Bukti Penyehatan Maskapai Garuda Indonesia usai Badai Finansial
Senin, 22 September 2025 - 22:24 WIB
loading...
Setelah badai finansial dan restrukturisasi yang menguras tenaga, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. (GIAA) memperlihatkan tren positif. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Setelah badai finansial dan restrukturisasi yang menguras tenaga, kinerja PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. (GIAA) memperlihatkan tren positif. Maskapai nasional ini berhasil mengukir pencapaian gemilang pada semester pertama 2025, menjadi bukti nyata keberhasilan strategi penyehatan perusahaan pasca-pandemi.
Kabar baik ini disampaikan langsung oleh Direktur Niaga Garuda Indonesia, Reza Aulia Hakim, saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (22/9/2025).
Di hadapan para anggota dewan, Reza membeberkan laporan keuangan yang menggembirakan. Pendapatan operasional Garuda Indonesia melesat naik menjadi USD1,07 miliar. Tak hanya itu, laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dana mortisas (EBITDA) perusahaan juga naik signifikan mencapai USD250 juta.
Baca Juga: Garuda Indonesia Gabung Asosiasi Kargo Internasional TIACA, Akses Pasar Makin Luas
“Kenaikan ini sejalan dengan pertumbuhan operasional yang solid. Meskipun biaya operasional meningkat, pendapatan juga ikut naik. Ini mencerminkan penguatan fundamental keuangan perusahaan,” jelas Reza, mewakili Direktur Utama (Dirut) Garuda Indonesia, Wamildan Tsani yang berhalangan hadir di RDP dengan Komisi VI DPR, karena harus mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam kunjungan kerja (kunker) ke Amerika Serikat (AS).
Reza menambahkan, performa positif ini tidak cuma terlihat di laporan keuangan. Berbagai indikator operasional lainnya juga menunjukkan tren yang sama. Salah satu yang paling menonjol adalah tingkat keterisian penumpang atau Seat Load Factor (SLF) yang tercatat 78%, lebih tinggi dari periode yang sama tahun sebelumnya.
Kenaikan ini turut didukung oleh melonjaknya jumlah penumpang. Hingga Juni 2025, Garuda telah mengangkut sekitar 5,4 juta penumpang, atau bertambah 104 ribu penumpang dibanding tahun sebelumnya.
Peningkatan ini tak lepas dari langkah strategis penambahan armada. Setelah sempat menyusut pasca-restrukturisasi, jumlah pesawat Garuda kini kembali bertambah. Hingga Agustus 2025, maskapai ini sudah memiliki 78 pesawat, naik 10 unit dibanding 2022.
Garuda menargetkan tambahan minimal dua pesawat lagi sampai akhir tahun ini. Maskapai Garuda juga menunjukkan komitmennya dalam memberikan pelayanan terbaik.
Ini dibuktikan dengan peningkatan On-Time Performance (OTP) yang naik 2,36% menjadi 86,02%. Puncaknya pada Mei 2025, Garuda bahkan mencatatkan OTP terbaik di dunia versi OAG Flightview.
Salah satu pencapaian yang paling monumental adalah kinerja operasional penerbangan haji 2025/1446 H. Garuda berhasil mencetak OTP rata-rata 96,2%, sebuah capaian terbaik dalam tiga tahun terakhir. Angka ini naik drastis dari 79,5% pada keberangkatan dan 77,6% pada kepulangan tahun sebelumnya.
Baca Juga: Garuda Indonesia Targetkan Layani 100 Rute Penerbangan di 2029
Reza menyadari, meskipun sudah menunjukkan hasil positif, perjalanan pemulihan Garuda Indonesia masih panjang. Namun, dengan dukungan penuh dari Komisi VI DPR RI, pemerintah, dan seluruh pemangku kepentingan, ia optimistis Garuda akan kembali menjadi maskapai kebanggaan bangsa yang sehat dan tangkas.
Langkah-langkah strategis, seperti penambahan armada, optimalisasi rute, dan transformasi bisnis, menjadi fondasi kuat untuk pertumbuhan berkelanjutan di masa depan.
Kabar baik ini disampaikan langsung oleh Direktur Niaga Garuda Indonesia, Reza Aulia Hakim, saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (22/9/2025).
Di hadapan para anggota dewan, Reza membeberkan laporan keuangan yang menggembirakan. Pendapatan operasional Garuda Indonesia melesat naik menjadi USD1,07 miliar. Tak hanya itu, laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dana mortisas (EBITDA) perusahaan juga naik signifikan mencapai USD250 juta.
Baca Juga: Garuda Indonesia Gabung Asosiasi Kargo Internasional TIACA, Akses Pasar Makin Luas
“Kenaikan ini sejalan dengan pertumbuhan operasional yang solid. Meskipun biaya operasional meningkat, pendapatan juga ikut naik. Ini mencerminkan penguatan fundamental keuangan perusahaan,” jelas Reza, mewakili Direktur Utama (Dirut) Garuda Indonesia, Wamildan Tsani yang berhalangan hadir di RDP dengan Komisi VI DPR, karena harus mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam kunjungan kerja (kunker) ke Amerika Serikat (AS).
Reza menambahkan, performa positif ini tidak cuma terlihat di laporan keuangan. Berbagai indikator operasional lainnya juga menunjukkan tren yang sama. Salah satu yang paling menonjol adalah tingkat keterisian penumpang atau Seat Load Factor (SLF) yang tercatat 78%, lebih tinggi dari periode yang sama tahun sebelumnya.
Kenaikan ini turut didukung oleh melonjaknya jumlah penumpang. Hingga Juni 2025, Garuda telah mengangkut sekitar 5,4 juta penumpang, atau bertambah 104 ribu penumpang dibanding tahun sebelumnya.
Peningkatan ini tak lepas dari langkah strategis penambahan armada. Setelah sempat menyusut pasca-restrukturisasi, jumlah pesawat Garuda kini kembali bertambah. Hingga Agustus 2025, maskapai ini sudah memiliki 78 pesawat, naik 10 unit dibanding 2022.
Garuda menargetkan tambahan minimal dua pesawat lagi sampai akhir tahun ini. Maskapai Garuda juga menunjukkan komitmennya dalam memberikan pelayanan terbaik.
Ini dibuktikan dengan peningkatan On-Time Performance (OTP) yang naik 2,36% menjadi 86,02%. Puncaknya pada Mei 2025, Garuda bahkan mencatatkan OTP terbaik di dunia versi OAG Flightview.
Salah satu pencapaian yang paling monumental adalah kinerja operasional penerbangan haji 2025/1446 H. Garuda berhasil mencetak OTP rata-rata 96,2%, sebuah capaian terbaik dalam tiga tahun terakhir. Angka ini naik drastis dari 79,5% pada keberangkatan dan 77,6% pada kepulangan tahun sebelumnya.
Baca Juga: Garuda Indonesia Targetkan Layani 100 Rute Penerbangan di 2029
Reza menyadari, meskipun sudah menunjukkan hasil positif, perjalanan pemulihan Garuda Indonesia masih panjang. Namun, dengan dukungan penuh dari Komisi VI DPR RI, pemerintah, dan seluruh pemangku kepentingan, ia optimistis Garuda akan kembali menjadi maskapai kebanggaan bangsa yang sehat dan tangkas.
Langkah-langkah strategis, seperti penambahan armada, optimalisasi rute, dan transformasi bisnis, menjadi fondasi kuat untuk pertumbuhan berkelanjutan di masa depan.
(akr)
Lihat Juga :