Purbaya Beri Bukti Dana Rp200 Triliun Mulai Terasa Dampaknya ke Ekonomi
Rabu, 08 Oktober 2025 - 07:54 WIB
loading...
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan kebijakan penempatan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank milik negara (Himbara) mulai terasa dampaknya terhadap ekonomi nasional. Penyaluran dana tersebut berjalan lancar dan sebagian besar telah terealisasi sesuai rencana.
"Kayaknya kalau saya ke Mandiri, mereka nggak bingung. Hanya memang pencairannya dilakukan bertahap karena pinjaman itu ada jadwalnya. Tapi semuanya sudah dialokasikan, jadi nggak ada masalah," ujar Purbaya di Jakarta, Selasa (7/10).
Baca Juga: Purbaya Diprotes Gubernur Se-Indonesia usai Sunat Transfer ke Daerah: Minta Semuanya Ditanggung
Ia mencontohkan, Bank Mandiri telah merealisasikan 63 persen dana yang ditempatkan pemerintah, sementara sisanya masih dalam proses pencairan sesuai jadwal proyek. Menurutnya, permintaan pembiayaan dari masyarakat dan dunia usaha juga mulai meningkat, menandakan ekonomi domestik mulai bergerak lebih cepat.
"Demand-nya kelihatan mulai naik. Di Mandiri misalnya, pertumbuhan kredit sudah hampir 11%, naik dari 8% sebelumnya. Itu sinyal awal bahwa kebijakan Rp200 triliun ini mulai berdampak positif ke ekonomi," jelasnya.
Purbaya optimistis efek kebijakan tersebut akan semakin besar dalam beberapa bulan ke depan seiring meningkatnya aktivitas pembiayaan produktif. Ia juga menyebut akan memperluas penempatan dana ke pemerintah daerah dan bank pembangunan daerah (BPD), termasuk Bank Jakarta, guna mempercepat pertumbuhan ekonomi di daerah.
"Saya pikir ke depan dampaknya akan lebih signifikan. Saya juga akan tambah ke Pemda dan bank lain, supaya efeknya makin luas," katanya.
Baca Juga: Awasi Dana Rp200 Triliun di Bank Himbara, Purbaya: Jangan Beli Dolar!
Lebih lanjut, Purbaya menegaskan bahwa penempatan dana di Bank DKI bukan bentuk keberpihakan khusus terhadap Jakarta, melainkan karena daerah tersebut dinilai paling siap menjalankan program ekonomi produktif. "Kalau DKI siap mempercepat pembangunan, saya dukung. Tapi kalau daerah lain juga siap, saya akan datang dan bantu mereka juga," ujar dia.
"Kayaknya kalau saya ke Mandiri, mereka nggak bingung. Hanya memang pencairannya dilakukan bertahap karena pinjaman itu ada jadwalnya. Tapi semuanya sudah dialokasikan, jadi nggak ada masalah," ujar Purbaya di Jakarta, Selasa (7/10).
Baca Juga: Purbaya Diprotes Gubernur Se-Indonesia usai Sunat Transfer ke Daerah: Minta Semuanya Ditanggung
Ia mencontohkan, Bank Mandiri telah merealisasikan 63 persen dana yang ditempatkan pemerintah, sementara sisanya masih dalam proses pencairan sesuai jadwal proyek. Menurutnya, permintaan pembiayaan dari masyarakat dan dunia usaha juga mulai meningkat, menandakan ekonomi domestik mulai bergerak lebih cepat.
"Demand-nya kelihatan mulai naik. Di Mandiri misalnya, pertumbuhan kredit sudah hampir 11%, naik dari 8% sebelumnya. Itu sinyal awal bahwa kebijakan Rp200 triliun ini mulai berdampak positif ke ekonomi," jelasnya.
Purbaya optimistis efek kebijakan tersebut akan semakin besar dalam beberapa bulan ke depan seiring meningkatnya aktivitas pembiayaan produktif. Ia juga menyebut akan memperluas penempatan dana ke pemerintah daerah dan bank pembangunan daerah (BPD), termasuk Bank Jakarta, guna mempercepat pertumbuhan ekonomi di daerah.
"Saya pikir ke depan dampaknya akan lebih signifikan. Saya juga akan tambah ke Pemda dan bank lain, supaya efeknya makin luas," katanya.
Baca Juga: Awasi Dana Rp200 Triliun di Bank Himbara, Purbaya: Jangan Beli Dolar!
Lebih lanjut, Purbaya menegaskan bahwa penempatan dana di Bank DKI bukan bentuk keberpihakan khusus terhadap Jakarta, melainkan karena daerah tersebut dinilai paling siap menjalankan program ekonomi produktif. "Kalau DKI siap mempercepat pembangunan, saya dukung. Tapi kalau daerah lain juga siap, saya akan datang dan bantu mereka juga," ujar dia.
(nng)
Lihat Juga :