Kintakun maupun Alamme menunjukkan bahwa praktik ESG bisa diterapkan pada karakter bisnis yang berbeda. Penerapan ESG mampu membantu UMKM menjadi lebih efisien, mengurangi risiko, dan membuka akses pasar yang lebih luas. Sebagai upaya mendukung hal ini, Evermos berkomitmen mendampingi brand UMKM sebagai mitra strategis untuk terus membangun kesadaran keberlanjutan sejak dini melalui pelatihan ESG dan asesmen gratis.
“Keberlanjutan bukanlah milik perusahaan besar saja. UMKM pun bisa memulainya dari langkah sederhana,” ujar Andika Dwi Saputra, Head of ESG & Sustainability Evermos. “Kintakun dan Alamme adalah bukti bahwa praktik ESG dapat disesuaikan dengan konteks lokal, namun tetap berdampak besar,” lanjutnya.
Perjalanan brand UMKM lokal seperti Kintakun dan Alamme diharapkan bisa menjadi inspirasi bagi UMKM lainnya. Dari Bandung, praktik ESG yang sudah diterapkan menjadi bukti bahwa UMKM Indonesia mampu menapaki jalan keberlanjutan serta membawa dampak positif. Evermos percaya, keberlanjutan bukan hanya tentang bisnis hari ini, melainkan tentang masa depan UMKM Indonesia yang lebih inklusif, tangguh, dan siap bersaing di level global.
(poe)
Lihat Juga :