Perluas Pasar di Indonesia, Produsen Alat Berat Asal China Kantongi Kontrak Rp4,5 T
Jum'at, 19 September 2025 - 17:33 WIB
loading...
Produsen alat berat asal China, Zoomlion mencatat kontrak sekitar Rp4,5 triliun pada hari pertama Pameran Mesin Konstruksi Internasional Indonesia serta Mining and Construction Indonesia 2025. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Produsen alat berat asal China , Zoomlion mencatat kontrak senilai lebih dari 2 miliar RMB atau sekitar Rp4,5 triliun pada hari pertama Pameran Mesin Konstruksi Internasional Indonesia serta Mining and Construction Indonesia 2025.
Capaian ini mempertegas ambisi Zoomlion memperluas pasar di Indonesia, sekaligus menghadirkan inovasi ramah lingkungan bagi sektor konstruksi dan pertambangan. Baca Juga: Produsen Alat Berat Asal China: Pesanan 2.000 Ekskavator Tanda Kemajuan Pertanian RI
Lebih dari 20 model terbaru ditampilkan di booth Zoomlion, mencakup enam kategori utama, mulai dari excavator, mobile crane, mesin beton, mesin fondasi, hingga forklift. Sejumlah produk mengusung teknologi baterai lithium dan kecerdasan buatan (AI) yang diklaim mampu meningkatkan efisiensi serta menekan emisi.
“Konsep Hijau dan Cerdas yang kami usung bukan sekadar tren, melainkan komitmen nyata untuk menghadirkan teknologi inovatif yang mampu menjawab tantangan iklim, kebutuhan energi, dan produktivitas di Indonesia,” ujar President of Zoomlion Indonesia, Aaron Yan dalam siaran persnya, Jumat (19/9/2025).
Seiring gencarnya eksploitasi sumber daya alam di Indonesia, Zoomlion hadir membantu hingga meningkatkan produktivitas dengan konsep yang ramah lingkungan. Beberapa produk menjadi perhatian pengunjung, seperti wheel loader ZWL62G yang dirancang dengan sistem hemat energi beremisi rendah untuk iklim tropis Indonesia.
Baca Juga: United Tractors Tanggapi Serius Soal Banjir Produk Alat Berat dari China
Produk lain adalah ZT160HEV, truk tambang hybrid 100 ton pertama di dunia yang disebut-sebut bisa menghemat hingga 30% konsumsi bahan bakar dibandingkan model konvensional.Booth Zoomlion mencatat arus pengunjung padat sepanjang pameran. Penandatanganan kontrak dengan mitra lokal berlangsung hampir setiap sesi.
“Indonesia adalah pasar kunci dalam strategi global kami. Melalui kombinasi inovasi berteknologi tinggi dan pendekatan lokal yang kuat, kami ingin tumbuh bersama industri nasional dan membuka peluang baru di sektor konstruksi serta pertambangan,” tutupnya.
Capaian ini mempertegas ambisi Zoomlion memperluas pasar di Indonesia, sekaligus menghadirkan inovasi ramah lingkungan bagi sektor konstruksi dan pertambangan. Baca Juga: Produsen Alat Berat Asal China: Pesanan 2.000 Ekskavator Tanda Kemajuan Pertanian RI
Lebih dari 20 model terbaru ditampilkan di booth Zoomlion, mencakup enam kategori utama, mulai dari excavator, mobile crane, mesin beton, mesin fondasi, hingga forklift. Sejumlah produk mengusung teknologi baterai lithium dan kecerdasan buatan (AI) yang diklaim mampu meningkatkan efisiensi serta menekan emisi.
“Konsep Hijau dan Cerdas yang kami usung bukan sekadar tren, melainkan komitmen nyata untuk menghadirkan teknologi inovatif yang mampu menjawab tantangan iklim, kebutuhan energi, dan produktivitas di Indonesia,” ujar President of Zoomlion Indonesia, Aaron Yan dalam siaran persnya, Jumat (19/9/2025).
Seiring gencarnya eksploitasi sumber daya alam di Indonesia, Zoomlion hadir membantu hingga meningkatkan produktivitas dengan konsep yang ramah lingkungan. Beberapa produk menjadi perhatian pengunjung, seperti wheel loader ZWL62G yang dirancang dengan sistem hemat energi beremisi rendah untuk iklim tropis Indonesia.
Baca Juga: United Tractors Tanggapi Serius Soal Banjir Produk Alat Berat dari China
Produk lain adalah ZT160HEV, truk tambang hybrid 100 ton pertama di dunia yang disebut-sebut bisa menghemat hingga 30% konsumsi bahan bakar dibandingkan model konvensional.Booth Zoomlion mencatat arus pengunjung padat sepanjang pameran. Penandatanganan kontrak dengan mitra lokal berlangsung hampir setiap sesi.
“Indonesia adalah pasar kunci dalam strategi global kami. Melalui kombinasi inovasi berteknologi tinggi dan pendekatan lokal yang kuat, kami ingin tumbuh bersama industri nasional dan membuka peluang baru di sektor konstruksi serta pertambangan,” tutupnya.
(akr)
Lihat Juga :