Turis Asing Belum Masuk, Luhut: Enggak Masalah, Kita Sakti Loh!
Sabtu, 12 September 2020 - 08:48 WIB
loading...
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut B. Pandjaitan mengatakan, tidak masalah apabila turis Asing hingga saat ini belum diperbolehkan masuk ke Tanah Air. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut B. Pandjaitan mengatakan, tidak masalah apabila turis Asing hingga saat ini belum diperbolehkan masuk ke Tanah Air. Lebih lanjut Ia menerangkan, yang menjadi fokus pemerintah saat ini adalah wisatawan dalam negeri untuk mengembalikan potensi sektor penyumbang devisa negara.
"Nggak masalah, wisatawan domestik kita kan banyak. Turis internasional saya rasa baru akan pulih 2021 akhir," ujar Luhut dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Sabtu (12/9/2020).
(Baca Juga: Luhut Belum Mau Terima Turis Asing, Pelancong Lokal Punya Simpanan Uang Banyak )
Dia meyakini turis lokal memiliki potensi besar dalam memulihkan pariwisata Indonesia. Dalam upaya pemulihan sektor pariwisata ini, Luhut pernah menyatakan keinginannya agar turis domestik bisa mencapai 70%.
"Kan kita banyak sekarang turis. Haji belum boleh, umroh belum boleh, ke luar negeri belum boleh, kecuali pekerjaan dinas ya. Berobat belum boleh, sekarang kita bikin rumah sakit internasional. Itu menghemat mungkin beberapa miliar dollar. Uangnya berputar dalam negeri," ungkapnya.
"Nggak masalah, wisatawan domestik kita kan banyak. Turis internasional saya rasa baru akan pulih 2021 akhir," ujar Luhut dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Sabtu (12/9/2020).
(Baca Juga: Luhut Belum Mau Terima Turis Asing, Pelancong Lokal Punya Simpanan Uang Banyak )
Dia meyakini turis lokal memiliki potensi besar dalam memulihkan pariwisata Indonesia. Dalam upaya pemulihan sektor pariwisata ini, Luhut pernah menyatakan keinginannya agar turis domestik bisa mencapai 70%.
"Kan kita banyak sekarang turis. Haji belum boleh, umroh belum boleh, ke luar negeri belum boleh, kecuali pekerjaan dinas ya. Berobat belum boleh, sekarang kita bikin rumah sakit internasional. Itu menghemat mungkin beberapa miliar dollar. Uangnya berputar dalam negeri," ungkapnya.
Lihat Juga :