5 Jurus Prabowo untuk Percepatan Penciptaan Lapangan Kerja
Selasa, 16 September 2025 - 09:00 WIB
loading...
Presiden Prabowo Subianto meluncurkan lima kebijakan andalan untuk mempercepat penciptaan lapangan kerja di berbagai sektor. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto meluncurkan lima kebijakan andalan untuk mempercepat penciptaan lapangan kerja di berbagai sektor. Program-program ini dirancang untuk mengatasi pengangguran dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menjelaskan, kebijakan pertama dan yang paling utama adalah pendirian Koperasi Desa Merah Putih di setiap desa atau kelurahan.Dari rencana 80.000 unit koperasi yang akan dibangun, program ini ditargetkan mampu menciptakan lapangan kerja bagi 681.000 orang dengan ambisi mencapai 1 juta tenaga kerja hingga Desember.
"Pertama itu tentu Koperasi Desa Merah Putih. Itu ada 80.000 (unit), karyawan baru diperkirakan bisa menyerap 681.000 dan targetnya sampai 1 juta orang di bulan Desember," ungkap Airlangga di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (15/9).
Baca Juga: Daftar Lengkap Stimulus Ekonomi 8+4+5 Senilai Rp16,23 Triliun di Semester II-2025
Program kedua, Kampung Nelayan Merah Putih, menargetkan 100 desa tahun ini dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 8.645 orang. "Jangka panjang ini akan menjadi 4.000 titik bisa menciptakan 200 ribu lapangan kerja," ujarnya.
Kebijakan ketiga berfokus pada revitalisasi tambak seluas 20.000 hektare (ha) di Pantura, yang diproyeksikan dapat menyerap 168.000 tenaga kerja. Selanjutnya, program keempat adalah modernisasi 1.000 kapal nelayan dengan berbagai ukuran, yang diperkirakan akan menciptakan 200.000 lapangan kerja.
Baca Juga: Pemerintah Siapkan Paket Stimulus Ekonomi 8+4, Apa Saja?
Terakhir, pemerintah meluncurkan program perkebunan rakyat dengan menanam kembali 870.000 ha lahan garapan pertanian. Program ini, yang akan memprioritaskan komoditas seperti tebu, kakao, kelapa, kopi, mete, dan pala, diharapkan bisa membuka lebih dari 1,6 juta lapangan kerja.
Melalui lima pilar kebijakan ini, pemerintah berupaya menciptakan fondasi yang kuat untuk pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menjelaskan, kebijakan pertama dan yang paling utama adalah pendirian Koperasi Desa Merah Putih di setiap desa atau kelurahan.Dari rencana 80.000 unit koperasi yang akan dibangun, program ini ditargetkan mampu menciptakan lapangan kerja bagi 681.000 orang dengan ambisi mencapai 1 juta tenaga kerja hingga Desember.
"Pertama itu tentu Koperasi Desa Merah Putih. Itu ada 80.000 (unit), karyawan baru diperkirakan bisa menyerap 681.000 dan targetnya sampai 1 juta orang di bulan Desember," ungkap Airlangga di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (15/9).
Baca Juga: Daftar Lengkap Stimulus Ekonomi 8+4+5 Senilai Rp16,23 Triliun di Semester II-2025
Program kedua, Kampung Nelayan Merah Putih, menargetkan 100 desa tahun ini dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 8.645 orang. "Jangka panjang ini akan menjadi 4.000 titik bisa menciptakan 200 ribu lapangan kerja," ujarnya.
Kebijakan ketiga berfokus pada revitalisasi tambak seluas 20.000 hektare (ha) di Pantura, yang diproyeksikan dapat menyerap 168.000 tenaga kerja. Selanjutnya, program keempat adalah modernisasi 1.000 kapal nelayan dengan berbagai ukuran, yang diperkirakan akan menciptakan 200.000 lapangan kerja.
Baca Juga: Pemerintah Siapkan Paket Stimulus Ekonomi 8+4, Apa Saja?
Terakhir, pemerintah meluncurkan program perkebunan rakyat dengan menanam kembali 870.000 ha lahan garapan pertanian. Program ini, yang akan memprioritaskan komoditas seperti tebu, kakao, kelapa, kopi, mete, dan pala, diharapkan bisa membuka lebih dari 1,6 juta lapangan kerja.
Melalui lima pilar kebijakan ini, pemerintah berupaya menciptakan fondasi yang kuat untuk pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
(akr)
Lihat Juga :