Utang Jatuh Tempo Indonesia Rp800 Triliun, DPR Desak Menkeu Purbaya Susun Strategi

Kamis, 11 September 2025 - 15:47 WIB
loading...
Utang Jatuh Tempo Indonesia...
Utang jatuh tempo pemerintah Indonesia menjadi sorotan dua anggota Komisi XI DPR RI, dimana nilainya pada tahun 2025 diperkirakan sebesar Rp800,33 triliun. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Utang jatuh tempo pemerintah Indonesia menjadi sorotan dua anggota Komisi XI DPR RI saat melakukan rapat kerja kemarin dengan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa . Utang menjadi salah satu persoalan krusial tahun ini, dimana nilai utang jatuh tempo pada tahun 2025 diperkirakan sebesar Rp800,33 triliun.

Bukan besar atau kecilnya utang yang menjadi persoalan, melainkan kemampuan membayarnya dan bagaimana utang tersebut dimanfaatkan. Anggota DPR dari Fraksi PDI Perjuangan, Harris Turino mempertanyakan kemampuan pemerintah dalam membayar utang yang jatuh tempo.

Ia secara spesifik menyinggung total utang jatuh tempo dan pembayaran bunga utang yang mencapai Rp1.300 triliun pada tahun ini. "Saya terus terang bertanya-tanya terus, Pak, ini apakah memang benar kita punya kemampuan bayar yang sound and clear untuk ini?” tanya Harris.

Baca Juga: Rupiah Loyo, Terseret Utang Jatuh Tempo Pemerintah Rp800 Triliun

Menkeu Purbaya diharapkan dapat menjamin pemerintah tidak akan gagal bayar atau default. Sementara itu, Kamrussamad dari Fraksi Gerindra meminta Purbaya untuk segera mengumumkan skenario strategis terkait penyelesaian utang jangka menengah dan panjang kepada publik.

Kamrussamad menekankan pentingnya momentum bagi Purbaya untuk menyusun strategi yang jelas terkait penyelesaian utang. "Ini adalah satu momentum yang tepat bagi Menteri Keuangan untuk menyusun strategi dan skenario terhadap pengurangan dan penyelesaian utang dalam jangka menengah dan jangka panjang,” kata Kamrussamad.

Sebelumnya Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu, Suminto menjelaskan, bahwa profil utang jatuh tempo pemerintah pada 2026 mengalami kenaikan. Hal ini disebabkan oleh dua faktor yakni kurs dan penerbitan utang baru yang akan jatuh tempo pada tahun tersebut.

Pemerintah memiliki jadwal pembayaran utang jatuh tempo yang bervariasi setiap bulannya sepanjang sisa tahun 2025. Pada bulan April 2025, pemerintah memiliki utang jatuh tempo sebesar Rp22 triliun. Angka ini meningkat menjadi Rp42,4 triliun di Mei, lalu melonjak tajam ke Rp178,9 triliun pada Juni, menjadi nilai utang jatuh tempo tertinggi sepanjang tahun ini.

Memasuki semester kedua, pembayaran utang kembali menurun ke Rp34,7 triliun di Juli. Namun angkanya naik kembali di Agustus menjadi Rp105,3 triliun, lalu turun menjadi Rp50,7 triliun di September.

Pada triwulan terakhir, utang jatuh tempo mencapai Rp100,7 triliun di Oktober, sebelum menurun menjadi Rp28,7 triliun di November, dan ditutup dengan pembayaran utang sebesar Rp32,1 triliun di Desember 2025.

Selain itu, profil utang jatuh tempo pemerintah untuk tahun-tahun mendatang juga telah diperbarui. Baca Juga: Utang Jatuh Tempo RI Tembus Rp3.749 T, Indef: Negara Bisa Stroke

Per tahun 2027, utang jatuh tempo mencapai Rp821,6 triliun, naik dari catatan sebelumnya. Kenaikan serupa juga terlihat pada tahun 2028, di mana utang jatuh tempo menjadi Rp794,42 triliun. Namun profil utang cenderung menurun dari tahun 2029 hingga 2033 sebelum kembali naik sedikit pada tahun 2034.

Utang yang jatuh tempo pada 2029 tercatat Rp749,71 triliun, turun menjadi Rp636,05 triliun pada 2030, dan terus menurun hingga Rp419,09 triliun pada 2033. Namun pada 2034, jumlahnya kembali naik menjadi Rp520,72 triliun.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pajak JHT Diminta Hapus,...
Pajak JHT Diminta Hapus, Begini Janji Menkeu Purbaya
Insentif Kendaraan Listrik...
Insentif Kendaraan Listrik Mundur Jauh, Begini Kata Purbaya
Purbaya Isyaratkan Marketplace...
Purbaya Isyaratkan Marketplace Pungut Pajak Pedagang Online Mulai 1 Juli 2026
Panaskan Mesin Ekonomi,...
Panaskan Mesin Ekonomi, Purbaya Tawarkan Bunga Kredit 4% untuk UKM Eksportir
Panda Bond Bakal Dinilai...
Panda Bond Bakal Dinilai Lembaga Rating China, Purbaya Tak Peduli Hasil S&P dan Moody's
Panda Bond Akan Manfaatkan...
Panda Bond Akan Manfaatkan Skema LCT, Bisa Tambah Cadev USD50 Miliar
Menkeu Purbaya Raih...
Menkeu Purbaya Raih Gelar Profesor Kehormatan Bidang Ekonomi dari Nankai University
Jaksa Agung Serahkan...
Jaksa Agung Serahkan Hasil Pemulihan Aset Rp1,22 Triliun ke Purbaya
Prabowo Panggil Purbaya...
Prabowo Panggil Purbaya hingga Bahlil ke Kertanegara, Ini yang Dibahas
Rekomendasi
Penasaran dengan Isi...
Penasaran dengan Isi Kakbah yang dijadikan Kiblat Salat? Simak Penjelasannya di Sini!
Mengemudikan Mobil Manual...
Mengemudikan Mobil Manual Lebih Menyehatkan Otak Dibandingkan Otomatis
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Rp107 Triliun Segera Cair, Perundingan Digelar di Qatar
Berita Terkini
Lindungi Bursa Saham...
Lindungi Bursa Saham dari Ancaman Siber, ADIGSI Gandeng APEI
Tak Sekadar Nyaman,...
Tak Sekadar Nyaman, Hunian Masa Depan Kini Mengandalkan Energi Hijau
Pajak JHT Diminta Hapus,...
Pajak JHT Diminta Hapus, Begini Janji Menkeu Purbaya
Program CID Pertamina...
Program CID Pertamina Patra Niaga Ubah Tantangan Lokal Jadi Peluang Usaha
SIG Berdayakan UMKM...
SIG Berdayakan UMKM Berbasis Potensi Lokal di Tuban
Keamanan Aset Kripto...
Keamanan Aset Kripto Bukan Hanya soal Teknologi, tetapi Kesadaran Pengguna
Infografis
6 Pekan, Houthi Tembak...
6 Pekan, Houthi Tembak Jatuh 7 Drone AS Senilai Rp3,4 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved