Starbucks Bakal Tutup 100 Kedai Kopi, Berikut Rinciannya
Rabu, 01 Oktober 2025 - 08:12 WIB
loading...
A
A
A
CEO Starbucks mengatakan, bahwa perombakan ini akan mengurangi waktu tunggu dan membantu membangkitkan kembali penjualan. Hal ini terjadi setelah jaringan kopi tersebut mengumumkan pada bulan Februari bahwa, Starbucks bakal memangkas 1.100 pekerjaan dan menyederhanakan menu mereka di AS untuk membantu penjualan yang melemah di pasar negara asalnya.
"Ini adalah tindakan signifikan yang kami pahami akan berdampak pada mitra dan pelanggan," kata CEO Brian Niccol, meskipun perusahaan mengatakan masih "di jalur" ekspansi untuk membuka 80 gerai baru di Inggris.
"Sementara itu bisnis EMEA (Eropa, Timur Tengah, dan Afrika) berada di jalur untuk memenuhi komitmennya membuka 80 toko baru di Inggris dan 150 di seluruh EMEA pada tahun keuangan ini, beberapa toko di Inggris, Swiss, dan Austria akan ditutup sebagai akibat dari peninjauan portofolio ini," kata Starbucks.
Baca Juga: Puluhan Ribu Barista Starbucks Ancam Mogok Kerja, Ini Masalahnya
Niccol dalam sebuah surat kepada karyawan mengatakan, bahwa toko-toko yang bakal ditutup "tidak mampu menciptakan lingkungan fisik yang diharapkan pelanggan dan mitra kami, atau di mana kami tidak melihat jalan menuju kinerja keuangan yang baik."
Starbucks mengatakan pekerjaan di AS yang akan dipangkas yakni, dari bagian staf. Pada bulan Juli, jaringan kedai kopi Starbucks melaporkan penurunan penjualan kuartalan keenam berturut-turut di toko-toko yang telah buka setidaknya satu tahun di AS - pasar terbesarnya dan paling penting.
Saham perusahaan mengalami pelemahan lebih dari 8% sepanjang tahun ini. Sementara itu Niccol bergabung dengan Starbucks sebagai kepala eksekutif tahun lalu, setelah enam tahun memimpin Chipotle Mexican Grill. Selama masa jabatannya di sana, jaringan burrito cepat saji tersebut hampir menggandakan penjualannya.
"Ini adalah tindakan signifikan yang kami pahami akan berdampak pada mitra dan pelanggan," kata CEO Brian Niccol, meskipun perusahaan mengatakan masih "di jalur" ekspansi untuk membuka 80 gerai baru di Inggris.
"Sementara itu bisnis EMEA (Eropa, Timur Tengah, dan Afrika) berada di jalur untuk memenuhi komitmennya membuka 80 toko baru di Inggris dan 150 di seluruh EMEA pada tahun keuangan ini, beberapa toko di Inggris, Swiss, dan Austria akan ditutup sebagai akibat dari peninjauan portofolio ini," kata Starbucks.
Baca Juga: Puluhan Ribu Barista Starbucks Ancam Mogok Kerja, Ini Masalahnya
Niccol dalam sebuah surat kepada karyawan mengatakan, bahwa toko-toko yang bakal ditutup "tidak mampu menciptakan lingkungan fisik yang diharapkan pelanggan dan mitra kami, atau di mana kami tidak melihat jalan menuju kinerja keuangan yang baik."
Starbucks mengatakan pekerjaan di AS yang akan dipangkas yakni, dari bagian staf. Pada bulan Juli, jaringan kedai kopi Starbucks melaporkan penurunan penjualan kuartalan keenam berturut-turut di toko-toko yang telah buka setidaknya satu tahun di AS - pasar terbesarnya dan paling penting.
Saham perusahaan mengalami pelemahan lebih dari 8% sepanjang tahun ini. Sementara itu Niccol bergabung dengan Starbucks sebagai kepala eksekutif tahun lalu, setelah enam tahun memimpin Chipotle Mexican Grill. Selama masa jabatannya di sana, jaringan burrito cepat saji tersebut hampir menggandakan penjualannya.
(akr)
Lihat Juga :