LG Kelola Seluruh Rantai Nilai, Siap Dorong Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
Jum'at, 03 Oktober 2025 - 15:12 WIB
loading...
A
A
A
Pangsa sektor manufaktur terhadap PDB telah turun dari 32% pada 2002 menjadi hanya 19% pada 2024. Penurunan ini mencerminkan meningkatnya tekanan deindustrialisasi, hilangnya lapangan kerja, serta erosi bertahap kelas menengah. Tanpa adanya intervensi, tren ini berisiko melemahkan daya saing ekonomi sekaligus merusak tatanan sosial yang selama ini ditopang oleh basis industri yang kuat.
Oleh karena itu, untuk menjaga pertumbuhan ekonomi, pemerintah harus mengidentifikasi sumber pendapatan baru bagi sektor manufaktur. Sejalan dengan upaya tersebut, Kementerian Perindustrian telah meluncurkan Peta Jalan Jasa Industri Tahun 2025–2045 yang dirancang untuk meningkatkan kontribusi sektor manufaktur terhadap pembangunan ekonomi nasional.
Peta jalan tersebut menetapkan empat prioritas utama. Pertama, meningkatkan pangsa jasa industri dalam perekonomian hingga mencapai 6,04% pada tahun 2045. Kedua, memastikan pertumbuhan jasa industri yang melampaui laju pertumbuhan PDB nasional. Ketiga, memperluas pangsa pasar domestik sekaligus memperkuat industri penunjang lokal. Keempat, menambah jumlah tenaga kerja jasa industri bersertifikat yang memiliki keterampilan sesuai kebutuhan masa depan. Baca juga: 3 Jurus Pamungkas LG, Targetkan Dominasi di Hotel, Sekolah, dan Perkantoran
Melalui langkah-langkah tersebut, dunia usaha dapat membantu memastikan transformasi industri Indonesia berlangsung kompetitif, inklusif, berorientasi masa depan, dan ramah lingkungan. Menyadari hal ini, LG menunjukkan bagaimana perusahaan, terutama perusahaan multinasional, dapat berkontribusi pada masa depan industri Indonesia. Pendekatannya memadukan kekuatan manufaktur lokal, alih teknologi, dan program keberlanjutan yang secara langsung menjawab prioritas nasional.
”Kami telah membangun basis produksi yang kuat dengan dua pabrik yang berlokasi di Cibitung dan Legok. Bersama, kedua fasilitas ini meningkatkan kapasitas produksi, menciptakan lapangan kerja tambahan, mengembangkan jaringan pemasok, dan memperkuat posisi Indonesia dalam rantai nilai global,” jelasnya.
Oleh karena itu, untuk menjaga pertumbuhan ekonomi, pemerintah harus mengidentifikasi sumber pendapatan baru bagi sektor manufaktur. Sejalan dengan upaya tersebut, Kementerian Perindustrian telah meluncurkan Peta Jalan Jasa Industri Tahun 2025–2045 yang dirancang untuk meningkatkan kontribusi sektor manufaktur terhadap pembangunan ekonomi nasional.
Peta jalan tersebut menetapkan empat prioritas utama. Pertama, meningkatkan pangsa jasa industri dalam perekonomian hingga mencapai 6,04% pada tahun 2045. Kedua, memastikan pertumbuhan jasa industri yang melampaui laju pertumbuhan PDB nasional. Ketiga, memperluas pangsa pasar domestik sekaligus memperkuat industri penunjang lokal. Keempat, menambah jumlah tenaga kerja jasa industri bersertifikat yang memiliki keterampilan sesuai kebutuhan masa depan. Baca juga: 3 Jurus Pamungkas LG, Targetkan Dominasi di Hotel, Sekolah, dan Perkantoran
Melalui langkah-langkah tersebut, dunia usaha dapat membantu memastikan transformasi industri Indonesia berlangsung kompetitif, inklusif, berorientasi masa depan, dan ramah lingkungan. Menyadari hal ini, LG menunjukkan bagaimana perusahaan, terutama perusahaan multinasional, dapat berkontribusi pada masa depan industri Indonesia. Pendekatannya memadukan kekuatan manufaktur lokal, alih teknologi, dan program keberlanjutan yang secara langsung menjawab prioritas nasional.
”Kami telah membangun basis produksi yang kuat dengan dua pabrik yang berlokasi di Cibitung dan Legok. Bersama, kedua fasilitas ini meningkatkan kapasitas produksi, menciptakan lapangan kerja tambahan, mengembangkan jaringan pemasok, dan memperkuat posisi Indonesia dalam rantai nilai global,” jelasnya.
(poe)
Lihat Juga :