CEO Perempuan Durianpay Siap Bawa Visi Fintech Indonesia Mendunia
Sabtu, 27 September 2025 - 14:18 WIB
loading...
Terdapat tantangan besar berupa fragmentasi infrastruktur pembayaran, Natasha Ardiani, CEO sekaligus Co-Founder Durianpay, hadir dengan solusi inovatif yang menghubungkan berbagai metode pembayaran dan platform. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Indonesia tengah mengalami transformasi digital yang sangat pesat, khususnya di sektor keuangan dan pembayaran. Namun di balik kemajuan ini, masih terdapat tantangan besar berupa fragmentasi infrastruktur pembayaran yang menyebabkan ketidakefisienan dan hambatan dalam transaksi lintas platform.
Meskipun berbagai sistem seperti QRIS, BI-FAST, dan GPN telah diperkenalkan oleh Bank Indonesia, integrasi dan adopsi antar sistem tersebut belum berjalan optimal. Baca Juga: Inovasi Bikin Pembayaran Digital Semakin Mudah
Melihat tantangan tersebut, Natasha Ardiani, CEO sekaligus Co-Founder Durianpay, hadir dengan solusi inovatif yang menghubungkan berbagai metode pembayaran dan platform, menyatukan ekosistem yang selama ini terpecah. Durianpay berambisi menjadi infrastruktur pembayaran terpadu di Asia Tenggara yang mampu menghubungkan berbagai metode transaksi, menjadikannya lebih mulus, efisien, dan inklusif.
Sejak berdiri pada 2020, Durianpay telah memproses lebih dari 60 juta transaksi per bulan dan melayani lebih dari 100 klien dari sektor enterprise, layanan finansial, hingga platform kripto. Di tahun 2023. Durianpay mencapai pertumbuhan 5 kali lipat secara tahunan sejak 2022 serta kenaikan 3 kali lipat dalam Total Processing Value (TPV).
Perusahaan ini juga telah menggalang total pendanaan USD8,1 juta untuk memperkuat ekspansi di Indonesia dan Asia Tenggara. Hingga saat ini, Durianpay tengah mengembangkan alat yang lebih fokus pada kebutuhan bisnis, memperluas jaringan pembayaran dan destinasi.
Atas komitmennya melalui startup fintech yang ia pimpin, Endeavor Indonesia mengumumkan bahwa Natasha Ardiani telah resmi menjadi Endeavor Entrepreneur ke-110, sebuah pencapaian yang diraih pada International Selection Panel (ISP) ke-104 yang digelar di Cambridge, 2025. Pencapaian ini menegaskan peran Natasha sebagai salah satu perempuan founder fintech yang sukses membawa solusi lokal ke panggung global.
“Keberhasilan Natasha adalah bukti nyata bagaimana founder perempuan dari Indonesia dapat menciptakan solusi dengan daya saing global. Pengakuan ini bukan hanya sebuah penghargaan, tetapi juga pengukuhan bahwa visi dan misi Natasha dalam mengatasi fragmentasi pembayaran di kawasan ini memiliki potensi besar untuk menciptakan dampak yang lebih luas," ujar Managing Director Endeavor Indonesia, Monika Rudijono.
Siap Bangun Perusahaan Berskala Global Bersama Endeavor
Perjalanan Natasha bersama Endeavor dimulai pada tahun 2023 saat bergabung dengan program Scale Up by Endeavor Batch #5. Dari para mentor, Natasha memperkuat strategi bisnisnya dan menyiapkan Durianpay bertumbuh lebih agresif.
Di Cambridge, ia menghadapi panel global yang beranggotakan para pemimpin bisnis dunia dari perusahaan seperti MyTheresa, Breadfast, Shopfully, hingga Doordash. Melalui proses seleksi ketat dengan pertanyaan tajam dari berbagai pemimpin bisnis terkemuka seperti Susan G Saideman (Board of Directors, MyTheresa, Mostafa Amin (CEO and Co-Founder, Breadfast), Arvind Rajan (Chairman and Co-Founder, Cricket Health), dan Adetayo Bamiduro (CEO & Co-Founder, MAX.NG), Durianpay diuji dari berbagai sisi untuk memastikan potensinya sebagai perusahaan yang tahan banting dan mampu bertumbuh berkelanjutan.
