Stok Minyak Global Terkuras, Produksi Kilang China Tiarap hingga Level Terendah

Rabu, 20 Mei 2026 - 08:34 WIB
loading...
Stok Minyak Global Terkuras,...
Persediaan minyak global menyusut dalam laju tercepat sepanjang sejarah seiring memanasnya krisis di Selat Hormuz yang kini telah memasuki bulan ketiga. FOTO/Baseoilnews.com
A A A
JAKARTA - Persediaan minyak global menyusut dalam laju tercepat sepanjang sejarah seiring memanasnya krisis di Selat Hormuz yang kini telah memasuki bulan ketiga. Kondisi darurat ini berimbas langsung pada sektor hilir global, yang ditandai dengan jatuhnya volume produksi kilang minyak China hingga ke level terendah dalam empat tahun terakhir.

"Krisis ini sebagai ancaman keamanan energi paling parah dalam sejarah, melampaui guncangan pasokan pada tahun 1973, 1979, dan 2022," ujar Direktur Eksekutif International Energy Agency (IEA) Fatih Birol dikutip dari CNBC, Rabu (20/5/2026).

Baca Juga: MBS dan Emir Qatar Intervensi Rencana Trump untuk Menyerang Iran, Apa Pemicunya?

Laporan IEA mencatat persediaan minyak bumi global anjlok hampir 250 juta barel sepanjang Maret hingga April, atau setara dengan kehilangan sekitar 4 juta barel per hari. Meski negara-negara anggota IEA telah melepas 164 juta barel dari rencana 400 juta barel cadangan darurat, langkah intervensi terbesar dalam sejarah lembaga tersebut dinilai belum mampu menutup defisit pasar yang diproyeksikan bertahan hingga akhir kuartal ketiga.



Tekanan paling berat kini dirasakan oleh China selaku importir minyak mentah terbesar di dunia akibat hampir terhentinya lalu lintas tanker di Selat Hormuz. Data National Bureau of Statistics of China menunjukkan aktivitas pengolahan minyak mentah di kilang-kilang domestik anjlok 5,8% secara tahunan menjadi hanya 13,3 juta barel per hari pada April, yang merupakan titik terendah sejak Agustus 2022.

Kondisi tersebut diperparah oleh penurunan volume impor minyak mentah Negeri Tirai Bambu sebesar 20 persen menjadi 9,25 juta barel per hari. Dampaknya, pemerintah China terpaksa membatasi ekspor bahan bakar sejak pertengahan Maret demi mengamankan pasokan domestik, yang berujung pada merosotnya ekspor produk minyak olahan hingga 38% pada April.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Usai Hengkang dari OPEC,...
Usai Hengkang dari OPEC, Produksi Minyak UEA Cetak Rekor Tembus 4,1 Juta Barel per Hari
Permintaan Minyak Global...
Permintaan Minyak Global Diramal Turun Tajam di 2026, Terburuk sejak Pandemi Covid-19
Dunia Tak Lagi Takut...
Dunia Tak Lagi Takut Ancaman Gejolak Selat Hormuz imbas Perang AS-Iran, Apa Rahasianya?
Industri Plastik Tertekan...
Industri Plastik Tertekan Impor Murah China, Pabrik Mulai Pangkas Jam Kerja
Rahasia Industri Logam...
Rahasia Industri Logam Tanah Jarang China Dibongkar Ilmuwan, AS-Jepang Pegang Kunci Mineral Langka!
Kesepakatan Damai Batal!...
Kesepakatan Damai Batal! AS Gempur Balik Iran, Harga Minyak Ngamuk Lagi
Iran Akui Melakukan...
Iran Akui Melakukan Kesalahan Menembaki Kapal Tanker di Selat Hormuz
Bagaimana Rencana Baru...
Bagaimana Rencana Baru Iran Bunuh Trump Terungkap?
AS dan Iran Akan Kembali...
AS dan Iran Akan Kembali ke Meja Perundingan, tapi Trump punya 1 Syarat, Apa Itu?
Rekomendasi
AS dan Iran Akan Kembali...
AS dan Iran Akan Kembali ke Meja Perundingan, tapi Trump punya 1 Syarat, Apa Itu?
Blunder Senne Lammens...
Blunder Senne Lammens dan Pelukan Courtois
Don Ritto Jadi Tersangka...
Don Ritto Jadi Tersangka Kasus Korupsi yang Jerat Eks Jampidsus, Ditahan di Rutan Polda
Berita Terkini
Elnusa Petrofin Akselerasi...
Elnusa Petrofin Akselerasi Transformasi Digital Jasa Logistik Energi
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Kawal B50, Pakar Ekonomi: Solusi Cerdas Tekan Impor Minyak
HUT ke-54, Petrokimia...
HUT ke-54, Petrokimia Gresik Fokus Transformasi dan Keberlanjutan
Pemerintah Bakal Bangun...
Pemerintah Bakal Bangun Pusat Finansial di Bali, PP Ditargetkan Rampung Agustus
RANS Resmi Jadi Perusahaan...
RANS Resmi Jadi Perusahaan Terbuka, Investor Sambut Positif Debut di Bursa
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp5.000 per Gram, Buyback Jadi Berapa?
Infografis
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved