Prudential Syariah Bayar Klaim dan Manfaat Rp2,3 Triliun Sepanjang 2024
Kamis, 11 September 2025 - 13:49 WIB
loading...
Prudential Syariah menunjukkan komitmen kuat dalam memberikan perlindungan dan rasa aman kepada para peserta. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Prudential Syariah menunjukkan komitmen kuat dalam memberikan perlindungan dan rasa aman kepada para pesertanya. Sepanjang tahun 2024, perusahaan telah membayarkan klaim dan manfaat kepada nasabah mencapai Rp2,3 triliun atau setara dengan rata-rata Rp6,3 miliar per hari.
Pembayaran klaim yang signifikan ini bukan sekadar angka, tetapi mencerminkan nyawanya prinsip tolong-menolong (ta'awun) dalam ekosistem asuransi syariah. Setiap rupiah yang dibayarkan berasal dari dana tabarru' (dana kebajikan) yang dikontribusikan oleh para peserta sendiri, dan dikelola dengan prinsip keadilan serta transparansi oleh Prudential Syariah.
"Prinsip utama dalam asuransi syariah adalah keadilan dan tolong-menolong. Dana tabarru’ adalah amanah dari para peserta, dan kami bertanggung jawab penuh untuk menjaga dan menyalurkannya secara adil dan transparan," ujar Chief Customer & Marketing Officer Prudential Syariah,Vivin Gautama dalam pernyataannya, Kamis (11/9).
Baca Juga: Prudential Syariah Proteksi 300.000 Peserta dengan Asuransi Syariah
Kepercayaan peserta terhadap mekanisme ini terbukti dari pengalaman Sri Kurniati, seorang nasabah asal Jakarta yang bergabung sejak 2019. Pada 2023, anaknya mengalami cedera ligamen dengan biaya pengobatan hampir Rp300 juta.
"Kami tidak mengeluarkan biaya sepeser pun. Semua dibantu, bahkan ketika kami harus pindah rumah sakit, agen Prudential Syariah sangat sigap membantu prosesnya," ujar Sri, yang merasa keputusannya berasuransi syariah merupakan langkah terbaik bagi keluarganya.
Bagi Sri, nilai lebih asuransi syariah terletak pada konsep saling menanggung risiko. "Saat saya membayar kontribusi, saya ikut membantu peserta lain yang sedang tertimpa musibah. Dan ketika saya dalam keadaan terdesak, saya pun terbantu," jelasnya.
Pengalaman serupa diungkapkan oleh Agustine, peserta lain dari Jakarta yang telah menjadi nasabah sejak 2014. Meski memiliki BPJS Kesehatan, ia memilih melengkapi perlindungan dengan asuransi syariah. Saat menjalani operasi mata pada 2019, klaimnya senilai lebih dari Rp40 juta diproses dengan cepat dan mudah.
"Menjadi bagian dari ekosistem syariah ini adalah sebuah bentuk ibadah. Kita melindungi diri sendiri sambil membantu sesama," tutur Agustine.
Baca Juga: Prudential Indonesia Bukukan Pendapatan Premi Rp20,8 Triliun di 2024
Vivin menambahkan, besarnya angka klaim yang berhasil dibayarkan menjadi bukti nyata bahwa mekanisme gotong royong dalam asuransi syariah benar-benar bekerja dan berjalan sesuai tujuannya. Sri Kurniati berpesan kepada masyarakat yang masih ragu untuk mempertimbangkan asuransi syariah sebagai bagian dari perencanaan masa depan.
"Dengan berasuransi syariah, saya bisa melindungi keluarga sekaligus menjalankan nilai-nilai syariah. Insya Allah, ini langkah yang penuh keberkahan," tutupnya.
Pembayaran klaim yang signifikan ini bukan sekadar angka, tetapi mencerminkan nyawanya prinsip tolong-menolong (ta'awun) dalam ekosistem asuransi syariah. Setiap rupiah yang dibayarkan berasal dari dana tabarru' (dana kebajikan) yang dikontribusikan oleh para peserta sendiri, dan dikelola dengan prinsip keadilan serta transparansi oleh Prudential Syariah.
"Prinsip utama dalam asuransi syariah adalah keadilan dan tolong-menolong. Dana tabarru’ adalah amanah dari para peserta, dan kami bertanggung jawab penuh untuk menjaga dan menyalurkannya secara adil dan transparan," ujar Chief Customer & Marketing Officer Prudential Syariah,Vivin Gautama dalam pernyataannya, Kamis (11/9).
Baca Juga: Prudential Syariah Proteksi 300.000 Peserta dengan Asuransi Syariah
Kepercayaan peserta terhadap mekanisme ini terbukti dari pengalaman Sri Kurniati, seorang nasabah asal Jakarta yang bergabung sejak 2019. Pada 2023, anaknya mengalami cedera ligamen dengan biaya pengobatan hampir Rp300 juta.
"Kami tidak mengeluarkan biaya sepeser pun. Semua dibantu, bahkan ketika kami harus pindah rumah sakit, agen Prudential Syariah sangat sigap membantu prosesnya," ujar Sri, yang merasa keputusannya berasuransi syariah merupakan langkah terbaik bagi keluarganya.
Bagi Sri, nilai lebih asuransi syariah terletak pada konsep saling menanggung risiko. "Saat saya membayar kontribusi, saya ikut membantu peserta lain yang sedang tertimpa musibah. Dan ketika saya dalam keadaan terdesak, saya pun terbantu," jelasnya.
Pengalaman serupa diungkapkan oleh Agustine, peserta lain dari Jakarta yang telah menjadi nasabah sejak 2014. Meski memiliki BPJS Kesehatan, ia memilih melengkapi perlindungan dengan asuransi syariah. Saat menjalani operasi mata pada 2019, klaimnya senilai lebih dari Rp40 juta diproses dengan cepat dan mudah.
"Menjadi bagian dari ekosistem syariah ini adalah sebuah bentuk ibadah. Kita melindungi diri sendiri sambil membantu sesama," tutur Agustine.
Baca Juga: Prudential Indonesia Bukukan Pendapatan Premi Rp20,8 Triliun di 2024
Vivin menambahkan, besarnya angka klaim yang berhasil dibayarkan menjadi bukti nyata bahwa mekanisme gotong royong dalam asuransi syariah benar-benar bekerja dan berjalan sesuai tujuannya. Sri Kurniati berpesan kepada masyarakat yang masih ragu untuk mempertimbangkan asuransi syariah sebagai bagian dari perencanaan masa depan.
"Dengan berasuransi syariah, saya bisa melindungi keluarga sekaligus menjalankan nilai-nilai syariah. Insya Allah, ini langkah yang penuh keberkahan," tutupnya.
(nng)
Lihat Juga :