“Prosesnya sangat menantang dengan pertanyaan-pertanyaan yang sulit, namun pengakuan yang kami terima memberikan semangat baru bagi saya sebagai pendiri dan pemimpin. Menjadi Endeavor Entrepreneur nyatanya membuat saya percaya bahwa solusi dari Indonesia bisa relevan bagi dunia. Saya ingin terus membuat pembayaran lebih mudah, tanpa batas, dan inklusif,” jelas Natasha.
Kini, Durianpay bukan sekadar fintech biasa, melainkan tulang punggung infrastruktur yang menggerakkan ekonomi digital web2 dan web3 di Asia Tenggara. Keberhasilan Natasha Ardiani dan Durianpay menjadi bukti nyata bahwa para pendiri startup Indonesia mampu membangun solusi dengan ambisi global dan dampak nyata.
Baca Juga: Hari Fintech Nasional sebagai Momentum Wujudkan Sinergi dan Kolaborasi Industri Fintech
Selama proses seleksi, Natasha tidak sendirian. Ia juga mendapat dukungan dari para mentor lokal seperti Dr. Raoul Oberman (Endeavor Board Member, Managing Director of Sasya Terra Pte Ltd), Caecilia Adinoto (Endeavor Mentor, Former HR Director of Sanofi), Julianto Sidarto (Endeavor Mentor, Independent Commissioner of Air Asia Indonesia), dan juga Herwan Ng (Endeavor Mentor, Co-Founder of Verum Consulting Indonesia).
Panelis seleksi lokal seperti Gita Sjahrir (Endeavor Ambassador, Director of TBS Energi Utama), Antonny Liem (Endeavor Mentor, CEO of MCM Group & Merah Putih Inc.), Hans Lukiman (Endeavor Mentor, Senior Vice President, Head of CEO Office and Business Development of Blibli), Budi Handoko (Endeavor Entrepreneur, Co-Founder of Shipper), dan Fajrin Rasyid (Endeavor Ambassador, Former Director of Digital Business of Telkom Indonesia) juga berperan penting dalam mendorong Durianpay dari sekadar ambisi menjadi kenyataan.
Dengan total 110 Endeavor Entrepreneurs di Indonesia, Natasha kini bergabung dengan jaringan para pionir startup seperti Harshet Lunani (Qoala), Edward Tirtanata & James Prananto (Kopi Kenangan), Alfatih Timur & Vikra Ijas (Kitabisa), dan lainnya, siap membawa cerita Durianpay ke panggung dunia, menginspirasi banyak pengusaha lain untuk terus berinovasi dan bertumbuh.
Meskipun berbagai sistem seperti QRIS, BI-FAST, dan GPN telah diperkenalkan oleh Bank Indonesia, integrasi dan adopsi antar sistem tersebut belum berjalan optimal. Baca Juga: Inovasi Bikin Pembayaran Digital Semakin Mudah
Melihat tantangan tersebut, Natasha Ardiani, CEO sekaligus Co-Founder Durianpay, hadir dengan solusi inovatif yang menghubungkan berbagai metode pembayaran dan platform, menyatukan ekosistem yang selama ini terpecah. Durianpay berambisi menjadi infrastruktur pembayaran terpadu di Asia Tenggara yang mampu menghubungkan berbagai metode transaksi, menjadikannya lebih mulus, efisien, dan inklusif.
Sejak berdiri pada 2020, Durianpay telah memproses lebih dari 60 juta transaksi per bulan dan melayani lebih dari 100 klien dari sektor enterprise, layanan finansial, hingga platform kripto. Di tahun 2023. Durianpay mencapai pertumbuhan 5 kali lipat secara tahunan sejak 2022 serta kenaikan 3 kali lipat dalam Total Processing Value (TPV).
Perusahaan ini juga telah menggalang total pendanaan USD8,1 juta untuk memperkuat ekspansi di Indonesia dan Asia Tenggara. Hingga saat ini, Durianpay tengah mengembangkan alat yang lebih fokus pada kebutuhan bisnis, memperluas jaringan pembayaran dan destinasi.
Atas komitmennya melalui startup fintech yang ia pimpin, Endeavor Indonesia mengumumkan bahwa Natasha Ardiani telah resmi menjadi Endeavor Entrepreneur ke-110, sebuah pencapaian yang diraih pada International Selection Panel (ISP) ke-104 yang digelar di Cambridge, 2025. Pencapaian ini menegaskan peran Natasha sebagai salah satu perempuan founder fintech yang sukses membawa solusi lokal ke panggung global.
