BTN Kebagian Dana Rp25 Triliun, Bos Danantara: Jadi Salah Satu Vitamin
Rabu, 17 September 2025 - 07:55 WIB
loading...
Menteri Investasi/Kepala BKPM sekaligus CEO Danantara, Rosan Roeslani mengungkapkan, pemerintah telah menyalurkan dana Rp200 triliun ke sejumlah bank Himbara, termasuk Rp25 triliun ke BTN. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Menteri Investasi/Kepala BKPM sekaligus CEO Danantara , Rosan Roeslani mengungkapkan, pemerintah telah menyalurkan dana Rp200 triliun ke sejumlah bank Himbara pada Jumat (12/9) lalu, termasuk Rp25 triliun ke PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) atau BTN .Rosan menegaskan, dana tersebut akan digunakan secara tepat sasaran untuk mendukung sektor produktif, terutama program perumahan yang menjadi fokus BTN.
“Dan dana yang Rp200 triliun itu sudah masuk hari Jumat, kepada bank-bank Himbara kami, dan termasuk ke BTN, Rp25 triliun, sehingga itu pun bisa dipergunakan secara baik dan benar, kembali lagi untuk mendukung program-program perumahan yang memang adalah bidang dari BTN. Jadi itu salah satu vitamin lagi yang ada,” ujar Rosan saat ditemui usai acara Pertemuan & Simposium di Jakarta, Selasa (16/9/2025).
Lebih lanjut, Rosan menyampaikan bahwa dirinya sudah berkoordinasi dengan Menteri Pekerjaan dan Perumahan Rakyat (PKP) Maruarar Sirait serta asosiasi terkait untuk memastikan penyerapan dana tersebut berjalan optimal. Baca Juga: Penempatan Dana Rp200 Triliun Melanggar Konstitusi dan 3 UU, Didik J Rachbini: Tak Bisa Semau Gue
“Kembali lagi, ini juga saya sampaikan kepada Pak Ara (Menteri PKP) dan juga kepada seluruh asosiasi, penyerapannya, ini kan untuk menyerap besar itu tidak mudah ya, tapi saya yakin ini bisa berjalan dengan baik, dengan benar, dan program 3 juta rumah yang dicanakan oleh Bapak Presiden akan bisa berjalan dengan baik, dengan cepat, dan menghasilkan apa yang selama ini direncanakan,” jelasnya.
Rosan juga menekankan bahwa meski porsi BTN hanya Rp25 triliun, sektor perumahan tetap berpotensi mendapatkan dukungan dari bank Himbara lainnya. Baca Juga: Tujuannya Baik, Tapi Penempatan Dana Rp200 Triliun di Perbankan Melenceng dari Amanah
“Yang BTN kan Rp25 triliun, tapi di bank-bank lain pun itu tetap kita terbuka gitu ya, yang penting itu dana yang masuk itu dipergunakan untuk pendanaan atau loan-loan baru yang produktif, yang terutama memang ada dua kriteriannya, satu berorientasi ekspor, kedua yang penciptakan lapangan pekerjaan yang tinggi. Dan tentunya dalam hal ini sektor perumahan kan penciptan lapangan pekerjaannya tinggi, jadi itu juga mengkualifikasi sektor ini untuk mendapatkan pendanaan, tidak hanya dari BTN, tapi juga dari bank-bank Himbara lainnya,” ungkap Rosan.
Dengan tambahan likuiditas ini, pemerintah berharap program 3 juta rumah yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto dapat terealisasi lebih cepat sekaligus mendorong penciptaan lapangan kerja baru di sektor konstruksi dan turunannya.
“Dan dana yang Rp200 triliun itu sudah masuk hari Jumat, kepada bank-bank Himbara kami, dan termasuk ke BTN, Rp25 triliun, sehingga itu pun bisa dipergunakan secara baik dan benar, kembali lagi untuk mendukung program-program perumahan yang memang adalah bidang dari BTN. Jadi itu salah satu vitamin lagi yang ada,” ujar Rosan saat ditemui usai acara Pertemuan & Simposium di Jakarta, Selasa (16/9/2025).
Lebih lanjut, Rosan menyampaikan bahwa dirinya sudah berkoordinasi dengan Menteri Pekerjaan dan Perumahan Rakyat (PKP) Maruarar Sirait serta asosiasi terkait untuk memastikan penyerapan dana tersebut berjalan optimal. Baca Juga: Penempatan Dana Rp200 Triliun Melanggar Konstitusi dan 3 UU, Didik J Rachbini: Tak Bisa Semau Gue
“Kembali lagi, ini juga saya sampaikan kepada Pak Ara (Menteri PKP) dan juga kepada seluruh asosiasi, penyerapannya, ini kan untuk menyerap besar itu tidak mudah ya, tapi saya yakin ini bisa berjalan dengan baik, dengan benar, dan program 3 juta rumah yang dicanakan oleh Bapak Presiden akan bisa berjalan dengan baik, dengan cepat, dan menghasilkan apa yang selama ini direncanakan,” jelasnya.
Rosan juga menekankan bahwa meski porsi BTN hanya Rp25 triliun, sektor perumahan tetap berpotensi mendapatkan dukungan dari bank Himbara lainnya. Baca Juga: Tujuannya Baik, Tapi Penempatan Dana Rp200 Triliun di Perbankan Melenceng dari Amanah
“Yang BTN kan Rp25 triliun, tapi di bank-bank lain pun itu tetap kita terbuka gitu ya, yang penting itu dana yang masuk itu dipergunakan untuk pendanaan atau loan-loan baru yang produktif, yang terutama memang ada dua kriteriannya, satu berorientasi ekspor, kedua yang penciptakan lapangan pekerjaan yang tinggi. Dan tentunya dalam hal ini sektor perumahan kan penciptan lapangan pekerjaannya tinggi, jadi itu juga mengkualifikasi sektor ini untuk mendapatkan pendanaan, tidak hanya dari BTN, tapi juga dari bank-bank Himbara lainnya,” ungkap Rosan.
Dengan tambahan likuiditas ini, pemerintah berharap program 3 juta rumah yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto dapat terealisasi lebih cepat sekaligus mendorong penciptaan lapangan kerja baru di sektor konstruksi dan turunannya.
(akr)
Lihat Juga :