Transformasi Data-Driven Garudafood Perkuat Inovasi Berkelanjutan dan Keberlanjutan Bisnis

Sabtu, 27 September 2025 - 21:58 WIB
loading...
Transformasi Data-Driven...
Pemanfaatan teknologi digital dan inovasi berbasis data dinilai menjadi kunci agar industri semakin efisien, transparan, dan berkelanjutan. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Industri makanan dan minuman Indonesia terus menunjukkan kinerja positif. Sepanjang 2024, sektor ini tumbuh sekitar 5,9% dengan nilai mencapai Rp1.647 triliun berdasarkan data United States Department of Agriculture (USDA) yang diolah oleh GoodStats. Pertumbuhan tersebut ditopang berbagai pelaku utama, termasuk industri makanan dan minuman (mamin).

Pemerintah sendiri menempatkan industri makanan dan minuman sebagai salah satu prioritas dalam roadmap Making Indonesia 4.0. Hal ini sejalan dengan kebutuhan transformasi industri yang menuntut adaptasi terhadap perkembangan teknologi dan perubahan pola konsumsi masyarakat. Pemanfaatan teknologi digital dan inovasi berbasis data dinilai menjadi kunci agar industri semakin efisien, transparan, dan berkelanjutan .

Hal ini disampaikan Johanes D. Hartanto, Group Head Corporate Information Technology Garudafood, dalam kuliah tamu bertema “Smart Manufacturing at Garudafood: Unlocking Value through Data-Driven Manufacturing & Supply Chain” di Binus University, Jakarta (25/9/2025).

Baca Juga: SNS Perkuat Distribusi Garudafood Lewat Inovasi dan Kemitraan

“Saat ini, data tidak lagi hanya dipandang sebagai kebutuhan administratif untuk membuat laporan, tetapi telah menjadi aset strategis yang menentukan arah bisnis. Data menjadi landasan utama bagi pengambilan keputusan yang lebih tepat, efektif, dan berkelanjutan,” ujar Johanes.

“Dengan pemanfaatan teknologi digital , data dapat diolah menjadi wawasan yang real-time sehingga manajemen dapat merespons perubahan pasar dengan lebih cepat, mengantisipasi risiko, sekaligus membuka peluang baru,” tambah Johanes.

Garudafood menjalankan transformasi digital bukan sekadar untuk mengikuti tren teknologi, melainkan sebagai strategi jangka panjang agar perusahaan tetap relevan di tengah perubahan pasar yang cepat.

Perusahaan telah menerapkan solusi SAP terintegrasi berbasis cloud untuk menyederhanakan dan menstandarkan proses bisnis utama. Dengan dukungan Big Data, teknologi ini memungkinkan akses data real-time, mempercepat analisis, sekaligus meningkatkan akurasi dalam pengambilan keputusan.

Dengan menerapkan praktik terbaik industri sesuai standar global industri makanan dan minuman (F&B), Garudafood berhasil mencapai tingkat adopsi fitur standar sebesar 86%. Selain itu, Garudafood juga memanfaatkan beragam teknologi digital mutakhir, mulai dari penerapan Internet untuk Segala (IoT), platform aplikasi komputasi awan (cloud), Kecerdasan Buatan (AI) dan Pembelajaran Mesin (ML).

Menurut Johanes, pemanfaatan data yang terintegrasi telah memberikan manfaat nyata bagi proses bisnis Garudafood. Setiap langkah transformasi digital diiringi tata kelola yang kuat, dengan kebijakan dan program edukasi perlindungan data sebagai penopangnya.

Hal ini mencerminkan komitmen Garudafood untuk memadukan inovasi digital dengan tanggung jawab sosial, sehingga menciptakan ekosistem bisnis yang berkelanjutan dan terpercaya.

Komitmen ini terbukti tidak hanya memberi nilai tambah pada bisnis, tetapi juga berkontribusi pada capaian ESG yang diakui melalui berbagai penghargaan. Garudafood meraih sejumlah penghargaan, di antaranya Katadata Corporate Sustainability Awards (KCSA) dan TrenAsia ESG Award.

