40 Bandara Internasional Baru Ditetapkan, Penumpang Pesawat Naik Jadi 1,92 Juta
Kamis, 02 Oktober 2025 - 07:59 WIB
loading...
BPS mencatat perkembangan angkutan penumpang pada Agustus 2025 mengalami penurunan secara bulanan (month-to-month/m-to-m) di hampir semua moda transportasi, kecuali angkutan udara internasional yang justru meningkat. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat perkembangan angkutan penumpang pada Agustus 2025 mengalami penurunan secara bulanan (month-to-month/m-to-m) di hampir semua moda transportasi , kecuali angkutan udara internasional yang justru meningkat.
Deputi Bidang Statistik Produksi BPS, M Habibullah mengatakan, pada angkutan udara domestik, jumlah penumpang tercatat 5,10 juta orang, turun 6,66% dibanding Juli 2025 dan turun 8,45% dibanding Agustus 2024.
Sementara itu, ia memaparkan, jumlah penumpang angkutan udara internasional naik menjadi 1,92 juta orang, meningkat 5,19% m-to-m dan tumbuh 7,22% secara tahunan (year-on-year/y-on-y). Baca Juga: Kemenhub Tetapkan 40 Bandara Internasional Baru, Ini Daftarnya
"Peningkatan jumlah penumpang pada moda angkutan udara internasional salah satunya disebabkan oleh penambahan rute penerbangan internasional," ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (1/10/2025).
Sebelumnya Kementerian Perhubungan ( Kemenhub ) melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara menetapkan 36 (tiga puluh enam) bandar udara umum sebagai bandar udara internasional , dan menetapkan 3 bandara khusus sebagai bandara internasional. Ditambah serta menetapkan 1 Bandara Bersujud yang dikelola oleh Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) sebagai Bandar Udara Internasional.
Berdasarkan lima bandara utama, penurunan penumpang udara domestik terlihat di Soekarno-Hatta, yang hanya mencatat 1,4 juta orang, menurun dibanding bulan sebelumnya. Sementara untuk penerbangan internasional, Bandara Soekarno-Hatta masih mendominasi dengan 814 ribu penumpang.
Di sisi lain moda transportasi laut juga mencatat penurunan. Angkutan laut domestik melayani 2,50 juta penumpang, anjlok 15,52 persen dibanding Juli 2025, meski naik 13,06 persen dibanding Agustus 2024. Baca Juga: Status Bandara Internasional Bakal Dicabut jika 2 Tahun Tak Produktif
Sementara itu, angkutan kereta api mencatat 45,58 juta penumpang, turun 9,02% m-to-m namun naik 5,38 persen secara tahunan. Pada Bulan Agustus total penumpang Kereta Api sebanyak 45,58 juta, sedangkan Juli masih berada di angka 50,11 juta orang.
Sedangkan angkutan sungai, danau, dan penyeberangan (ASDP) tercatat 4,09 juta penumpang, turun 7,72 %m-to-m, tetapi tumbuh 7,59%dibanding periode sama tahun lalu.
Deputi Bidang Statistik Produksi BPS, M Habibullah mengatakan, pada angkutan udara domestik, jumlah penumpang tercatat 5,10 juta orang, turun 6,66% dibanding Juli 2025 dan turun 8,45% dibanding Agustus 2024.
Sementara itu, ia memaparkan, jumlah penumpang angkutan udara internasional naik menjadi 1,92 juta orang, meningkat 5,19% m-to-m dan tumbuh 7,22% secara tahunan (year-on-year/y-on-y). Baca Juga: Kemenhub Tetapkan 40 Bandara Internasional Baru, Ini Daftarnya
"Peningkatan jumlah penumpang pada moda angkutan udara internasional salah satunya disebabkan oleh penambahan rute penerbangan internasional," ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (1/10/2025).
Sebelumnya Kementerian Perhubungan ( Kemenhub ) melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara menetapkan 36 (tiga puluh enam) bandar udara umum sebagai bandar udara internasional , dan menetapkan 3 bandara khusus sebagai bandara internasional. Ditambah serta menetapkan 1 Bandara Bersujud yang dikelola oleh Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) sebagai Bandar Udara Internasional.
Berdasarkan lima bandara utama, penurunan penumpang udara domestik terlihat di Soekarno-Hatta, yang hanya mencatat 1,4 juta orang, menurun dibanding bulan sebelumnya. Sementara untuk penerbangan internasional, Bandara Soekarno-Hatta masih mendominasi dengan 814 ribu penumpang.
Di sisi lain moda transportasi laut juga mencatat penurunan. Angkutan laut domestik melayani 2,50 juta penumpang, anjlok 15,52 persen dibanding Juli 2025, meski naik 13,06 persen dibanding Agustus 2024. Baca Juga: Status Bandara Internasional Bakal Dicabut jika 2 Tahun Tak Produktif
Sementara itu, angkutan kereta api mencatat 45,58 juta penumpang, turun 9,02% m-to-m namun naik 5,38 persen secara tahunan. Pada Bulan Agustus total penumpang Kereta Api sebanyak 45,58 juta, sedangkan Juli masih berada di angka 50,11 juta orang.
Sedangkan angkutan sungai, danau, dan penyeberangan (ASDP) tercatat 4,09 juta penumpang, turun 7,72 %m-to-m, tetapi tumbuh 7,59%dibanding periode sama tahun lalu.
(akr)
Lihat Juga :