Optik Tunggal Perluas Jangkauan CSR ke Daerah Terpencil
Sabtu, 13 September 2025 - 20:15 WIB
loading...
PERDAMI menganugerahkan Tanda Penghargaan Djoko Sarwono kepada Optik Tunggal. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Optik Tunggal, melalui program Corporate Social Responsibility (CSR)-nya, telah menjangkau lebih dari 20 daerah terpencil di Indonesia untuk membantu anak-anak pasca operasi katarak kongenital mendapatkan akses terhadap kacamata korektif khusus. Komitmen berkelanjutan ini fokus pada pembangunan sistem yang memperluas layanan pemeriksaan mata bagi anak.
CEO Optik Tunggal, Alexander F. Kurniawan, menegaskan bahwa penglihatan yang sehat adalah fondasi penting bagi masa depan anak. "Kami berkomitmen untuk memperluas jangkauan program, menjangkau lebih banyak wilayah, mendukung lebih banyak anak, dan terus menjalin kolaborasi bermakna dengan komunitas medis di Indonesia," ujar Alexander dalam pernyataannya, Sabtu (13/9).
Baca Juga: Ajang Maraton Internasional Ini Jadi Wadah Gaya Hidup Sehat dan Kampanye Sosial
Program CSR Congenital Cataract yang dijalankan sejak 2018 bersama ZEISS, produsen lensa optik ternama dunia, tidak hanya berfokus pada distribusi kacamata. Program ini juga mencakup pemeriksaan mata gratis dan edukasi bagi keluarga. Melalui teknologi lensa ZEISS, kacamata yang biasanya tebal dan berat dapat didesain menjadi lebih tipis, ringan, dan nyaman untuk anak-anak.
Keunikan inisiatif ini terletak pada pendekatan kemitraan berlapis. Optik Tunggal membangun kolaborasi strategis dengan rumah sakit daerah dan dokter mata dari berbagai kota untuk menjangkau wilayah dengan keterbatasan akses optik. Perusahaan juga menggalang kesadaran masyarakat melalui partisipasi dalam kegiatan seperti Maybank Marathon Bali.
Atas kontribusi nyata dan berkelanjutan tersebut, Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI) menganugerahkan Tanda Penghargaan Djoko Sarwono kepada Optik Tunggal dalam rangkaian Konas ke-17 dan PIT ke-50 Perdami di Bandung.
Penghargaan ini merupakan apresiasi tertinggi PERDAMI untuk institusi non-dokter yang dinilai memiliki kontribusi luar biasa dalam penanggulangan kebutaan di Indonesia.
dr. Feti Karfiati dari Departemen Penilaian dan Pemberian Penghargaan Profesi Perdami (D4) menyatakan bahwa pemilihan Optik Tunggal didasarkan pada keberlanjutan program dan nilai kemanusiaan yang melekat dalam setiap aksinya.
"Kami melihat bahwa Optik Tunggal menunjukkan keselarasan antara ilmu pengetahuan, tindakan nyata, dan empati sosial. Hal ini sangat sejalan dengan semangat MASAGI yang menjadi tema Konas-PIT ke-50 tahun ini," kata Feti.
Baca Juga: Peduli Kesehatan Mata, Optik Tunggal Bantu Anak-anak dengan Kebutuhan Kacamata Khusus
Alexander menyatakan bahwa penghargaan ini adalah milik seluruh pihak yang terlibat, termasuk tim internal, mitra ZEISS, dokter, tenaga medis, rumah sakit, dan keluarga anak-anak.
"Penghargaan ini menjadi pengingat bagi kami untuk terus memberikan akses bantuan penglihatan optimal, sebagai hak dasar yang bisa dijangkau oleh setiap anak Indonesia," tutup Alexander.
CEO Optik Tunggal, Alexander F. Kurniawan, menegaskan bahwa penglihatan yang sehat adalah fondasi penting bagi masa depan anak. "Kami berkomitmen untuk memperluas jangkauan program, menjangkau lebih banyak wilayah, mendukung lebih banyak anak, dan terus menjalin kolaborasi bermakna dengan komunitas medis di Indonesia," ujar Alexander dalam pernyataannya, Sabtu (13/9).
Baca Juga: Ajang Maraton Internasional Ini Jadi Wadah Gaya Hidup Sehat dan Kampanye Sosial
Program CSR Congenital Cataract yang dijalankan sejak 2018 bersama ZEISS, produsen lensa optik ternama dunia, tidak hanya berfokus pada distribusi kacamata. Program ini juga mencakup pemeriksaan mata gratis dan edukasi bagi keluarga. Melalui teknologi lensa ZEISS, kacamata yang biasanya tebal dan berat dapat didesain menjadi lebih tipis, ringan, dan nyaman untuk anak-anak.
Keunikan inisiatif ini terletak pada pendekatan kemitraan berlapis. Optik Tunggal membangun kolaborasi strategis dengan rumah sakit daerah dan dokter mata dari berbagai kota untuk menjangkau wilayah dengan keterbatasan akses optik. Perusahaan juga menggalang kesadaran masyarakat melalui partisipasi dalam kegiatan seperti Maybank Marathon Bali.
Atas kontribusi nyata dan berkelanjutan tersebut, Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI) menganugerahkan Tanda Penghargaan Djoko Sarwono kepada Optik Tunggal dalam rangkaian Konas ke-17 dan PIT ke-50 Perdami di Bandung.
Penghargaan ini merupakan apresiasi tertinggi PERDAMI untuk institusi non-dokter yang dinilai memiliki kontribusi luar biasa dalam penanggulangan kebutaan di Indonesia.
dr. Feti Karfiati dari Departemen Penilaian dan Pemberian Penghargaan Profesi Perdami (D4) menyatakan bahwa pemilihan Optik Tunggal didasarkan pada keberlanjutan program dan nilai kemanusiaan yang melekat dalam setiap aksinya.
"Kami melihat bahwa Optik Tunggal menunjukkan keselarasan antara ilmu pengetahuan, tindakan nyata, dan empati sosial. Hal ini sangat sejalan dengan semangat MASAGI yang menjadi tema Konas-PIT ke-50 tahun ini," kata Feti.
Baca Juga: Peduli Kesehatan Mata, Optik Tunggal Bantu Anak-anak dengan Kebutuhan Kacamata Khusus
Alexander menyatakan bahwa penghargaan ini adalah milik seluruh pihak yang terlibat, termasuk tim internal, mitra ZEISS, dokter, tenaga medis, rumah sakit, dan keluarga anak-anak.
"Penghargaan ini menjadi pengingat bagi kami untuk terus memberikan akses bantuan penglihatan optimal, sebagai hak dasar yang bisa dijangkau oleh setiap anak Indonesia," tutup Alexander.
(nng)
Lihat Juga :