Negara Industri Mulai Bangkit, Harga Minyak Diprediksi Menguat
Senin, 04 Mei 2020 - 10:32 WIB
loading...
A
A
A
"Melihat bisnis Pertamina memang harus secara menyeluruh, karena tidak hanya bermain di hilir tetapi juga di hulu yang saat ini sedang terpukul akibat Covid-19 dan rendahnya harga minyak mentah dunia," kata dia.
Hal itu juga sempat dikatakan oleh Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Dwi Soetjipto. Pihaknya mengatakan bahwa industri hulu migas tidak bisa serta merta menghentikan produksi migas pada saat harga minyak mengalami penurunan secara signifikan.
"Kita akan sulit akan untuk mulai menjalankan operasionalnya lagi di samping biaya penghentian operasi produksi hingga reaktivasi sumur sangat besar," tandasnya.
Dwi mengatakan, industri hulu migas baru bisa jalan ketika harga minyak mentah berada di atas USD20 per barel. Mantan direktur utama Pertamina ini menyebutkan, harga minyak dunia diprediksi meningkat pada kuartal III/2020. "Kami memproyeksikan masih akan terus meningkat sampai kuartal IV/2020 mendatang," ujarnya.
Hal itu juga sempat dikatakan oleh Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Dwi Soetjipto. Pihaknya mengatakan bahwa industri hulu migas tidak bisa serta merta menghentikan produksi migas pada saat harga minyak mengalami penurunan secara signifikan.
"Kita akan sulit akan untuk mulai menjalankan operasionalnya lagi di samping biaya penghentian operasi produksi hingga reaktivasi sumur sangat besar," tandasnya.
Dwi mengatakan, industri hulu migas baru bisa jalan ketika harga minyak mentah berada di atas USD20 per barel. Mantan direktur utama Pertamina ini menyebutkan, harga minyak dunia diprediksi meningkat pada kuartal III/2020. "Kami memproyeksikan masih akan terus meningkat sampai kuartal IV/2020 mendatang," ujarnya.
(fai)
Lihat Juga :