Kantongi Patriot Bond Rp50 Triliun, Danantara Tender Proyek Pengelola Sampah Oktober Ini
Rabu, 01 Oktober 2025 - 21:54 WIB
loading...
CEO Danantara Rosan Roeslani. FOTO/Tangguh Yudha
A
A
A
JAKARTA - Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) mengumumkan Patriot Bond senilai Rp50 triliun telah ludes terjual (fully subscribed). Dana hasil penerbitan obligasi tersebut akan segera difokuskan untuk pendanaan proyek-proyek energi bersih, khususnya pengolahan sampah menjadi energi (waste-to-energy) dan energi baru terbarukan (EBT).
CEO Danantara, Rosan Roeslani, memastikan bahwa pencapaian target penjualan obligasi ini akan langsung ditindaklanjuti dengan pelaksanaan tender proyek. Ia menyebut proses tender proyek waste-to-energy ditargetkan akan dimulai pada akhir bulan ini.
"Patriot Bond, alhamdulillah, sesuai dengan target sebesar Rp50 triliun fully subscribe, dan dana itu akan kita pergunakan untuk waste-to-energy," ujar Rosan saat ditemui di Jakarta, Rabu (1/10/2025).
Baca Juga: Santainya Menkeu Purbaya Makan di Warung Kaki Lima usai Rapat Danantara
Rosan menambahkan, dana hasil penerbitan obligasi tersebut kini telah terkumpul penuh dan siap digunakan. Kesiapan dana ini menjadi modal awal bagi Danantara untuk mempercepat realisasi proyek-proyek strategis di sektor energi bersih.
"Dananya juga siap, sudah beres, masuk. Kemudian waste-to-energy kita launching, jadi harapannya pada akhir Oktober ini kita akan mulai proses tendernya untuk waste-to-energy," lanjutnya.
Baca Juga: Purbaya Duga Danantara Tekan Kemenkeu lewat DPR Terkait Dana Investasi
Saat dikonfirmasi mengenai detail investor, termasuk dugaan keterlibatan 46 perusahaan konglomerasi dalam pembelian Patriot Bond, Rosan enggan merinci. Ia hanya menegaskan bahwa fokus utama Danantara adalah pemanfaatan dana Rp50 triliun tersebut. "Pokoknya dananya sudah full tercapai Rp50 triliun. Fokus untuk waste-to-energy dan juga energi baru terbarukan untuk proyek-proyek itu," pungkasnya.
CEO Danantara, Rosan Roeslani, memastikan bahwa pencapaian target penjualan obligasi ini akan langsung ditindaklanjuti dengan pelaksanaan tender proyek. Ia menyebut proses tender proyek waste-to-energy ditargetkan akan dimulai pada akhir bulan ini.
"Patriot Bond, alhamdulillah, sesuai dengan target sebesar Rp50 triliun fully subscribe, dan dana itu akan kita pergunakan untuk waste-to-energy," ujar Rosan saat ditemui di Jakarta, Rabu (1/10/2025).
Baca Juga: Santainya Menkeu Purbaya Makan di Warung Kaki Lima usai Rapat Danantara
Rosan menambahkan, dana hasil penerbitan obligasi tersebut kini telah terkumpul penuh dan siap digunakan. Kesiapan dana ini menjadi modal awal bagi Danantara untuk mempercepat realisasi proyek-proyek strategis di sektor energi bersih.
"Dananya juga siap, sudah beres, masuk. Kemudian waste-to-energy kita launching, jadi harapannya pada akhir Oktober ini kita akan mulai proses tendernya untuk waste-to-energy," lanjutnya.
Baca Juga: Purbaya Duga Danantara Tekan Kemenkeu lewat DPR Terkait Dana Investasi
Saat dikonfirmasi mengenai detail investor, termasuk dugaan keterlibatan 46 perusahaan konglomerasi dalam pembelian Patriot Bond, Rosan enggan merinci. Ia hanya menegaskan bahwa fokus utama Danantara adalah pemanfaatan dana Rp50 triliun tersebut. "Pokoknya dananya sudah full tercapai Rp50 triliun. Fokus untuk waste-to-energy dan juga energi baru terbarukan untuk proyek-proyek itu," pungkasnya.
(nng)
Lihat Juga :