Pengusaha Sebut Kontaminasi Radioaktif Udang Jadi Taruhan Masa Depan Industri

Senin, 22 September 2025 - 13:16 WIB
loading...
Pengusaha Sebut Kontaminasi...
Persoalan kontaminasi radioaktif Cesium-137 (Cs-137) pada produk udang Indonesia kembali menghantui industri perikanan nasional. FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - Persoalan kontaminasi radioaktif Cesium-137 (Cs-137) pada produk udang Indonesia kembali menghantui industri perikanan nasional. Kasus ini mencuat sejak U.S. Food and Drug Administration (FDA) pada 14 Agustus 2025 mengeluarkan import alert terhadap PT Bahari Makmur Sejati (BMS), salah satu pengolah dan eksportir udang terbesar di Indonesia dengan fasilitas di Cikande, Serang, Banten.

Di sisi lain, keputusan pemerintah untuk melepaskan kembali kontainer produk udang BMS ke pasar domestik menimbulkan kegelisahan baru. Ketua Petambak Muda Indonesia (PMI), Rizky Darmawan, menilai langkah ini harus disertai transparansi penuh. "Tes pengujian harus terbuka dan kuantitatif," ujar Rizky, dalam pernyataannya, Senin (22/9).

Baca Juga: Udang Asal Indonesia Disebut Mengandung Radioaktif Nuklir, AS Beri Peringatan

Menurut Rizky, jika pemerintah yakin produk tersebut aman, hasil pengujian seharusnya dipublikasikan secara resmi agar dapat meyakinkan pasar, termasuk FDA. Tanpa transparansi, pelepasan kontainer justru berisiko memicu ketakutan di pasar ekspor maupun domestik.

Ketidakjelasan penyelesaian kasus ini mulai menimbulkan dampak luas. Penghentian operasi pabrik BMS telah menurunkan daya serap industri terhadap hasil panen tambak. Produksi di tingkat petambak tetap berlangsung, tetapi penjualan terhambat karena sebagian besar udang yang diproduksi di Indonesia ditujukan untuk ekspor.

Sebagai catatan, udang merupakan kontributor devisa terbesar dari seluruh ekspor perikanan Indonesia, dengan nilai ekspor sekitar US$ 1,68 miliar pada 2024. Dengan sebagian besar produk udang diekspor ke Amerika Serikat, gangguan akses pasar berpotensi memberikan dampak besar terhadap perekonomian nasional dan kesejahteraan jutaan petambak.

PMI mencatat harga udang di beberapa daerah, khususnya Aceh dan Medan, turun drastis, namun penjualan tetap sulit. “Jika kondisi ini terus berlarut, harga bisa semakin jatuh dan mengancam keberlangsungan usaha petambak,” ujar Rizky.

Selain itu, menurut Rizky, beredar isu bahwa beberapa big retailers di Amerika Serikat mulai menunda bahkan membatalkan pesanan dari Indonesia, membuat banyak petambak memilih menunda siklus produksi berikutnya demi menghindari kerugian lebih besar.

Baca Juga: Pemerintah Bebaskan Produk Udang Tercemar Radioaktif, Pengusaha Sebut Sinyal Negatif Pasar Global

PMI berharap pemerintah segera melakukan uji laboratorium menyeluruh, mempublikasikan hasilnya secara resmi, dan mengkomunikasikan langkah-langkah yang diambil, termasuk menjelaskan penyebab kontaminasi dan upaya pencegahan agar kasus serupa tidak terulang. Ia mengatakan transparansi dan kejelasan langkah ini sangat penting untuk memulihkan kepercayaan pasar dan menjaga keberlanjutan industriudangnasional.

(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Indonesia Buka Peluang...
Indonesia Buka Peluang Ekspor 10.000 Ton Beras ke Singapura
Jalur Hormuz Mulai Stabil,...
Jalur Hormuz Mulai Stabil, Saudi Aramco Kembali Ekspor Minyak setelah Mandek 4 Bulan
GAPKI: Pengawasan Ekspor...
GAPKI: Pengawasan Ekspor Sawit Sudah Ketat, Kuncinya Penegakan Hukum
Cegah Kebocoran Devisa...
Cegah Kebocoran Devisa Hasil Ekspor, DSI Fokus Dongkrak Penerimaan Negara
Apindo: DSI Bisa Perkuat...
Apindo: DSI Bisa Perkuat Tata Kelola Ekspor Tanpa Menambah Beban Dunia Usaha
Wamenhub Sebut Potensi...
Wamenhub Sebut Potensi Penerimaan Negara Lewat PT DSI Bisa Tembus Rp2.671 Triliun
Studi: Surplus Ekspor...
Studi: Surplus Ekspor China Kian Tekan Peluang Industri Negara Berkembang
Pengamat: Dugaan Manipulasi...
Pengamat: Dugaan Manipulasi Ekspor Minyak Sawit Harus Diusut demi Kepastian Hukum
Prabowo Panen Raya Udang...
Prabowo Panen Raya Udang Vaname Seluas 100 Hektare di Kebumen
Rekomendasi
Mantan Karyawan Apple...
Mantan Karyawan Apple dan Audi Kembangkan Kendaraan Listrik Terinspirasi dari Armada Bulan
3 Alasan Malaysia Lanjutkan...
3 Alasan Malaysia Lanjutkan Pencarian MH370, Operasi Termahal di Dunia
Jerman vs Paraguay:...
Jerman vs Paraguay: Menanti 3 Rekor Der Panzer
Berita Terkini
Lindungi Bursa Saham...
Lindungi Bursa Saham dari Ancaman Siber, ADIGSI Gandeng APEI
Tak Sekadar Nyaman,...
Tak Sekadar Nyaman, Hunian Masa Depan Kini Mengandalkan Energi Hijau
Pajak JHT Diminta Hapus,...
Pajak JHT Diminta Hapus, Begini Janji Menkeu Purbaya
Program CID Pertamina...
Program CID Pertamina Patra Niaga Ubah Tantangan Lokal Jadi Peluang Usaha
SIG Berdayakan UMKM...
SIG Berdayakan UMKM Berbasis Potensi Lokal di Tuban
Keamanan Aset Kripto...
Keamanan Aset Kripto Bukan Hanya soal Teknologi, tetapi Kesadaran Pengguna
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved