Luhut Belum Mau Terima Turis Asing, Pelancong Lokal Punya Simpanan Uang Banyak

loading...
Luhut Belum Mau Terima Turis Asing, Pelancong Lokal Punya Simpanan Uang Banyak
Untuk turis dari mancanegara, Luhut memastikan bahwa pemerintah belum mau menerimanya hingga akhir tahun 2020 mendatang, karena menurutnya pelancong lokal masih memiliki simpanan uang yang cukup banyak. Foto/Dok
A+ A-
JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, saat ini pemerintah tengah berupaya keras memancing animo masyarakat, untuk mulai berwisata ke sejumlah destinasi wisata di Tanah Air. Adapun pemerintah bahkan memasang target bahwa wisatawan domestik yang berwisata itu setidaknya bisa mencapai sekitar 70% .

"(Dalam upaya) pemulihan sektor pariwisata ini, kami mau turis domestik itu 70 persen," kata Luhut dalam acara rakernas APINDO di Jakarta, Kamis (3/8/2020).

(Baca Juga: Jodohkan BUMN Penerbangan dengan Pariwisata, Maunya Jokowi Apa?)

Sementara untuk turis dari mancanegara, Luhut memastikan bahwa pemerintah belum mau menerimanya hingga akhir tahun 2020 mendatang. "Masalah turis asing, kami sampai akhir tahun belum akan terima. Biar saja kita konsolidasi dulu," ujarnya.

Luhut mengatakan, pemerintah optimistis bahwa animo berwisata dari para pelancong lokal akan tinggi, karena menurutnya masyarakat masih memiliki simpanan uang yang cukup banyak. Hal itu disebabkan karena dalam beberapa waktu terakhir, masyarakat Indonesia tidak melakukan perjalanan ke sejumlah destinasi mancanegara yang biasanya ramai dikunjungi seperti misalnya umrah atau bahkan berobat ke negeri tetangga.



"Duit di kita cukup banyak karena yang umrah kan tidak ada. Lalu orang yang biasa berobat di Singapura dan Malaysia, kan tidak berobat. Kalau kita hitung bisa puluhan triliun, atau miliar dolar (jumlahnya)," ungkapnya.

(Baca Juga: Sedot Investasi Rp23 Triliun, ITDC Jadikan Pariwisata Penopang Ekonomi Nasional)

Karenanya, Luhut berharap bahwa dana yang tidak dibelanjakan oleh masyarakat itu nantinya bisa mulai dikeluarkan, untuk tujuan berwisata di destinasi wisata yang ada di Tanah Air. Hal itu menurutnya akan ikut membantu pemerintah dalam upaya memulihkan kembali sektor pariwisata, yang menjadi salah satu tumpuan bagi aspek perekonomian nasional.

"Kami ingin (dana) itu dibelanjakan di dalam negeri. Itu sebabnya rumah sakit pun kami ingin 'enggage' dengan rumah sakit terkenal, misalnya di Bali," tandasnya.
(akr)
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top