139,8 Juta Liter BBM Subsidi Diserap KAI hingga Agustus 2025, Buat Apa Saja?
Minggu, 21 September 2025 - 10:58 WIB
loading...
PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mencatat realisasi serapan bahan bakar minyak (BBM) subsidi sebesar 139.856.399 liter sepanjang Januari-Agustus 2025. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mencatat realisasi serapan bahan bakar minyak atau BBM subsidi sebesar 139.856.399 liter sepanjang Januari-Agustus 2025. Jumlah tersebut setara 66,66% dari total kuota 209.809.000 liter yang diberikan pemerintah.
Vice President Public Relations KAI, Anne Purba mengatakan, BBM subsidi itu digunakan untuk mendukung berbagai layanan operasional KAI, mulai dari kereta penumpang hingga angkutan barang seperti klinker, parcel, peti kemas, dan semen.Pemanfaatan subsidi ini dinilai berkontribusi pada mobilitas masyarakat dan distribusi logistik nasional.
"BBM subsidi yang diberikan pemerintah kami kelola secara transparan dan akuntabel. Kami pastikan serapan ini tepat sasaran, yaitu kembali kepada masyarakat dalam bentuk layanan transportasi yang andal, terjangkau, dan bermanfaat,” ujar Anne dalam keterangan di Jakarta.
Baca Juga: Tantangan Distribusi BBM Bersubsidi di Tahun Baru 2025
Subsidi energi ini turut mendukung peningkatan kinerja KAI Group di sektor angkutan penumpang. Sepanjang delapan bulan pertama 2025, jumlah pelanggan tercatat 328.054.007 orang, tumbuh 8,51% dibanding periode yang sama tahun lalu.
Sementara di sektor logistik, volume angkutan barang mencapai 45.257.245 ton per Januari-Agustus 2025, naik dari 45.073.608 ton pada periode yang sama 2024. Khusus pada Agustus, volume angkutan barang tercatat 6.026.111 ton.
Baca Juga: Subsidi BBM Harus Tepat Sasaran
Anne menambahkan, keberlanjutan distribusi logistik yang didukung BBM subsidi turut menjaga stabilitas industri, harga kebutuhan pokok, serta daya saing ekonomi nasional.“Setiap perjalanan kereta api yang ditopang oleh energi subsidi adalah bentuk keberpihakan negara kepada masyarakat,” tutup Anne.
Vice President Public Relations KAI, Anne Purba mengatakan, BBM subsidi itu digunakan untuk mendukung berbagai layanan operasional KAI, mulai dari kereta penumpang hingga angkutan barang seperti klinker, parcel, peti kemas, dan semen.Pemanfaatan subsidi ini dinilai berkontribusi pada mobilitas masyarakat dan distribusi logistik nasional.
"BBM subsidi yang diberikan pemerintah kami kelola secara transparan dan akuntabel. Kami pastikan serapan ini tepat sasaran, yaitu kembali kepada masyarakat dalam bentuk layanan transportasi yang andal, terjangkau, dan bermanfaat,” ujar Anne dalam keterangan di Jakarta.
Baca Juga: Tantangan Distribusi BBM Bersubsidi di Tahun Baru 2025
Subsidi energi ini turut mendukung peningkatan kinerja KAI Group di sektor angkutan penumpang. Sepanjang delapan bulan pertama 2025, jumlah pelanggan tercatat 328.054.007 orang, tumbuh 8,51% dibanding periode yang sama tahun lalu.
Sementara di sektor logistik, volume angkutan barang mencapai 45.257.245 ton per Januari-Agustus 2025, naik dari 45.073.608 ton pada periode yang sama 2024. Khusus pada Agustus, volume angkutan barang tercatat 6.026.111 ton.
Baca Juga: Subsidi BBM Harus Tepat Sasaran
Anne menambahkan, keberlanjutan distribusi logistik yang didukung BBM subsidi turut menjaga stabilitas industri, harga kebutuhan pokok, serta daya saing ekonomi nasional.“Setiap perjalanan kereta api yang ditopang oleh energi subsidi adalah bentuk keberpihakan negara kepada masyarakat,” tutup Anne.
(akr)
Lihat Juga :