Proyek Tanggul Laut Raksasa Rp1.341 Triliun Tak Kunjung Dibangun, AHY Ungkap Alasannya

Jum'at, 26 September 2025 - 08:27 WIB
loading...
Proyek Tanggul Laut...
Anak-anak bermain air di giant sea wall (tanggul laut raksasa) di Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara, Rabu (03/1/2018). FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengungkapkan alasan proyek tanggul laut raksasa atau Giant Sea Wall (GSW) hingga kini belum juga dibangun. Menurutnya pemerintah masih berupaya mencari investor karena besarnya kebutuhan biaya.

Proyek yang membentang sekitar 600–700 kilometer dari Banten hingga Gresik tersebut diperkirakan menelan investasi mencapai USD80 miliar atau setara Rp1.341 triliun. Jumlah tersebut dinilai mustahil dibiayai hanya dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

"Tidak mungkin kita mengandalkan APBN. Fiskal kita ada batasnya dan ada prioritas yang harus dipenuhi. Karena itu kami menjalin komunikasi dengan berbagai pihak, baik dari dalam negeri maupun luar negeri, untuk menarik investasi," ujar AHY saat ditemui di Travoy Hub Jakarta, Kamis (25/9/2025).

Baca Juga: Menko AHY Ungkap Urgensi Pembangunan Giant Sea Wall, Perpaduan Beton dan Mangrove

Menurutnya pemerintah sedang mematangkan konsep pengembangan proyek sebelum membuka pintu investasi. Tanggul laut raksasa tidak hanya akan difungsikan sebagai dinding penahan rob dan abrasi, tetapi juga dikembangkan menjadi kawasan produktif.

"Konsepnya tidak hnya membangun dinding tinggi di pantai maupun laut. Kami ingin mengintegrasikan dengan pendekatan alami seperti mangrove, serta pemanfaatan kawasan untuk properti, jalan tol, hingga pusat ekonomi baru," ujarnya.

AHY menambahkan, proyek ini juga diarahkan untuk menghadirkan Transit Oriented Development (TOD) yang menghubungkan hunian, pusat bisnis, serta kawasan produktif lain. Dengan begitu, keberadaan tanggul laut dapat memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah sekaligus berkontribusi pada pertumbuhan nasional.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Purbaya Buka Peluang...
Purbaya Buka Peluang Kerek Dana Transfer ke Daerah di 2027 hingga Rp90 Triliun
Purbaya Pede Harga BBM...
Purbaya Pede Harga BBM Pertamax Bakal Turun Efek Damai AS-Iran
Ekonom Soroti Data Positif...
Ekonom Soroti Data Positif Fiskal dan Investasi, Narasi Sell Indonesia Dinilai Keliru
Dongkrak Investasi Rp69,3...
Dongkrak Investasi Rp69,3 Triliun, BP Batam Buktikan Mampu Mandiri Tanpa APBN
Tok! DPR dan Pemerintah...
Tok! DPR dan Pemerintah Sepakati Asumsi Makro KEM-PPKF 2027, Target Lifting Migas Dikerek
Menhub Minta Tambahan...
Menhub Minta Tambahan Anggaran Rp20 Triliun, Buat Apa?
Mendagri Minta Tambahan,...
Mendagri Minta Tambahan, Total Pagu Anggaran 2027 Rp10 Triliun
MUI: Presiden Kurban...
MUI: Presiden Kurban Pakai APBN Tak Masalah secara Syariat demi Kepentingan Masyarakat
Gerindra Sebut Bantuan...
Gerindra Sebut Bantuan 1.098 Sapi Kurban Presiden Prabowo dari APBN Sah, Pernah Dilakukan pada Era Jokowi
Rekomendasi
KPK Kembali Periksa...
KPK Kembali Periksa Mantan Dirjen PHU Hilman Latief terkait Kasus Kuota Haji
Taufik Hidayat Pelaku...
Taufik Hidayat Pelaku Penganiayaan Pacar Ditahan di Sel Khusus
Digugat Roy Suryo soal...
Digugat Roy Suryo soal Penggeledahan, Polda Metro Jaya Siap Hadir
Berita Terkini
Pascapengumuman MSCI,...
Pascapengumuman MSCI, IHSG Sesi Siang Ambruk 1,62% ke Level 6.002
Harga Emas Terjun Rp18...
Harga Emas Terjun Rp18 Ribu, Hari Ini 1 Gram Dijual Rp2.655.000 per Gram
Iran Bebas Produksi,...
Iran Bebas Produksi, Jual, dan Kirim Minyak Mentah, Bayar Pakai Dolar AS
MNC Sekuritas Gelar...
MNC Sekuritas Gelar SPM Level 2 Bersama IBI Kesatuan Bogor: Mengenal Analisis Teknikal
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Menguat 0,44 Persen ke Level 6.128
MSCI Tahan Status Emerging...
MSCI Tahan Status Emerging Market Indonesia, OJK Pastikan Reformasi Pasar Modal Jalan Terus
Infografis
Indonesia Belum Bayar...
Indonesia Belum Bayar Rp11,5 Triliun, di Proyek Jet Tempur KF-21
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved