Gerbang Perdagangan Bebas Indonesia-Uni Eropa Dibuka, 98% Produk RI Bebas Bea Masuk
Selasa, 23 September 2025 - 12:20 WIB
loading...
A
A
A
Maros menambahkan, Uni Eropa telah menanamkan investasi senilai 25 miliar euro di Indonesia hingga akhir 2023. Ia optimistis kesepakatan ini akan mendorong arus investasi baru, memperkuat rantai nilai global, sekaligus membuka peluang inovasi dan pertumbuhan.
"Perjanjian ini juga memasukkan bab khusus tentang perdagangan digital, menjadikannya salah satu kesepakatan paling modern. Fasilitasi perdagangan lintas batas ini sangat penting dalam mendukung transformasi digital yang sedang berlangsung," kata Maros.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan bahwa penandatanganan IEU-CEPA menjadi pencapaian besar yang membuka peluang luas bagi pertumbuhan ekonomi bersama. "Hari ini kita menandai tonggak penting bagi kemitraan jangka panjang antara Indonesia dan Uni Eropa," ujarnya.
Airlangga menyebut, nilai perdagangan Indonesia-Uni Eropa mencapai sekitar 30 miliar dolar AS, dengan ekspor Indonesia senilai 13 miliar dolar AS. Perjanjian ini, menurutnya, menghubungkan dua blok ekonomi dengan nilai gabungan 21 triliun dolar AS dan 723 juta penduduk.
Ia menekankan, kesepakatan tersebut akan memberi manfaat langsung bagi sektor padat karya, seperti tekstil, alas kaki, pakaian jadi, dan furnitur, yang saat ini menyerap sekitar lima juta tenaga kerja di Indonesia. "Mereka kini memiliki prospek yang lebih baik di masa depan karena pasarnya semakin luas," kata Airlangga.
"Perjanjian ini juga memasukkan bab khusus tentang perdagangan digital, menjadikannya salah satu kesepakatan paling modern. Fasilitasi perdagangan lintas batas ini sangat penting dalam mendukung transformasi digital yang sedang berlangsung," kata Maros.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan bahwa penandatanganan IEU-CEPA menjadi pencapaian besar yang membuka peluang luas bagi pertumbuhan ekonomi bersama. "Hari ini kita menandai tonggak penting bagi kemitraan jangka panjang antara Indonesia dan Uni Eropa," ujarnya.
Airlangga menyebut, nilai perdagangan Indonesia-Uni Eropa mencapai sekitar 30 miliar dolar AS, dengan ekspor Indonesia senilai 13 miliar dolar AS. Perjanjian ini, menurutnya, menghubungkan dua blok ekonomi dengan nilai gabungan 21 triliun dolar AS dan 723 juta penduduk.
Ia menekankan, kesepakatan tersebut akan memberi manfaat langsung bagi sektor padat karya, seperti tekstil, alas kaki, pakaian jadi, dan furnitur, yang saat ini menyerap sekitar lima juta tenaga kerja di Indonesia. "Mereka kini memiliki prospek yang lebih baik di masa depan karena pasarnya semakin luas," kata Airlangga.
Lihat Juga :