Phillip Trading Symposium Pertemukan Stakeholder di Industri Derivatif

Selasa, 16 September 2025 - 17:59 WIB
loading...
Phillip Trading Symposium...
Phillip Trading Symposium sukses mempertemukan berbagai pemangku kepentingan industri derivatif dalam forum tahunan bertema Commodities, Capital, Connectivity: Indonesia’s Triple Advantage. FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - Phillip Trading Symposium sukses mempertemukan berbagai pemangku kepentingan industri derivatif dalam forum tahunan bertema "Commodities, Capital, Connectivity: Indonesia’s Triple Advantage". Acara ini merupakan bagian dari simposium global Phillip Group yang sudah berkiprah lebih dari 50 tahun, sementara di Indonesia Phillip Futures telah hadir selama 16 tahun sebagai anggota Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) dan Indonesia Clearing House (ICH).

Forum ini tidak hanya menghadirkan pemimpin industri, regulator, dan investor, tetapi juga menjadi wadah berbagi pengetahuan mengenai instrumen derivatif serta teknologi pendukungnya. Simposium diharapkan memperkuat kolaborasi antara trader, broker, bursa, regulator, hingga penyedia teknologi.

Baca Juga: Berpartisipasi di Virtual Trading Competition 2025, MNC University Teguhkan Komitmen Pendidikan Keuangan

Sejumlah tokoh hadir sebagai pembicara, antara lain CEO Phillip Nova Teyu Che Chern, ekonom ASEAN UOB Group Enrico Tanuwidjaja, Founder Jacaranda Capital Partners Sean Mulhearn, Group CEO ICDX Megain Widjaja, CEO Bursa Berjangka Jakarta (JFX) Yazid Kanca Surya, serta perwakilan bursa internasional dari CME Group, ICE Futures Singapore, Osaka Exchange, CQG, SGX, dan IDX.

Director Marketing & Sales Channel Phillip Nova, Fanti Apriliana Dwi, menegaskan potensi besar Indonesia dalam perdagangan berjangka, terutama berbasis komoditas. "Dengan komoditas melimpah, modal berkembang, dan konektivitas yang semakin kuat, Indonesia siap menjadi pemain penting di panggung global. Instrumen futures dapat membantu pelaku usaha mengelola risiko dan mendorong pertumbuhan bisnis," kata dia dalam pernyataannya, Selasa (16/9).

Sementara, Group CEO ICDX Megain Widjaja menyebut simposium ini penting karena mempertemukan berbagai pihak yang berkepentingan dengan industri derivatif. "Perubahan regulasi pasca terbitnya UU Penguatan dan Pengembangan Sektor Keuangan (UUPPSK) membuka peluang masuknya partisipan baru, termasuk bank dan institusi keuangan, sehingga pasar lebih beragam," ujarnya.

Megain menekankan pentingnya digitalisasi untuk memperluas jangkauan pasar derivatif. Menurutnya, muncul partisipan baru yang lebih dinamis dan membutuhkan platform yang relevan agar dapat bersinergi. “ICDX berkomitmen menghadirkan ekosistem yang inklusif dan kompetitif, seiring transformasi digital yang mendorong pertumbuhan pasar,” katanya.

Baca Juga: 5 Cara Trading Crypto Secara Mudah untuk Pemula

Ia menambahkan, Indonesia yang kerap disebut sebagai "raksasa tertidur" kini mulai menunjukkan potensi nyata untuk kembali menjadi pemain penting di tingkat global. Sebagai informasi, UU No. 4 Tahun 2023 mengatur pembagian kewenangan regulator industri derivatif. Bank Indonesia mengawasi derivatif dengan underlying pasar uang dan valuta asing, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengatur derivatif berbasis saham, sementara Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) bertugas mengawasi derivatif berbasis komoditas. Phillip Trading Symposium diharapkan menjadi momentum penting untuk memperkuat posisi Indonesia dalam ekosistem perdagangan derivatif internasional, sekaligus membuka ruang pertumbuhan ekonomi berbasis komoditas dan teknologi.

(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
Gegara Ledakan AI, Industri...
Gegara Ledakan AI, Industri Cip Rp27.000 Triliun Jadi Medan Perang AS-China
HUT ke-14, JustMarkets...
HUT ke-14, JustMarkets Bagi-bagi Emas Batangan dan Total Hadiah USD50.000+
Seminar dan Live Trading,...
Seminar dan Live Trading, Didimax Dorong Edukasi Trading yang Aman serta Mandiri
EORMC Merilis Strategi...
EORMC Merilis Strategi Keuangan Hijau, Berkomitmen Pembangunan Berkelanjutan
Ini Cara Mengenali saat...
Ini Cara Mengenali saat Pasar Bersiap Melakukan Pergerakan Besar
International Industrial...
International Industrial Week Indonesia 2026 Resmi Dibuka, Dorong Daya Saing Industri Melalui Inovasi dan Kemitraan Strategis
Evita DPR Soroti Ruwetnya...
Evita DPR Soroti Ruwetnya Industri Tekstil Nasional
Bontang Lestari dan...
Bontang Lestari dan KIE Siap Jadi Magnet Baru Kaltim
Rekomendasi
Pasukan Elite AS Siapkan...
Pasukan Elite AS Siapkan Skenario Caplok Uranium Iran, tapi Kenapa Tidak Dilaksanakan?
Kejagung: Sony Sanjaya...
Kejagung: Sony Sanjaya Tak Bisa Jadi Justice Collaborator Jika Menjadi Pelaku Utama
Gempa Magnitudo 5,1...
Gempa Magnitudo 5,1 Guncang Bitung Sulawesi Utara, Dirasakan di Manado dan Ternate
Berita Terkini
Asprindo Dorong Skema...
Asprindo Dorong Skema Hybrid Pengelolaan Blok Andaman
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
Industri Diajak Bergerak...
Industri Diajak Bergerak Cepat Adopsi Energi Surya
Migrasi Pertamax ke...
Migrasi Pertamax ke Pertalite, Subsidi BBM Terancam Jebol Rp19,5 Triliun
Komitmen Perbaikan Tata...
Komitmen Perbaikan Tata Kelola Pengadaan Energi, Pertamina Patra Niaga Gelar FGD
Rupiah Menguat dalam...
Rupiah Menguat dalam Sepekan, Simak Prediksi Pekan Depan
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved