Tekan Angka Kecelakaan, Rest Area Khusus Pengemudi Truk Bakal Dibangun
Sabtu, 27 September 2025 - 21:13 WIB
loading...
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) berencana membangun rest area khusus untuk pengemudi truk di jalan tol. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Perhubungan ( Kemenhub ) berencana membangun rest area khusus untuk pengemudi truk di jalan tol. Langkah ini diambil sebagai bentuk intervensi pemerintah untuk menekan tingginya angka kecelakaan yang disebabkan oleh kendaraan truk.
Ketua Subkomite Lalu Lintas Angkutan Jalan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Ahmad Wildan menjelaskan, kecelakaan yang disebabkan oleh kendaraan truk banyak terjadi karena pengemudi yang kelelahan atau kurang beristirahat dengan optimal.
"Pemerintah harus intervensi, mereka (Kemenhub) setuju, akan melakukan desain, mereka akan membangun semacam tempat istirahat khusus untuk kendaraan barang. Mau istirahat lama juga tidak apa-apa di situ," ujarnya dalam acara Talkshow Safety Driving yang diselenggarakan ASTRA Infra di KM 68A Tol Tangerang–Merak, Sabtu (27/9/2025).
Baca Juga: Mudik dan Rest Area Moderasi
Ahmad Wildan mengakui, ketersediaan rest area di jalan tol saat ini merupakan bagian yang tidak lepas dari portofolio investasi para Badan Usaha Jalan Tol (BUJT), sehingga tetap berorientasi pada keuntungan agar memiliki imbal hasil yang bagus.
Ia menilai hal inilah yang akhirnya membuat harga-harga makanan atau minuman menjadi sedikit lebih mahal karena berkaitan dengan biaya sewa tenant. Kondisi tersebut membuat pengendara truk kadang kurang minat untuk beristirahat di rest area, sehingga memilih di bahu jalan.
Namun beristirahat di bahu jalan pun tidak bisa lebih lama karena akan mendapat teguran dari petugas, yang akhirnya membuat para pengemudi truk kurang waktu istirahat.
"Saya sudah minta Kemenhub intervensi, kalau BUJT yang membuat, sewa ini mahal. Kemenhub akan menyewa di sini (rest area), sehingga kita tidak membebani BUJT," kata Ahmad Wildan.
Menurut Wildan, pemerintah sudah menyetujui intervensi tersebut dan saat ini tengah menyiapkan desain rest area khusus kendaraan barang. "Mau istirahat lama juga tidak apa-apa. Memang sudah menjadi perhatian pemerintah dan saat ini sedang disusun konsepnya," kata dia.
Wildan menekankan, pentingnya keselamatan dalam angkutan jalan. Menurutnya, ada tiga kunci keselamatan yang harus diperhatikan pengemudi: pertama, kompeten; kedua, disiplin; ketiga, jujur.
"Kalau sakit jangan mengemudi, kalau mengantuk berhenti. Jangan mengemudi saat tidak bugar," lanjutnya.
Baca Juga: Tarik Magnet Pengunjung Rest Area KM 260 B, Begini Strategi PT PP Sinergi Banjaratma
Rencana pembangunan rest area khusus ini diharapkan dapat memberikan ruang aman dan nyaman bagi pengemudi truk untuk beristirahat, sehingga dapat menurunkan risiko kecelakaan di jalan tol.
Ketua Subkomite Lalu Lintas Angkutan Jalan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Ahmad Wildan menjelaskan, kecelakaan yang disebabkan oleh kendaraan truk banyak terjadi karena pengemudi yang kelelahan atau kurang beristirahat dengan optimal.
"Pemerintah harus intervensi, mereka (Kemenhub) setuju, akan melakukan desain, mereka akan membangun semacam tempat istirahat khusus untuk kendaraan barang. Mau istirahat lama juga tidak apa-apa di situ," ujarnya dalam acara Talkshow Safety Driving yang diselenggarakan ASTRA Infra di KM 68A Tol Tangerang–Merak, Sabtu (27/9/2025).
Baca Juga: Mudik dan Rest Area Moderasi
Ahmad Wildan mengakui, ketersediaan rest area di jalan tol saat ini merupakan bagian yang tidak lepas dari portofolio investasi para Badan Usaha Jalan Tol (BUJT), sehingga tetap berorientasi pada keuntungan agar memiliki imbal hasil yang bagus.
Ia menilai hal inilah yang akhirnya membuat harga-harga makanan atau minuman menjadi sedikit lebih mahal karena berkaitan dengan biaya sewa tenant. Kondisi tersebut membuat pengendara truk kadang kurang minat untuk beristirahat di rest area, sehingga memilih di bahu jalan.
Namun beristirahat di bahu jalan pun tidak bisa lebih lama karena akan mendapat teguran dari petugas, yang akhirnya membuat para pengemudi truk kurang waktu istirahat.
"Saya sudah minta Kemenhub intervensi, kalau BUJT yang membuat, sewa ini mahal. Kemenhub akan menyewa di sini (rest area), sehingga kita tidak membebani BUJT," kata Ahmad Wildan.
Menurut Wildan, pemerintah sudah menyetujui intervensi tersebut dan saat ini tengah menyiapkan desain rest area khusus kendaraan barang. "Mau istirahat lama juga tidak apa-apa. Memang sudah menjadi perhatian pemerintah dan saat ini sedang disusun konsepnya," kata dia.
Wildan menekankan, pentingnya keselamatan dalam angkutan jalan. Menurutnya, ada tiga kunci keselamatan yang harus diperhatikan pengemudi: pertama, kompeten; kedua, disiplin; ketiga, jujur.
"Kalau sakit jangan mengemudi, kalau mengantuk berhenti. Jangan mengemudi saat tidak bugar," lanjutnya.
Baca Juga: Tarik Magnet Pengunjung Rest Area KM 260 B, Begini Strategi PT PP Sinergi Banjaratma
Rencana pembangunan rest area khusus ini diharapkan dapat memberikan ruang aman dan nyaman bagi pengemudi truk untuk beristirahat, sehingga dapat menurunkan risiko kecelakaan di jalan tol.
(akr)
Lihat Juga :