Harga Terus Naik, BSI Catat Penjualan 1 Ton Emas
Kamis, 18 September 2025 - 23:14 WIB
loading...
Tren kenaikan harga emas yang mencapai Rp2,1 juta per gram membawa berkah tersendiri bagi nasabah BSI. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Tren kenaikan harga emas yang mencapai Rp2,1 juta per gram membawa berkah tersendiri bagi nasabah Bank Syariah Indonesia (BSI). Di tengah ketidakpastian pasar dan penurunan suku bunga, logam mulia semakin diminati masyarakat sebagai instrumen investasi aman jangka panjang. Lonjakan harga emas hingga lebih dari 200% dalam empat tahun terakhir pun ikut mendorong pertumbuhan signifikan pada produk-produk emas BSI, seperti Cicil Emas dan Tabungan E-mas.
Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo, mengungkapkan bahwa minat nasabah terhadap investasi emas melampaui ekspektasi.
"Antusiasme masyarakat tinggi sekali. Emas bukan hanya unik sebagai instrumen investasi, tapi juga sesuai dengan prinsip syariah. Kami melihat tren ini sebagai peluang untuk terus meningkatkan literasi dan akses masyarakat terhadap investasi emas," ujarnya.
Baca Juga: Harga Emas Jatuh Jelang Akhir Pekan, Hari Ini Melemah Rp17.000/Gram
BSI mencatat penjualan emas lebih dari 1 ton melalui aplikasi BYOND by BSI sejak layanan BSI Emas diluncurkan. Jumlah nasabah pun terus tumbuh hingga hampir 180 ribu orang, sementara pertumbuhan pembiayaan cicil emas mencapai 135% (YoY) per Juli 2025. Dalam tiga tahun terakhir, jumlah nasabah cicil dan gadai emas melonjak 111%, menyentuh angka hampir 600 ribu orang.
Harga Naik, Nasabah Diuntungkan
Kenaikan harga emas ini tidak hanya menarik investor baru, tetapi juga memberikan keuntungan nyata bagi nasabah lama. Salah satu nasabah BSI, Fandi, menyatakan dirinya merasa beruntung telah membeli emas saat harganya masih Rp1,4 juta per gram. "Sekarang sudah Rp2,1 juta. Investasi ini sangat membantu saya untuk merencanakan masa depan anak, terutama pendidikan," katanya.
Baca Juga: Bank BUMN Diguyur Rp200 Triliun, Ekonom: Masalahnya Nggak Ada Permintaan Kredit
Harga emas yang terus naik ini juga dipengaruhi oleh faktor global dan geopolitik yang membuat permintaan meningkat, serta suku bunga acuan Bank Indonesia yang turun ke level 4,75%, membuat instrumen investasi tradisional seperti deposito menjadi kurang menarik.
BSI menghadirkan layanan kepemilikan emas yang mudah diakses oleh semua kalangan. Masyarakat bisa mulai berinvestasi hanya dengan 0,1 gram dan biaya administrasi ringan sebesar Rp24 ribu per tahun. Pembelian dan penjualan emas bisa dilakukan secara real time melalui aplikasi BYOND, lengkap dengan fitur transfer emas antarnasabah.
Kelebihan lainnya, seluruh transaksi emas di BSI mengikuti prinsip syariah. Emas yang dijual telah dimiliki oleh bank terlebih dahulu, dan disimpan secara fisik untuk menjamin keamanannya. "Nasabah yang membeli emas tahun lalu sudah bisa menikmati hasilnya. Mereka pasti bahagia," tambah Anggoro.
Tingginya minat terhadap investasi emas juga berdampak positif terhadap pertumbuhan industri perbankan syariah. Menurut Anggoro, potensi pertumbuhan masih sangat besar, mengingat Indonesia memiliki populasi Muslim terbesar di dunia.
BSI pun terus mengembangkan edukasi dan literasi investasi emas agar semakin banyak masyarakat yang bisa memanfaatkan peluang ini untuk kebutuhan masa depan, seperti dana pendidikan, pernikahan, atau persiapan pensiun.
Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo, mengungkapkan bahwa minat nasabah terhadap investasi emas melampaui ekspektasi.
"Antusiasme masyarakat tinggi sekali. Emas bukan hanya unik sebagai instrumen investasi, tapi juga sesuai dengan prinsip syariah. Kami melihat tren ini sebagai peluang untuk terus meningkatkan literasi dan akses masyarakat terhadap investasi emas," ujarnya.
Baca Juga: Harga Emas Jatuh Jelang Akhir Pekan, Hari Ini Melemah Rp17.000/Gram
BSI mencatat penjualan emas lebih dari 1 ton melalui aplikasi BYOND by BSI sejak layanan BSI Emas diluncurkan. Jumlah nasabah pun terus tumbuh hingga hampir 180 ribu orang, sementara pertumbuhan pembiayaan cicil emas mencapai 135% (YoY) per Juli 2025. Dalam tiga tahun terakhir, jumlah nasabah cicil dan gadai emas melonjak 111%, menyentuh angka hampir 600 ribu orang.
Harga Naik, Nasabah Diuntungkan
Kenaikan harga emas ini tidak hanya menarik investor baru, tetapi juga memberikan keuntungan nyata bagi nasabah lama. Salah satu nasabah BSI, Fandi, menyatakan dirinya merasa beruntung telah membeli emas saat harganya masih Rp1,4 juta per gram. "Sekarang sudah Rp2,1 juta. Investasi ini sangat membantu saya untuk merencanakan masa depan anak, terutama pendidikan," katanya.
Baca Juga: Bank BUMN Diguyur Rp200 Triliun, Ekonom: Masalahnya Nggak Ada Permintaan Kredit
Harga emas yang terus naik ini juga dipengaruhi oleh faktor global dan geopolitik yang membuat permintaan meningkat, serta suku bunga acuan Bank Indonesia yang turun ke level 4,75%, membuat instrumen investasi tradisional seperti deposito menjadi kurang menarik.
BSI menghadirkan layanan kepemilikan emas yang mudah diakses oleh semua kalangan. Masyarakat bisa mulai berinvestasi hanya dengan 0,1 gram dan biaya administrasi ringan sebesar Rp24 ribu per tahun. Pembelian dan penjualan emas bisa dilakukan secara real time melalui aplikasi BYOND, lengkap dengan fitur transfer emas antarnasabah.
Kelebihan lainnya, seluruh transaksi emas di BSI mengikuti prinsip syariah. Emas yang dijual telah dimiliki oleh bank terlebih dahulu, dan disimpan secara fisik untuk menjamin keamanannya. "Nasabah yang membeli emas tahun lalu sudah bisa menikmati hasilnya. Mereka pasti bahagia," tambah Anggoro.
Tingginya minat terhadap investasi emas juga berdampak positif terhadap pertumbuhan industri perbankan syariah. Menurut Anggoro, potensi pertumbuhan masih sangat besar, mengingat Indonesia memiliki populasi Muslim terbesar di dunia.
BSI pun terus mengembangkan edukasi dan literasi investasi emas agar semakin banyak masyarakat yang bisa memanfaatkan peluang ini untuk kebutuhan masa depan, seperti dana pendidikan, pernikahan, atau persiapan pensiun.
(nng)
Lihat Juga :