Mendorong Hospitality Indonesia Terapkan Pengadaan Berkelanjutan
Minggu, 14 September 2025 - 20:54 WIB
loading...
A
A
A
Menurut studi Frontiers in Sustainable Food Systems (2025), lebih dari 90% petani yang memasok sektor Horeka di Indonesia masih mengandalkan tabungan pribadi untuk modal usaha, dengan tingkat adopsi teknologi yang relatif rendah.
Sementara itu riset global dalam International Journal of Production Research (2024) menunjukkan bahwa penerapan green procurement tidak hanya memperkuat reputasi bisnis, tetapi juga meningkatkan efisiensi biaya dan mendorong inovasi. Temuan ini menegaskan pentingnya memperkuat keterhubungan antara petani lokal dan sektor Horeka agar tercipta rantai pasok yang tangguh dan berkelanjutan.
Senior Analyst Kopernik, Kathleen Nugroho menyampaikan, “Banyak hotel, restoran, dan café skala kecil menengah belum tahu bagaimana memulai. Kami hadir memberi baseline sederhana agar langkah menuju keberlanjutan bisa lebih nyata dan praktis.”
Untuk itu, Sustainable Procurement Guideline yang dikembangkan oleh KEM, Kopernik, dan Eco Tourism Bali dirancang sebagai panduan aplikatif untuk buyer maupun supplier di sektor Horeka, mencakup produk, pemasok, hingga pengelolaan limbah. Dengan adanya instrumen supplier assessment tool, pelaku usaha dapat menilai sejauh mana pemasok mereka menerapkan prinsip keberlanjutan, sekaligus memperkuat transparansi dan kolaborasi di sepanjang rantai pasok.
Sejalan dengan tren pariwisata berkelanjutan, The Meru Sanur dan Bali Beach Heritage menjadikan sustainability sebagai bagian dari aksi nyata mereka. “Dengan filosofi Tri Hita Karana yang sejalan dengan ESG, kami berkomitmen menjaga keseimbangan, menghargai tamu dan staf, serta berkolaborasi dengan komunitas lokal. Sustainability bukan sekadar tren, tapi tanggung jawab kami. Prinsipnya sederhana: kalau ada di Bali, kita beli di Bali dulu,” ujar Director of Marketing & Communications The Meru Sanur & Bali Beach Hotel, Melody Siagian.
Sementara itu riset global dalam International Journal of Production Research (2024) menunjukkan bahwa penerapan green procurement tidak hanya memperkuat reputasi bisnis, tetapi juga meningkatkan efisiensi biaya dan mendorong inovasi. Temuan ini menegaskan pentingnya memperkuat keterhubungan antara petani lokal dan sektor Horeka agar tercipta rantai pasok yang tangguh dan berkelanjutan.
Senior Analyst Kopernik, Kathleen Nugroho menyampaikan, “Banyak hotel, restoran, dan café skala kecil menengah belum tahu bagaimana memulai. Kami hadir memberi baseline sederhana agar langkah menuju keberlanjutan bisa lebih nyata dan praktis.”
Untuk itu, Sustainable Procurement Guideline yang dikembangkan oleh KEM, Kopernik, dan Eco Tourism Bali dirancang sebagai panduan aplikatif untuk buyer maupun supplier di sektor Horeka, mencakup produk, pemasok, hingga pengelolaan limbah. Dengan adanya instrumen supplier assessment tool, pelaku usaha dapat menilai sejauh mana pemasok mereka menerapkan prinsip keberlanjutan, sekaligus memperkuat transparansi dan kolaborasi di sepanjang rantai pasok.
Sejalan dengan tren pariwisata berkelanjutan, The Meru Sanur dan Bali Beach Heritage menjadikan sustainability sebagai bagian dari aksi nyata mereka. “Dengan filosofi Tri Hita Karana yang sejalan dengan ESG, kami berkomitmen menjaga keseimbangan, menghargai tamu dan staf, serta berkolaborasi dengan komunitas lokal. Sustainability bukan sekadar tren, tapi tanggung jawab kami. Prinsipnya sederhana: kalau ada di Bali, kita beli di Bali dulu,” ujar Director of Marketing & Communications The Meru Sanur & Bali Beach Hotel, Melody Siagian.
Lihat Juga :