“Keberhasilan Natasha adalah bukti nyata bagaimana founder perempuan dari Indonesia dapat menciptakan solusi dengan daya saing global. Pengakuan ini bukan hanya sebuah penghargaan, tetapi juga pengukuhan bahwa visi dan misi Natasha dalam mengatasi fragmentasi pembayaran di kawasan ini memiliki potensi besar untuk menciptakan dampak yang lebih luas," ujar Managing Director Endeavor Indonesia, Monika Rudijono.
Siap Bangun Perusahaan Berskala Global Bersama Endeavor
Perjalanan Natasha bersama Endeavor dimulai pada tahun 2023 saat bergabung dengan program Scale Up by Endeavor Batch #5. Dari para mentor, Natasha memperkuat strategi bisnisnya dan menyiapkan Durianpay bertumbuh lebih agresif.
Di Cambridge, ia menghadapi panel global yang beranggotakan para pemimpin bisnis dunia dari perusahaan seperti MyTheresa, Breadfast, Shopfully, hingga Doordash. Melalui proses seleksi ketat dengan pertanyaan tajam dari berbagai pemimpin bisnis terkemuka seperti Susan G Saideman (Board of Directors, MyTheresa, Mostafa Amin (CEO and Co-Founder, Breadfast), Arvind Rajan (Chairman and Co-Founder, Cricket Health), dan Adetayo Bamiduro (CEO & Co-Founder, MAX.NG), Durianpay diuji dari berbagai sisi untuk memastikan potensinya sebagai perusahaan yang tahan banting dan mampu bertumbuh berkelanjutan.
“Prosesnya sangat menantang dengan pertanyaan-pertanyaan yang sulit, namun pengakuan yang kami terima memberikan semangat baru bagi saya sebagai pendiri dan pemimpin. Menjadi Endeavor Entrepreneur nyatanya membuat saya percaya bahwa solusi dari Indonesia bisa relevan bagi dunia. Saya ingin terus membuat pembayaran lebih mudah, tanpa batas, dan inklusif,” jelas Natasha.
Kini, Durianpay bukan sekadar fintech biasa, melainkan tulang punggung infrastruktur yang menggerakkan ekonomi digital web2 dan web3 di Asia Tenggara. Keberhasilan Natasha Ardiani dan Durianpay menjadi bukti nyata bahwa para pendiri startup Indonesia mampu membangun solusi dengan ambisi global dan dampak nyata.
Baca Juga: Hari Fintech Nasional sebagai Momentum Wujudkan Sinergi dan Kolaborasi Industri Fintech
Selama proses seleksi, Natasha tidak sendirian. Ia juga mendapat dukungan dari para mentor lokal seperti Dr. Raoul Oberman (Endeavor Board Member, Managing Director of Sasya Terra Pte Ltd), Caecilia Adinoto (Endeavor Mentor, Former HR Director of Sanofi), Julianto Sidarto (Endeavor Mentor, Independent Commissioner of Air Asia Indonesia), dan juga Herwan Ng (Endeavor Mentor, Co-Founder of Verum Consulting Indonesia).
Panelis seleksi lokal seperti Gita Sjahrir (Endeavor Ambassador, Director of TBS Energi Utama), Antonny Liem (Endeavor Mentor, CEO of MCM Group & Merah Putih Inc.), Hans Lukiman (Endeavor Mentor, Senior Vice President, Head of CEO Office and Business Development of Blibli), Budi Handoko (Endeavor Entrepreneur, Co-Founder of Shipper), dan Fajrin Rasyid (Endeavor Ambassador, Former Director of Digital Business of Telkom Indonesia) juga berperan penting dalam mendorong Durianpay dari sekadar ambisi menjadi kenyataan.
Dengan total 110 Endeavor Entrepreneurs di Indonesia, Natasha kini bergabung dengan jaringan para pionir startup seperti Harshet Lunani (Qoala), Edward Tirtanata & James Prananto (Kopi Kenangan), Alfatih Timur & Vikra Ijas (Kitabisa), dan lainnya, siap membawa cerita Durianpay ke panggung dunia, menginspirasi banyak pengusaha lain untuk terus berinovasi dan bertumbuh.
(akr)
Lihat Juga :