Indonesia Butuh Rp3.500 Triliun Danai Mitigasi Perubahan Iklim, APBN Hanya Sanggup 15%

Rabu, 08 Oktober 2025 - 14:14 WIB
loading...
Indonesia Butuh Rp3.500...
Annual Members Gathering 2025 yang diselenggarakan oleh UN Global Compact Network Indonesia (IGCN), di Jakarta. FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Arif Havas Oegroseno, menegaskan bahwa pendanaan (financing) merupakan isu krusial dan tak terpisahkan dalam upaya global mengatasi perubahan iklim (climate change). Khusus Indonesia, kebutuhan dana untuk mitigasi dan adaptasi perubahan iklim diproyeksikan mencapai angka fantastis, yakni setara Rp3.500 triliun.

Pernyataan tersebut disampaikan Havas dalam pidato utamanya di acara Annual Members Gathering 2025 yang diselenggarakan oleh UN Global Compact Network Indonesia (IGCN), di Jakarta. Acara bertema "Delivering Impact and Shaping the Future Together" tersebut digelar dalam momentum peringatan 80 tahun Kemerdekaan RI, 80 tahun berdirinya PBB, dan 25 tahun peluncuran UN Global Compact.

Menurut Havas, proyeksi kebutuhan dana mitigasi perubahan iklim tersebut mencapai USD28 miliar atau sekitar Rp3.500 triliun. Namun, kemampuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk menutup kebutuhan tersebut hanya sanggup sebesar 15 persen.

"Sisanya? Tentu kita berusaha mencari dari sumber-sumber dana lainnya, termasuk dana multilateral, pendanaan sektor swasta (private sector funding), pinjaman, donor, dan lainnya," ujar Havas di Jakarta, Rabu (8/10).

Baca Juga: BMKG Ingatkan Ancaman Krisis Pangan di Tahun 2050 Akibat Perubahan Iklim

Ia menekankan bahwa Indonesia harus memimpin melalui contoh dalam elemen pendanaan dan efisiensi, serta aktif secara kreatif melibatkan berbagai sektor untuk mencari kemungkinan-kemungkinan baru terkait pendanaan ramah lingkungan atau ecofinancing.

Senada, Koordinator Residen PBB di Indonesia, Gita Sabharwal, menekankan pentingnya solidaritas global dan kemitraan publik–swasta. Ia menyebut, waktu untuk perubahan bertahap sudah berlalu.

"Kini saatnya kita bertindak berani dan berinvestasi dengan bijak untuk menjadikan keberlanjutan sebagai keunggulan strategis bagi sektor swasta Indonesia dan masyarakatnya," tegasnya.

Baca Juga: Hashim Tegaskan Komitmen Pemerintahan Prabowo Atasi Perubahan Iklim

PBB, lanjut Gita, berkomitmen mendukung IGCN melalui mobilisasi pembiayaan inovatif, seperti obligasi SDG korporasi (corporate SDG bonds), obligasi biru (blue bonds), dan sukuk hijau (green sukuk), agar investasi berkelanjutan dapat memperkuat pembangunan nasional sekaligus kinerja bisnis perusahaan.

Di sisi lain, Deputi Bidang Pangan, Sumber Daya Alam, dan Lingkungan Hidup Kementerian PPN/Bappenas, Leonardo A. A. Teguh Sambodo, menegaskan keberlanjutan adalah kunci masa depan Indonesia Emas 2045.

"Pemerintah mendorong perwujudan ekonomi hijau (green economy) dan ekonomi sirkular (circular economy) menjadi mesinnya. Namun kompas dan mesin hanya bermakna jika dijalankan bersama: pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat harus seiring," jelasnya.

Presiden IGCN, Y.W. Junardy, dalam sambutannya mengajak perusahaan-perusahaan untuk memperkuat komitmen terhadap Sepuluh Prinsip UN Global Compact, yang mencakup Hak Asasi Manusia, Ketenagakerjaan, Lingkungan, dan Anti-Korupsi serta menanamkan nilai kemanusiaan, lingkungan, dan integritas dalam setiap langkah bisnis.

"Melalui UN Global Compact Network Indonesia, kami mengajak perusahaan agar bisnis tidak hanya tumbuh, tetapi juga memberi dampak nyata bagi manusia dan alam," pungkasnya.

(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Panda Bond Akan Manfaatkan...
Panda Bond Akan Manfaatkan Skema LCT, Bisa Tambah Cadev USD50 Miliar
Purbaya soal Anggaran...
Purbaya soal Anggaran MBG: Saya Maunya Nol, Tapi Nggak Bisa Kan
Daya Saing Indonesia...
Daya Saing Indonesia Turun ke Peringkat 48 Dunia, Kalah dari Malaysia dan Vietnam
Bukan Utang, Purbaya...
Bukan Utang, Purbaya Tegaskan Pendanaan AIIB Rp303 Triliun Murni Investasi
Penerbitan Panda Bond...
Penerbitan Panda Bond Mundur ke Akhir Juli, Purbaya Incar Likuiditas Jumbo
Purbaya Buka Peluang...
Purbaya Buka Peluang Kerek Dana Transfer ke Daerah di 2027 hingga Rp90 Triliun
PBB Ungkap Israel Bunuh...
PBB Ungkap Israel Bunuh Lebih dari 20.000 Anak Palestina
BNPP Perkuat Pengawasan...
BNPP Perkuat Pengawasan Perbatasan RI-Timor Leste via Survei Pengendalian Jalur Tak Resmi di Belu
Piala Dunia 2026 dan...
Piala Dunia 2026 dan Bayang-bayang Jet Pribadi Infantino
Rekomendasi
Harapan Pramono Anung...
Harapan Pramono Anung di HUT ke-499 Jakarta: Warga Hidupnya Nyaman, Gampang, Bahagia, dan Mudah
Penasihat Mojtaba Khamenei:...
Penasihat Mojtaba Khamenei: Iran Akan Selalu Cepat dan Tegas Setiap Serangan AS
Perkuat Eksistensi di...
Perkuat Eksistensi di Jakarta Fair 2026 Lewat Konsep Sports Market Terbaru
Berita Terkini
Galon Guna Ulang Berizin...
Galon Guna Ulang Berizin Edar BPOM dan Ber-SNI Dipastikan Aman Dipakai
Transisi Net Zero Ubah...
Transisi Net Zero Ubah Peran CFO Menjadi Penggerak Transformasi Bisnis
Jalur Hormuz Mulai Stabil,...
Jalur Hormuz Mulai Stabil, Saudi Aramco Kembali Ekspor Minyak setelah Mandek 4 Bulan
MEKAR Kembangkan Ekosistem...
MEKAR Kembangkan Ekosistem Pembiayaan Produktif
Raih Penghargaan Infobank,...
Raih Penghargaan Infobank, MNC Guna Usaha Indonesia Catat Kinerja Unggul Selama 10 Tahun Berturut-turut
Raih Penghargaan Infobank,...
Raih Penghargaan Infobank, MNC Finance Catat Kinerja Terbaik Selama Lima Tahun Berturut-turut
Infografis
Bill Gates Sumbang Rp2,6...
Bill Gates Sumbang Rp2,6 Triliun tapi Minta Uji Vaksin di Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved