Bocor 46 Nama Konglomerat Pembeli Patriot Bond Keluaran BPI Danantara, Asli?
Kamis, 02 Oktober 2025 - 13:13 WIB
loading...
A
A
A
BPI Danantara menyebut, instrumen ini akan diterbitkan melalui skema private placement senilai puluhan triliun rupiah kepada para pebisnis terkemuka.
Baca Juga: Danantara: Orange Bonds PNM Rp16 Triliun Upaya Bangun Sistem Keuangan Inklusif
Lembaga ini merupakan lembaga pemeringkat kredit internasional yang memberikan opini prospektif mengenai kemampuan entitas, baik perusahaan ataupun pemerintahan, dalam memenuhi komitmen keuangan. Fitch pun masuk dalam tiga besar lembaga pemeringkat internasional bersama Moody's dan S&P.
Adapun peringkat yang diberikan lembaga-lembaga tersebut akan membantu investor membuat keputusan investasi yang lebih baik. Berdasarkan dokumen yang diunggah Danantara Indonesia melalui laman Linkedin resminya, peringkat AAA diperoleh usai tim Fitch melontarkan berbagai pertanyaan untuk menguji para bos tertinggi Danantara.
"Kami adalah entitas yang baru beroperasi, bahkan belum berusia satu tahun. Kami belum memiliki rekam jejak investasi sebelumnya. Obligasi patriotik senilai Rp50 triliun ini akan menjadi obligasi pertama yang kami terbitkan," demikian pernyataan manajemen Danantara dalam dokumen resminya.
2. Prajogo Pangestu (Barito),
3. Sugianto Kusuma (Agung Sedayu & Erajaya),
4. Franky Widjaja (Sinar Mas),
5. Boy Thohir & Edwin Soeryadjaya (Adaro & Saratoga),
6. Budi Hartono (Djarum), dan
7. Low Tuck Kwong (Bayan Resources).
8. Tommy Winata (Artha Graha) sebesar Rp1.6 triliun
9. James Riady (Lippo) sebesar Rp1,5 triliun
10. Hilmi Panigoro (Amman Mineral) sebesar Rp1.5 triliun
11. Gunawan Lim (Harita) sebesar Rp1,5 triliun
12. Eddy Sariaatmadja (Emtek Group) sebesar Rp1,5 triliun
13. Sukanto Tanoto (RGE Group) sebesar Rp1,5 triliun.
2. Prajogo Pangestu (Barito)
3. Sugianto Kusuma (Agung Sedayu & Erajaya)
4. Franky Widjaja (Sinar Mas)
5. Boy Thohir, Edwin Soeryadjaya (Adaro & Saratoga)
6. James Riady (Lippo)
7. Tommy Winata (Artha Graha)
8. Dato Tahir (Mayapada)
9. Budi Hartono (Djarum)
10. Hilmi Panigoro (Amman Mineral)
11. Gunawan Lim (Harita)
12. Martua Sitorus (KPN)
13. Martias (First Resources)
14. Prijono Sugiarto (Astra)
15. Peter Sondakh (Rajawali Corpora)
16. Eddy Sugianto (Mandiri Coal)
17. Eddy Sariaatmadja (Emtek Group)
18. Kiki Barki (Harum Energy)
19. Bachtiar Karim (Musim Mas)
20. William Katuari (Wings)
21. Low Tuck Kwong (Bayan Resources)
22. Arif Rachmat (Triputra)
23. Harun Hajadi (Ciputra Group)
24. Sukanto Tanoto (RGE Group)
25. Djoko Susanto (Alfa Group)
26. Alexander Tedja (Pakuwon Group)
27. Nurhayati Subakat (Paragon)
28. Putra Sampoerna (Sampoerna Agro)
29. Mucki Tan (Rodamas Group)
30. Renaldo Santosa (Japfa)
31. Jogi Hendra Atmadja (Mayora)
32. Soetjipto Nagaria (Summarecon)
33. Haryanto Adikoesoemo (AKR)
34. Widarto Oey (Sungai Budi Group)
35. Sjamsul Nursalim (Gajah Tunggal/MAP)
36. Soedomo Mergonoto (Kapal Api Group)
37. Chandy Kusuma (FKS Group)
38. Arsjad Rasyid (Indika Energy)
39. Kuncoro Wibowo (Kawan Lama Group)
40. Husodo Angkosubroto (Gunung Sewu)
41. Sudhamek (Garudafood)
42. Muki Hamami (Trakindo Group)
43. Chearavanont (Charoen Pokphand)
44. Handojo S. Muljadi (Tempo Scan Pacific)
45. Marcel Menaro (Meratus Line)
46. Rukun Rahardja Group (Rukun Rahardja Group).
Kantongi Peringkat AAA dari Fitch
PT Danantara Investment Management mendapatkan peringkat AAA (idn) dari Fitch Ratings Indonesia. Peringkat utang ini diperoleh ditengah rencana lembaga ini menerbitkan Patriot Bond senilai Rp 50 triliun. Peringkat AAA merupakan yang tertinggi dari sebelas peringkat yang diurutkan oleh Fitch Ratings.Baca Juga: Danantara: Orange Bonds PNM Rp16 Triliun Upaya Bangun Sistem Keuangan Inklusif
Lembaga ini merupakan lembaga pemeringkat kredit internasional yang memberikan opini prospektif mengenai kemampuan entitas, baik perusahaan ataupun pemerintahan, dalam memenuhi komitmen keuangan. Fitch pun masuk dalam tiga besar lembaga pemeringkat internasional bersama Moody's dan S&P.