“Pemanfaatan data yang terintegrasi dan tata kelola yang kuat tidak hanya mendukung proses bisnis, tetapi juga memperkuat komitmen kami terhadap transparansi dan keberlanjutan. Pengakuan lewat penghargaan ESG yang diraih Garudafood menjadi bukti nyata bahwa transformasi digital dapat berjalan seiring dengan komitmen terhadap masyarakat dan lingkungan,” pungkas Johanes.

Baca Juga: Dorong Transisi Energi, Garudafood Pakai Motor Listrik untuk Operasional

Di tengah perubahan pasar yang cepat, Garudafood menjadikan transformasi digital sebagai kunci keberlanjutan. Data dimanfaatkan dengan menerapkan standar perlindungan yang tinggi untuk menciptakan efisiensi dari lini produksi hingga distribusi, memastikan setiap langkah lebih adaptif, transparan, dan berkelanjutan.

Dengan strategi ini, Garudafood siap memperkuat posisi sebagai pemain utama industri makanan dan minuman nasional yang kompetitif sekaligus bertanggung jawab terhadap lingkungan dan masyarakat.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mendorong Standar Baru...
Mendorong Standar Baru Hilirisasi Nikel Berkelanjutan Tengah Tuntutan Global
Amdatara dan Badan Geologi...
Amdatara dan Badan Geologi Perkuat Sinergi untuk Pengelolaan Sumber Daya Air Berkelanjutan
Perkuat Konsolidasi...
Perkuat Konsolidasi Industri AMDK dalam Mendukung Pembangunan Berkelanjutan
Ecosperity Week 2026...
Ecosperity Week 2026 di Singapura, Menko AHY Ungkap Kunci Ketahanan dan Infrastruktur Berkelanjutan Asia
ASABRI Perkuat Investasi...
ASABRI Perkuat Investasi Sosial Melalui Program Berkelanjutan
GAPMMI Dukung Langkah...
GAPMMI Dukung Langkah Menperin Amankan Bahan Baku Kemasan
World Chiz Day 2026,...
World Chiz Day 2026, Prochiz Sasar Lebih dari 1.000 Siswa SD di Tiga Kota
Indonesia-AS Perkuat...
Indonesia-AS Perkuat Kerja Sama Produk Kehutanan Berbasis Keberlanjutan
Indonesia dan Republik...
Indonesia dan Republik Kongo Perkuat Kerja Sama Kehutanan Berkelanjutan
Rekomendasi
Pancasakti Run 2026...
Pancasakti Run 2026 Tawarkan Kesempatan Menuju World Marathon Majors 2027
Bandung Jewellery Fair...
Bandung Jewellery Fair 2026 Dorong Industri Perhiasan Nasional
Trump Mendadak Batal...
Trump Mendadak Batal Bombardir Iran Besar-besaran, Israel Terkejut
Berita Terkini
Emas Antam Kembali Berkilau,...
Emas Antam Kembali Berkilau, Hari Ini Naik Rp20 Ribu Sentuh Rp2.709.000 per Gram
IHSG Dibuka Perkasa...
IHSG Dibuka Perkasa Sentuh Level 5.960, Ada 380 Saham Berlari di Zona Hijau
Aliran Modal Asing Mulai...
Aliran Modal Asing Mulai Masuk, Rupiah Membaik Tinggalkan Rp18.000 per Dolar AS
Beban Berat Kelas Menengah...
Beban Berat Kelas Menengah di Tengah Kenaikan Pertamax jadi Rp16.250/Liter
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
Indodax Diapresiasi...
Indodax Diapresiasi Atas Edukasi dan Pengembangan Pasar Aset Kripto
Infografis
Sniper Udara Paling...
'Sniper Udara' Paling Ditakuti Dunia Perkuat Pertahanan Udara Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved