IHSG Bakal ke 8.070-8.200 di Tengah Tarik-Menarik Saham Perbankan dan Blue Chips
Selasa, 30 September 2025 - 07:36 WIB
loading...
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak mixed dengan rentang 8.070-8.200 pada perdagangan Selasa (30/9/2025). Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) diperkirakan bergerak mixed dengan rentang 8.070-8.200 pada perdagangan Selasa (30/9/2025). Riset Phintraco Sekuritas menilai, secara teknikal indikator Stochastic RSI bergerak menuju pivot, dan histogram positif MACD mulai melandai.
"Sehingga IHSG diperkirakan bergerak mixed di kisaran support 8.070 dan resistance 8.170 pada perdagangan Selasa," jelasnya.
Sementara itu, Technical Analyst WH Project William Hartanto menyebut IHSG mulai membentuk resistance di level 8.160. Ia melihat potensi pola double top, meski belum terkonfirmasi kecuali IHSG kembali melemah di bawah 8.000.
"Memperhatikan faktor-faktor di atas, kami memproyeksikan hari ini IHSG berpotensi bergerak mixed dalam range 8.100-8.200," ujarnya.
Baca Juga: IHSG Dekati Rekor Baru, Hari Ini Dibuka Naik Tembus 8.139
William menambahkan, pergerakan IHSG dipengaruhi tarik-menarik antara saham perbankan yang cenderung melemah dengan saham-saham new blue chips milik konglomerat yang masih melanjutkan penguatan.
“Pertandingan antar bobot saham ini yang menghasilkan pergerakan IHSG yang mixed berhari-hari,” ujarnya.
Dari sisi aliran dana asing, tercatat net buy sebesar Rp190 miliar pada perdagangan Senin (29/9). Pada perdagangan Senin (29/9), IHSG ditutup menguat 0,30% ke level 8.123,25. Sektor bahan baku tercatat memimpin penguatan, sementara sektor teknologi menjadi penekan terbesar.
Phintraco menilai sentimen positif datang dari penguatan rupiah seiring pelemahan indeks dolar Amerika Serikat (AS) dan ekspektasi berlanjutnya penurunan suku bunga The Fed tahun ini. Faktor tersebut juga dinilai mendorong harga emas ke level tertinggi baru, sehingga menopang saham-saham terkait.
Baca Juga: IHSG Sepekan Tembus Rekor 8.099, Kapitalisasi Pasar Melesat 1,74% Jadi Rp14.888 T
"Sentimen positif juga berasal dari penguatan rupiah pada Senin (29/9), seiring dengan pelemahan USD index akibat ekspektasi penurunan suku bunga The Fed dan potensi government shutdown di AS," jelasnya.
"Sehingga IHSG diperkirakan bergerak mixed di kisaran support 8.070 dan resistance 8.170 pada perdagangan Selasa," jelasnya.
Sementara itu, Technical Analyst WH Project William Hartanto menyebut IHSG mulai membentuk resistance di level 8.160. Ia melihat potensi pola double top, meski belum terkonfirmasi kecuali IHSG kembali melemah di bawah 8.000.
"Memperhatikan faktor-faktor di atas, kami memproyeksikan hari ini IHSG berpotensi bergerak mixed dalam range 8.100-8.200," ujarnya.
Baca Juga: IHSG Dekati Rekor Baru, Hari Ini Dibuka Naik Tembus 8.139
William menambahkan, pergerakan IHSG dipengaruhi tarik-menarik antara saham perbankan yang cenderung melemah dengan saham-saham new blue chips milik konglomerat yang masih melanjutkan penguatan.
“Pertandingan antar bobot saham ini yang menghasilkan pergerakan IHSG yang mixed berhari-hari,” ujarnya.
Dari sisi aliran dana asing, tercatat net buy sebesar Rp190 miliar pada perdagangan Senin (29/9). Pada perdagangan Senin (29/9), IHSG ditutup menguat 0,30% ke level 8.123,25. Sektor bahan baku tercatat memimpin penguatan, sementara sektor teknologi menjadi penekan terbesar.
Phintraco menilai sentimen positif datang dari penguatan rupiah seiring pelemahan indeks dolar Amerika Serikat (AS) dan ekspektasi berlanjutnya penurunan suku bunga The Fed tahun ini. Faktor tersebut juga dinilai mendorong harga emas ke level tertinggi baru, sehingga menopang saham-saham terkait.
Baca Juga: IHSG Sepekan Tembus Rekor 8.099, Kapitalisasi Pasar Melesat 1,74% Jadi Rp14.888 T
"Sentimen positif juga berasal dari penguatan rupiah pada Senin (29/9), seiring dengan pelemahan USD index akibat ekspektasi penurunan suku bunga The Fed dan potensi government shutdown di AS," jelasnya.
(akr)
Lihat Juga :