Omongan Purbaya Bikin Rupiah Babak Belur, Sempat Tembus Rp16.634
Senin, 22 September 2025 - 10:59 WIB
loading...
Nilai tukar rupiah melemah tajam pada pembukaan perdagangan Senin (22/9). FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah melemah tajam pada pembukaan perdagangan Senin (22/9/2025), turun 33 poin atau 0,20 persen menjadi Rp16.634 per dolar Amerika Serikat (AS). Usai pembukaan perdagangan, rupiah melemah terbatas di sekitar Rp16.615 per dolar AS. Pelemahan ini memperpanjang tren negatif selama tiga hari terakhir.
Pengamat pasar uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi mengatakan, salah satu penyebab utama pelemahan ini adalah pernyataan-pernyataan Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa.
Ibrahim menilai, pernyataan Purbaya tidak mencerminkan sikap seorang Menteri Keuangan dan cenderung berbau politis, sehingga membingungkan pasar.
"Penyebab utama adalah perkataan, testimoni-testimoni yang disampaikan oleh Menteri Keuangan Purbaya tidak mencerminkan sebagai seorang Menteri Keuangan," ujar Ibrahim dalam keterangannya, Senin (22/9).
"Ya, semua berbau politis, memudahkan, menggampangkan hal-hal yang sudah dilakukan oleh Menteri Keuangan sebelumnya, yaitu Sri Mulyani," imbuhnya.
Baca Juga: Rupiah Sentuh Rekor Terlemah Sejak Mei 2025, Sepekan Ambles 1,38%
Ibrahim menambahkan bahwa Purbaya seharusnya fokus pada kinerja daripada memberikan pernyataan yang membingungkan pasar, yang pada akhirnya membuat arus modal asing kembali ditarik keluar dari Indonesia.
Selain sentimen dari dalam negeri, Ibrahim juga menyoroti isu lain yang memengaruhi pasar. Salah satunya adalah wacana perubahan skema program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi bantuan tunai, menyusul kasus keracunan yang terjadi di beberapa tempat.
Dari sisi geopolitik, perang antara Rusia dan Ukraina yang terus bergejolak membuat ketidakpastian global meningkat. Ibrahim memprediksi, perang terbuka antara Rusia dan NATO berpotensi terjadi, terutama setelah Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan penerusnya adalah veteran perang.
Baca Juga: Purbaya Kaget Cukai Rokok Naik Sampai 57 Persen: Tinggi Amat, Firaun Lu?
Ibrahim juga menyinggung kasus banding Donald Trump terhadap Tina Chok di pengadilan AS, yang keputusannya akan segera diumumkan. Menurutnya, hal ini turut berkontribusi pada pelemahan Rupiah.
Melihat kondisi ini, Ibrahim memperkirakan Rupiah akan terus tertekan. "Jangan heran apa yang diperkirakan oleh Sri Mulyani di APBN 2025 bahwa Rupiah ini di Rp16.900 kemungkinan besar akan terjadi," pungkasnya.
Pengamat pasar uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi mengatakan, salah satu penyebab utama pelemahan ini adalah pernyataan-pernyataan Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa.
Ibrahim menilai, pernyataan Purbaya tidak mencerminkan sikap seorang Menteri Keuangan dan cenderung berbau politis, sehingga membingungkan pasar.
"Penyebab utama adalah perkataan, testimoni-testimoni yang disampaikan oleh Menteri Keuangan Purbaya tidak mencerminkan sebagai seorang Menteri Keuangan," ujar Ibrahim dalam keterangannya, Senin (22/9).
"Ya, semua berbau politis, memudahkan, menggampangkan hal-hal yang sudah dilakukan oleh Menteri Keuangan sebelumnya, yaitu Sri Mulyani," imbuhnya.
Baca Juga: Rupiah Sentuh Rekor Terlemah Sejak Mei 2025, Sepekan Ambles 1,38%
Ibrahim menambahkan bahwa Purbaya seharusnya fokus pada kinerja daripada memberikan pernyataan yang membingungkan pasar, yang pada akhirnya membuat arus modal asing kembali ditarik keluar dari Indonesia.
Selain sentimen dari dalam negeri, Ibrahim juga menyoroti isu lain yang memengaruhi pasar. Salah satunya adalah wacana perubahan skema program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi bantuan tunai, menyusul kasus keracunan yang terjadi di beberapa tempat.
Dari sisi geopolitik, perang antara Rusia dan Ukraina yang terus bergejolak membuat ketidakpastian global meningkat. Ibrahim memprediksi, perang terbuka antara Rusia dan NATO berpotensi terjadi, terutama setelah Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan penerusnya adalah veteran perang.
Baca Juga: Purbaya Kaget Cukai Rokok Naik Sampai 57 Persen: Tinggi Amat, Firaun Lu?
Ibrahim juga menyinggung kasus banding Donald Trump terhadap Tina Chok di pengadilan AS, yang keputusannya akan segera diumumkan. Menurutnya, hal ini turut berkontribusi pada pelemahan Rupiah.
Melihat kondisi ini, Ibrahim memperkirakan Rupiah akan terus tertekan. "Jangan heran apa yang diperkirakan oleh Sri Mulyani di APBN 2025 bahwa Rupiah ini di Rp16.900 kemungkinan besar akan terjadi," pungkasnya.
(nng)
Lihat Juga :