Adapun peringkat yang diberikan lembaga-lembaga tersebut akan membantu investor membuat keputusan investasi yang lebih baik. Berdasarkan dokumen yang diunggah Danantara Indonesia melalui laman Linkedin resminya, peringkat AAA diperoleh usai tim Fitch melontarkan berbagai pertanyaan untuk menguji para bos tertinggi Danantara.
"Kami adalah entitas yang baru beroperasi, bahkan belum berusia satu tahun. Kami belum memiliki rekam jejak investasi sebelumnya. Obligasi patriotik senilai Rp50 triliun ini akan menjadi obligasi pertama yang kami terbitkan," demikian pernyataan manajemen Danantara dalam dokumen resminya.
Daftar Pembeli TerbesarPatriot Bond Keluaran BPI Danantara
1. Antony Salim (Salim & DCI),2. Prajogo Pangestu (Barito),
3. Sugianto Kusuma (Agung Sedayu & Erajaya),
4. Franky Widjaja (Sinar Mas),
5. Boy Thohir & Edwin Soeryadjaya (Adaro & Saratoga),
6. Budi Hartono (Djarum), dan
7. Low Tuck Kwong (Bayan Resources).
8. Tommy Winata (Artha Graha) sebesar Rp1.6 triliun
9. James Riady (Lippo) sebesar Rp1,5 triliun
10. Hilmi Panigoro (Amman Mineral) sebesar Rp1.5 triliun
11. Gunawan Lim (Harita) sebesar Rp1,5 triliun
12. Eddy Sariaatmadja (Emtek Group) sebesar Rp1,5 triliun
13. Sukanto Tanoto (RGE Group) sebesar Rp1,5 triliun.
Daftar Lengkap 46 Konglomerat Pemilik Patriot Bond Keluaran BPI Danantara:
1. Antony Salim (Salim & DCI)2. Prajogo Pangestu (Barito)
3. Sugianto Kusuma (Agung Sedayu & Erajaya)
4. Franky Widjaja (Sinar Mas)
5. Boy Thohir, Edwin Soeryadjaya (Adaro & Saratoga)
6. James Riady (Lippo)
7. Tommy Winata (Artha Graha)
8. Dato Tahir (Mayapada)
9. Budi Hartono (Djarum)
10. Hilmi Panigoro (Amman Mineral)
11. Gunawan Lim (Harita)
12. Martua Sitorus (KPN)
13. Martias (First Resources)
14. Prijono Sugiarto (Astra)
15. Peter Sondakh (Rajawali Corpora)
16. Eddy Sugianto (Mandiri Coal)
17. Eddy Sariaatmadja (Emtek Group)
18. Kiki Barki (Harum Energy)
19. Bachtiar Karim (Musim Mas)
20. William Katuari (Wings)
21. Low Tuck Kwong (Bayan Resources)
22. Arif Rachmat (Triputra)
23. Harun Hajadi (Ciputra Group)
24. Sukanto Tanoto (RGE Group)
25. Djoko Susanto (Alfa Group)
26. Alexander Tedja (Pakuwon Group)
27. Nurhayati Subakat (Paragon)
28. Putra Sampoerna (Sampoerna Agro)
29. Mucki Tan (Rodamas Group)
30. Renaldo Santosa (Japfa)
31. Jogi Hendra Atmadja (Mayora)
32. Soetjipto Nagaria (Summarecon)
33. Haryanto Adikoesoemo (AKR)
34. Widarto Oey (Sungai Budi Group)
35. Sjamsul Nursalim (Gajah Tunggal/MAP)
36. Soedomo Mergonoto (Kapal Api Group)
37. Chandy Kusuma (FKS Group)
38. Arsjad Rasyid (Indika Energy)
39. Kuncoro Wibowo (Kawan Lama Group)
40. Husodo Angkosubroto (Gunung Sewu)
41. Sudhamek (Garudafood)
42. Muki Hamami (Trakindo Group)
43. Chearavanont (Charoen Pokphand)
44. Handojo S. Muljadi (Tempo Scan Pacific)
45. Marcel Menaro (Meratus Line)
46. Rukun Rahardja Group (Rukun Rahardja Group).
(akr)
Lihat Juga :