Utang Indonesia Diprediksi Bengkak Tembus Rp10.360 Triliun di 2026

Kamis, 25 September 2025 - 11:52 WIB
loading...
Utang Indonesia Diprediksi...
Posisi utang pemerintah diprediksi mencapai Rp10.360 triliun pada tahun depan. FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - Penetapan Undang-Undang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 yang disepakati DPR dan Pemerintah menunjukkan pelebaran defisit dan peningkatan tajam pada kebutuhan pembiayaan utang.

Ekonom Bright Institute, Awalil Rizky menyoroti rencana penarikan utang bruto yang sangat besar dan proyeksi posisi utang pemerintah yang akan mencapai Rp10.360 triliun pada akhir tahun 2026. Awalil menjelaskan bahwa terjadi beberapa perubahan postur dari draf awal. Belanja negara bertambah dari Rp3.786,49 triliun menjadi Rp3.842,73 triliun, sementara pendapatan hanya bertambah tipis menjadi Rp3.153,58 triliun.

"Dengan demikian, defisit anggaran makin melebar dari Rp638,81 triliun menjadi Rp689,15 triliun," ungkap Awalil dalam keterangannya, Kamis (25/9/2025).

Baca Juga: Pemerintah Tambah Utang Baru Rp463 Triliun hingga Akhir Agustus 2025

Menurut Awalil, rasio defisit selama dua tahun pertama era Presiden Prabowo ini lebih lebar dibandingkan rata-rata masa lalu, kecuali saat puncak pandemi Covid-19. Untuk membiayai defisit dan pengeluaran investasi, pemerintah merencanakan pembiayaan neto APBN 2026 mencapai Rp832,21 triliun.

Angka ini terdiri dari pembiayaan utang sebesar Rp832,21 triliun dan pembiayaan non-utang sebesar Rp143,06 triliun yang bersifat pengeluaran.

"Pembiayaan utang sebenarnya adalah tambahan utang neto selama setahun anggaran. Disebut neto atau nilai bersih karena memperhitungkan penerimaan dari penarikan utang baru dan pembayaran pokok utang lama," jelasnya.

Pembiayaan utang APBN 2026 meningkat dari yang diusulkan pada RAPBN, karena ada pelebaran defisit. Direncanakan akan diperoleh dari Surat Berharga Negara neto sebesar Rp799,53 triliun dan pinjaman sebesar Rp32,67 triliun.

Awalil mengkhawatirkan besaran penarikan utang baru (bruto). Karena pembiayaan utang sebesar Rp832,21 triliun adalah nilai neto (setelah dikurangi pelunasan pokok utang), dan pelunasan pokok utang diperkirakan sekitar Rp800 triliun, maka penarikan utang baru bruto pada tahun 2026 akan mencapai Rp1.600 triliun.

Baca Juga: Perdana Umumkan APBN KiTa, Purbaya Sebut Defisit APBN Bengkak Jadi Rp321,6 Triliun

Lonjakan ini akan berdampak signifikan pada posisi utang pemerintah. Posisi utang akhir tahun 2024 adalah Rp8.813 triliun. Dengan adanya tambahan utang neto dari APBN 2025 (Rp715,5 triliun) dan APBN 2026 (Rp832,2 triliun). "Dengan demikian, posisi utang akhir 2026 akan mencapai Rp10.360 triliun," kata Awalil.

Awalil juga menyoroti target kenaikan pendapatan negara sebesar 10,05 persen dari outlook realisasi APBN 2025. Ia menilai target ini "terlampau optimis" mengingat kenaikan pendapatan pada era Presiden Joko Widodo (Jokowi) pertama rata-rata hanya 5,01 persen per tahun, dan outlook 2025 hanya 0,05 persen.

Di sisi belanja, kenaikan sebesar 8,94 persen dibandingkan outlook APBN 2025 dianggap tidak mencerminkan upaya efisiensi yang sering digaungkan pemerintah belakangan ini. Kenaikan belanja ini lebih tinggi dibandingkan kenaikan rata-rata dalam beberapa tahun terakhir.

(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menhub Minta Tambahan...
Menhub Minta Tambahan Anggaran Rp20 Triliun, Buat Apa?
Utang Pemerintah Bengkak...
Utang Pemerintah Bengkak saat Swasta Lesu, Alarm bagi Fiskal Negara
Indonesia Tak Lagi Bergantung...
Indonesia Tak Lagi Bergantung Impor Minyak Timur Tengah
Bahlil Antisipasi Ledakan...
Bahlil Antisipasi Ledakan Subsidi Energi Tahun Depan, Segini Hitungannya dalam RAPBN 2027
Rupiah Tampil Perkasa...
Rupiah Tampil Perkasa di Awal Pekan, Hari Ini Sentuh Rp17.708 per Dolar AS
Utang Luar Negeri Indonesia...
Utang Luar Negeri Indonesia Bengkak Tembus Rp7.795 Triliun
Prabowo Terima Telepon...
Prabowo Terima Telepon Mahmoud Abbas, Tegaskan Indonesia Berdiri Bersama Palestina
Viral! 3 PRT Indonesia...
Viral! 3 PRT Indonesia Dianiaya di Malaysia, 4 Majikan Ditangkap
World Giving Report...
World Giving Report 2026: Donasi Global Turun, Indonesia Bertahan di Atas Rata-rata Dunia
Rekomendasi
Israel Danai Pemukim...
Israel Danai Pemukim Ekstremis, Bayar Rp34 Miliar Per Bulan
5 Fakta Menarik Lionel...
5 Fakta Menarik Lionel Messi Meledak di Laga Pembuka Argentina di Piala Dunia 2026
Austria Taklukkan Yordania...
Austria Taklukkan Yordania 3-1, Debut Manis di Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Purbaya Temui Menkeu...
Purbaya Temui Menkeu China, Perkuat Kerja Sama Pembiayaan dan Investasi
Harga Minyak Dunia Anjlok,...
Harga Minyak Dunia Anjlok, Kapan Pertamax Ikut Turun?
NHM Raih PROPER Biru...
NHM Raih PROPER Biru KLHK, Tegaskan Komitmen terhadap Pengelolaan Lingkungan yang Taat dan Berkelanjutan
Mau Bebas Iuran Tahunan...
Mau Bebas Iuran Tahunan Seumur Hidup? Yuk, Ajukan Kartu Kredit MNC Bank Sekarang
Menkop: Warga Bisa Jual...
Menkop: Warga Bisa Jual Minyak Jelantah ke Kopdes Merah Putih
JRP Insurance Hadir...
JRP Insurance Hadir di Jakarta Fair 2026, Jamin Perlindungan Asuransi bagi Pengunjung
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved