Dirut Pertamina Blak-blakan Soal Jual Stok BBM ke SPBU Swasta
Kamis, 11 September 2025 - 23:34 WIB
loading...
Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri buka suara terkait usulan Kementerian ESDM yang meminta SPBU Swasta agar membeli BBM ke Pertamina jika mengalami kelangkaan pasokan. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Direktur Utama PT Pertamina (Persero) , Simon Aloysius Mantiri buka suara terkait usulan Kementerian ESDM yang meminta SPBU Swasta agar membeli BBM ke Pertamina jika mengalami kelangkaan pasokan. Simon mengatakan, rencana tersebut memang masih dalam tahapan pembicaraan bersama Kementerian ESDM dengan para operator SPBU Swasta yang belakangan mengeluhkan soal kelangkaan BBM di sejumlah SPBU.
"Kemarin masih dalam tahap pembicaraan bersama kementerian ESDM, berkomunikasi antara Badan usaha SPBU Swasta dengan Pertamina," ujar Dirut Pertamina saat ditemui di Kompleks DPR RI usai Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VI, Kamis (11/9/2025).
Sedangkan dari sisi ketersediaan stok, Simon hanya mengatakan, bahwa stok BBM Pertamina dipastikan cukup hingga akhir tahun. Selain itu Ia enggan menjawab apakah akan pengaruhi pasokan BBM Subsidi ketika Pertamina menjual BBM ke SPBU Swasta.
Baca Juga: Pertamina Akhirnya Buka Suara Soal Stok BBM Kosong di SPBU Swasta
"Itu masih dalam tahap pembicaraan kita dengan tim. Stok pertamina masih cukup tentu sampai akhir tahun, nanti lanjut pembicaraan nanti," tambahnya.
Pada kesempatan itu, Simon juga membantah bahwa ada dugaan kelangkaan BBM di SPBU Swasta ini dikarenakan pasokan impor BBM ke swasta ini dibatasi oleh Pemerintah. "Tentang Pertamina meminjam tangan ESDM untuk tidak memberikan alokasi kuota BBM ke SPBU Swasta, saya sampaikan disini, bahwa itu tidak benar, itu tidak ada sama sekali," kata Simon di hadapan anggota Komisi VI DPR RI saat RDP.
Pada rapat tersebut, Anggota Komisi VI Mufti Anam menyebut bahwa kelangkaan BBM di SPBU Swasta disebabkan karena Kementerian ESDM dan PT Pertamina menghambat importasi terhadap SPBU Swasta.
"Katanya kelangkaan BBM di swasta ini sengaja dilakukan oleh Pertamina, karena Pertamina tidak rela harga dirinya merasa hancur karena apa? karena ketika orang isi BBM lebih memilih di BBM swasta daripada di SPBU Pertamina," kata Mufti Anam dalam rapat.
"Nah pertanyaan kami itu betul tidak Pak? Yang katanya Pertamina meminjam tangannya (kementerian) ESDM untuk bagaimana menghambat importasi terhadap SPBU swasta. Kalau terjadi kami ikut kecewa Pak," lanjutnya.
Sebelumnya Direktur Jenderal Minyak dan Gas, Kementerian ESDM, Laode Sulaeman meminta SPBU Swasta melakukan pembelian BBM ke PT Pertamina. Hal ini untuk menyiasati sejumlah SPBU di beberapa daerah yang mengalami kelangkaan BBM.
Baca Juga: Stok BBM Kosong di SPBU Swasta, Wamen ESDM Tepis Dugaan Monopoli
Ia menambahkan Kementerian ESDM juga telah menjadwalkan untuk memanggil operator SPBU Swasta di Indonesia terkait sinkronisasi pengadaan BBM di dalam negeri. Jika sebelumnya dilakukan lewat impor, ke depan pemenuhan kebutuhan BBM oleh SPBU swasta didapatkan dari PT Pertamina.
"Sinkronisasi itu adalah mengoptimalkan apa yang sudah kita miliki di dalam negeri, yaitu hasil dari BUMN, yaitu dari PT Pertamina. Tadi selesai rapat, mungkin awal minggu depan kita panggil (SPBU Swasta)," ujarnya di Jakarta (3/9).
"Kemarin masih dalam tahap pembicaraan bersama kementerian ESDM, berkomunikasi antara Badan usaha SPBU Swasta dengan Pertamina," ujar Dirut Pertamina saat ditemui di Kompleks DPR RI usai Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VI, Kamis (11/9/2025).
Sedangkan dari sisi ketersediaan stok, Simon hanya mengatakan, bahwa stok BBM Pertamina dipastikan cukup hingga akhir tahun. Selain itu Ia enggan menjawab apakah akan pengaruhi pasokan BBM Subsidi ketika Pertamina menjual BBM ke SPBU Swasta.
Baca Juga: Pertamina Akhirnya Buka Suara Soal Stok BBM Kosong di SPBU Swasta
"Itu masih dalam tahap pembicaraan kita dengan tim. Stok pertamina masih cukup tentu sampai akhir tahun, nanti lanjut pembicaraan nanti," tambahnya.
Pada kesempatan itu, Simon juga membantah bahwa ada dugaan kelangkaan BBM di SPBU Swasta ini dikarenakan pasokan impor BBM ke swasta ini dibatasi oleh Pemerintah. "Tentang Pertamina meminjam tangan ESDM untuk tidak memberikan alokasi kuota BBM ke SPBU Swasta, saya sampaikan disini, bahwa itu tidak benar, itu tidak ada sama sekali," kata Simon di hadapan anggota Komisi VI DPR RI saat RDP.
Pada rapat tersebut, Anggota Komisi VI Mufti Anam menyebut bahwa kelangkaan BBM di SPBU Swasta disebabkan karena Kementerian ESDM dan PT Pertamina menghambat importasi terhadap SPBU Swasta.
"Katanya kelangkaan BBM di swasta ini sengaja dilakukan oleh Pertamina, karena Pertamina tidak rela harga dirinya merasa hancur karena apa? karena ketika orang isi BBM lebih memilih di BBM swasta daripada di SPBU Pertamina," kata Mufti Anam dalam rapat.
"Nah pertanyaan kami itu betul tidak Pak? Yang katanya Pertamina meminjam tangannya (kementerian) ESDM untuk bagaimana menghambat importasi terhadap SPBU swasta. Kalau terjadi kami ikut kecewa Pak," lanjutnya.
Sebelumnya Direktur Jenderal Minyak dan Gas, Kementerian ESDM, Laode Sulaeman meminta SPBU Swasta melakukan pembelian BBM ke PT Pertamina. Hal ini untuk menyiasati sejumlah SPBU di beberapa daerah yang mengalami kelangkaan BBM.
Baca Juga: Stok BBM Kosong di SPBU Swasta, Wamen ESDM Tepis Dugaan Monopoli
Ia menambahkan Kementerian ESDM juga telah menjadwalkan untuk memanggil operator SPBU Swasta di Indonesia terkait sinkronisasi pengadaan BBM di dalam negeri. Jika sebelumnya dilakukan lewat impor, ke depan pemenuhan kebutuhan BBM oleh SPBU swasta didapatkan dari PT Pertamina.
"Sinkronisasi itu adalah mengoptimalkan apa yang sudah kita miliki di dalam negeri, yaitu hasil dari BUMN, yaitu dari PT Pertamina. Tadi selesai rapat, mungkin awal minggu depan kita panggil (SPBU Swasta)," ujarnya di Jakarta (3/9).
(akr)
Lihat Juga :