Nelayan Minta Pemerintah Hapus PBB Laut hingga Tolak Kapal Asing

Senin, 29 September 2025 - 22:48 WIB
loading...
Nelayan Minta Pemerintah...
Solidaritas Nelayan Indonesia (SNI) Sampaikan 14 Tuntutan Aspirasi Rembuk Nelayan 2025 ke Kementerian Sekretariat Negara RI, yang kemudian diteruskan ke Presiden RI Prabowo Subianto. FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - Solidaritas Nelayan Indonesia (SNI) menyampaikan 14 poin tuntutan kepada pemerintah, menolak sejumlah kebijakan yang dinilai memberatkan, seperti Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Laut dan naturalisasi kapal asing. Tuntutan ini merupakan hasil Rembuk Nasional Nelayan 2025.

Delegasi SNI diterima secara langsung oleh Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg), Juri Ardiantoro, di kompleks Kantor Sekretariat Negara, Jakarta, pada Senin (29/9). Pertemuan ini bertujuan untuk menyampaikan aspirasi yang akan diteruskan kepada Presiden RI Prabowo Subianto.

Ketua Umum SNI Hadi Sutrisno menyatakan, ke-14 poin tersebut merupakan suara dan jeritan hati nelayan serta pelaku usaha perikanan dari seluruh penjuru Nusantara. "Ini hasil Rembuk Nasional 2025. Suara dari Sumatera, Jawa, Kalimantan hingga Sulawesi bersatu," tegas Hadi.

Beberapa tuntutan utama nelayan antara lain pencabutan Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2023 tentang Penangkapan Ikan Terukur (PIT). Mereka juga menolak kewajiban pemasangan Vessel Monitoring System (VMS) bagi kapal di bawah 30 GT dan menghapus kewajiban Buku Pelaut yang dinilai tidak praktis.

Isu perpajakan juga menjadi perhatian serius. Nelayan meminta penetapan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) maksimal 3 persen dan penghapusan PBB Laut yang dinilai tidak adil. Mereka juga mendesak penghapusan diskriminasi terhadap kapal angkut dan berbagai kewajiban sertifikat yang berpotensi menjadi pungutan liar.

Baca Juga: Rembuk Nelayan 2025, Meminta Prabowo Perhatikan Nasib Nelayan dan Pelaku Usaha Perikanan

Tuntutan lain yang disorot adalah penolakan keras terhadap naturalisasi kapal asing dan wacana penambahan tenaga kerja asing di kapal perikanan. SNI menduga kebijakan ini berpotensi merugikan negara dan merusak ekosistem laut. Mereka mendorong KPK untuk menelusuri potensi penyalahgunaan wewenang dalam kebijakan tersebut.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
BRI Salurkan KUR Rp65,95...
BRI Salurkan KUR Rp65,95 Triliun, Jangkau 558.000 Petani dan 23.000 Nelayan
Mengapa Nelayan Butuh...
Mengapa Nelayan Butuh Dukungan Asuransi, Begini Penjelasannya
Edukasi Keselamatan...
Edukasi Keselamatan di Laut, PIS Salurkan Life Vest untuk Nelayan
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga dan Pemerintah Kolaborasi Bangun SPBU Nelayan di Lampung Timur
BNI Raih Green Warrior...
BNI Raih Green Warrior Award di ESG Now Awards 2025
PHE OSES Bantu Nelayan...
PHE OSES Bantu Nelayan Tekan Biaya Perbaikan Kapal hingga 60%
Prabowo Pakai Peci Karanji...
Prabowo Pakai Peci Karanji Hadiri Pekan Petani dan Nelayan di Gorontalo
Prabowo Bertolak ke...
Prabowo Bertolak ke Gorontalo, Hadiri Puncak PENAS Petani dan Nelayan XVII
Bantu Aktivitas Ekonomi...
Bantu Aktivitas Ekonomi Nelayan, Wilmar Serahkan Peralatan Tangkap Ikan
Rekomendasi
Uya Kuya Jadi Ketua...
Uya Kuya Jadi Ketua DPW DKI Jakarta Gantikan Eko Patrio, PAN Ungkap Alasannya
Momen Haru di Wisuda...
Momen Haru di Wisuda Unesa, Ibu Terima Ijazah Putrinya yang Wafat Sebelum Kelulusan
Rotasi Polda Metro Jaya:...
Rotasi Polda Metro Jaya: Kapolres, Wakapolres, hingga Wadir Krimum
Berita Terkini
MEKAR Kembangkan Ekosistem...
MEKAR Kembangkan Ekosistem Pembiayaan Produktif
Raih Penghargaan Infobank,...
Raih Penghargaan Infobank, MNC Guna Usaha Indonesia Catat Kinerja Unggul Selama 10 Tahun Berturut-turut
Raih Penghargaan Infobank,...
Raih Penghargaan Infobank, MNC Finance Catat Kinerja Terbaik Selama Lima Tahun Berturut-turut
Panda Bond Bakal Dinilai...
Panda Bond Bakal Dinilai Lembaga Rating China, Purbaya Tak Peduli Hasil S&P dan Moody's
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Optimalkan Distribusi BBM di Tengah Lonjakan Permintaan
BPS Canangkan Sensus...
BPS Canangkan Sensus Ekonomi 2026 di Kalimantan Timur: Perkuat Kompas Pembangunan Daerah
Infografis
PBB Tolak Usulan Trump...
PBB Tolak Usulan Trump Relokasi Warga Palestina ke Luar Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved