Harta Kekayaan Hasan Nasbi, Eks Kepala PCO yang Sekarang Jadi Komisaris Pertamina
Sabtu, 20 September 2025 - 15:32 WIB
loading...
Hasan Nasbi ditunjuk sebagai Komisaris Pertamina setelah dicopot dari Kepala PCO. FOTO/PCO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - PT Pertamina (Persero) resmi menunjuk Hasan Nasbi sebagai anggota Dewan Komisaris efektif per 11 September 2025. Penetapan itu tertuang dalam Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Nomor SK-247/MBU/09/2025 dan Keputusan Direktur Utama PT Danantara Asset Management Nomor SK.055/DI-DAM/DO/2025 selaku pemegang saham Pertamina.
"Berdasarkan salinan keputusan para pemegang saham, Bapak Hasan Nasbi ditetapkan sebagai Komisaris PT Pertamina (Persero) per tanggal 11 September 2025," kata VP Corporate Communication Pertamina, Fadjar Djoko Santoso, di Jakarta, Sabtu (20/9).
Baca Juga: Dicopot dari PCO, Hasan Nasbi dapat Komisaris Pertamina
Dengan masuknya Hasan Nasbi, jumlah anggota Dewan Komisaris Pertamina kini bertambah dari tujuh menjadi delapan orang. Penunjukan ini terjadi hanya berselang beberapa hari setelah ia dicopot dari jabatan Kepala Komunikasi Kepresidenan (Presidential Communication Office/PCO) pada 17 September 2025, seiring reshuffle Kabinet Merah Putih oleh Presiden Prabowo Subianto.
Kursi Kepala PCO yang sebelumnya ditempati Hasan kini digantikan Angga Raka Prabowo, yang ditunjuk sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (BKP). Lembaga baru TERSEBUT dibentuk sebagai hasil transformasi dari PCO.
Pencopotan Hasan dari PCO menutup dinamika panjang jabatannya yang sempat diwarnai tarik-ulur. Ia pernah mengajukan pengunduran diri, lalu membatalkannya, hingga akhirnya resmi dicopot Presiden Prabowo Subianto.
Hasan Nasbi lahir di Bukittinggi, Sumatera Barat, 11 Oktober 1979. Ia menempuh pendidikan di SMAN 2 Bukittinggi sebelum melanjutkan studi di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (FISIP UI) hingga meraih gelar sarjana pada 2004.
Kariernya dimulai sebagai wartawan dan peneliti politik di Pusat Kajian Politik UI. Ia kemudian mendirikan lembaga survei dan konsultan politik Cyrus Network. Pada periode pemerintahan sebelumnya, ia dipercaya sebagai Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO). Kini, ia masuk lingkaran penting BUMN energi melalui jabatan komisaris di Pertamina.
Baca Juga: Dirut Pertamina Beberkan Kualitas BBM yang Dijual ke SPBU Swasta
Rinciannya mencakup sembilan bidang tanah dan bangunan yang tersebar di Jakarta Selatan, Bekasi, Bogor, Sijunjung, dan Cianjur. Di antaranya rumah seluas 74 meter persegi di Jakarta Selatan senilai Rp1,25 miliar serta tanah dan bangunan 216/297 meter persegi di Bogor senilai Rp4,44 miliar.
Untuk alat transportasi, Hasan memiliki lima mobil dan satu sepeda motor dengan nilai mencapai Rp9,51 miliar. Koleksinya meliputi Mercedes-Benz G63 keluaran 2023 senilai Rp6,71 miliar, BMW X5 tahun 2022 Rp1,2 miliar, hingga motor Honda Beat tahun 2021 seharga Rp13 juta. Selain itu, ia tercatat memiliki kas dan setara kas sebesar Rp17,69 miliar serta harta bergerak lainnya Rp735 juta dengan kekayaan bersih lebih dari Rp41 miliar.
"Berdasarkan salinan keputusan para pemegang saham, Bapak Hasan Nasbi ditetapkan sebagai Komisaris PT Pertamina (Persero) per tanggal 11 September 2025," kata VP Corporate Communication Pertamina, Fadjar Djoko Santoso, di Jakarta, Sabtu (20/9).
Baca Juga: Dicopot dari PCO, Hasan Nasbi dapat Komisaris Pertamina
Dengan masuknya Hasan Nasbi, jumlah anggota Dewan Komisaris Pertamina kini bertambah dari tujuh menjadi delapan orang. Penunjukan ini terjadi hanya berselang beberapa hari setelah ia dicopot dari jabatan Kepala Komunikasi Kepresidenan (Presidential Communication Office/PCO) pada 17 September 2025, seiring reshuffle Kabinet Merah Putih oleh Presiden Prabowo Subianto.
Kursi Kepala PCO yang sebelumnya ditempati Hasan kini digantikan Angga Raka Prabowo, yang ditunjuk sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (BKP). Lembaga baru TERSEBUT dibentuk sebagai hasil transformasi dari PCO.
Pencopotan Hasan dari PCO menutup dinamika panjang jabatannya yang sempat diwarnai tarik-ulur. Ia pernah mengajukan pengunduran diri, lalu membatalkannya, hingga akhirnya resmi dicopot Presiden Prabowo Subianto.
Hasan Nasbi lahir di Bukittinggi, Sumatera Barat, 11 Oktober 1979. Ia menempuh pendidikan di SMAN 2 Bukittinggi sebelum melanjutkan studi di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (FISIP UI) hingga meraih gelar sarjana pada 2004.
Kariernya dimulai sebagai wartawan dan peneliti politik di Pusat Kajian Politik UI. Ia kemudian mendirikan lembaga survei dan konsultan politik Cyrus Network. Pada periode pemerintahan sebelumnya, ia dipercaya sebagai Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO). Kini, ia masuk lingkaran penting BUMN energi melalui jabatan komisaris di Pertamina.
Harta Kekayaan
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) per 9 Desember 2024, Hasan tercatat memiliki total kekayaan sebesar Rp41,33 miliar setelah dikurangi utang. Kekayaan itu terdiri dari tanah dan bangunan senilai Rp13,96 miliar, alat transportasi Rp9,51 miliar, kas Rp17,69 miliar, serta harta lainnya Rp735 juta, dengan total utang Rp575 juta.Baca Juga: Dirut Pertamina Beberkan Kualitas BBM yang Dijual ke SPBU Swasta
Rinciannya mencakup sembilan bidang tanah dan bangunan yang tersebar di Jakarta Selatan, Bekasi, Bogor, Sijunjung, dan Cianjur. Di antaranya rumah seluas 74 meter persegi di Jakarta Selatan senilai Rp1,25 miliar serta tanah dan bangunan 216/297 meter persegi di Bogor senilai Rp4,44 miliar.
Untuk alat transportasi, Hasan memiliki lima mobil dan satu sepeda motor dengan nilai mencapai Rp9,51 miliar. Koleksinya meliputi Mercedes-Benz G63 keluaran 2023 senilai Rp6,71 miliar, BMW X5 tahun 2022 Rp1,2 miliar, hingga motor Honda Beat tahun 2021 seharga Rp13 juta. Selain itu, ia tercatat memiliki kas dan setara kas sebesar Rp17,69 miliar serta harta bergerak lainnya Rp735 juta dengan kekayaan bersih lebih dari Rp41 miliar.
(nng)
Lihat Juga :