Pertamina Patra Niaga Pastikan BBM Pertalite Tak Dicampur Etanol
Rabu, 08 Oktober 2025 - 14:44 WIB
loading...
Pertamina menegaskan BBM Pertalite tidak mengandung etanol. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Pertamina Patra Niaga menegaskan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite (RON 90) yang beredar di seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Pertamina tidak mengandung campuran etanol. Penegasan ini disampaikan untuk meluruskan informasi yang beredar di media sosial mengenai dugaan pencampuran etanol dalam produk Pertalite.
Pj. Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, mengatakan Pertalite merupakan produk bensin RON 90 yang dihasilkan dari pencampuran komponen hidrokarbon eks kilang atau gasoline base, bukan dari bioetanol. Hal tersebut, kata dia, dapat dibuktikan melalui hasil uji laboratorium resmi.
"Pertamina Patra Niaga memastikan seluruh produk BBM, termasuk Pertalite, diproduksi dan didistribusikan sesuai dengan spesifikasi yang telah ditetapkan pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Tidak ada penambahan etanol dalam proses produksi maupun distribusi Pertalite," ujar Roberth dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu (8/10).
Baca Juga: Kelangkaan BBM SPBU Swasta, Komisi XII DPR Beberkan Anomali Kebijakan ESDM
Lebih lanjut, Roberth menjelaskan munculnya dugaan adanya etanol dalam Pertalite disebabkan oleh kesalahpahaman publik terhadap hasil percobaan mencampur bensin dengan air. Menurutnya, percobaan yang menampilkan dua lapisan cairan bukan bukti adanya etanol, melainkan reaksi alami antara dua zat dengan sifat kimia berbeda.
"Secara ilmiah, bensin bersifat non-polar dan tidak dapat bercampur dengan air yang bersifat polar. Lapisan yang tampak di bawah setelah dikocok merupakan air dan sedikit komponen bensin yang memang bisa larut sebagian. Fenomena ini alami dan bisa terjadi pada semua jenis bensin di dunia," jelasnya.
Pertamina Patra Niaga, lanjut Roberth, menjalankan pengawasan kualitas (quality control) yang ketat di setiap tahapan rantai pasok hingga produk diterima di SPBU. Setiap produk BBM yang dipasarkan telah melalui prosedur pengujian resmi dan terverifikasi untuk memastikan mutu serta keamanan penggunaan oleh masyarakat.
Baca Juga: Vivo Batal Beli 40.000 Barel BBM dari Pertamina, Gara-gara Tercampur Etanol 3,5%
Ia mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai atau menyebarkan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya, terutama yang bersumber dari media sosial atau pesan berantai. "Kami minta masyarakat tetap tenang dan merujuk pada informasi resmi dari Pertamina atau instansi pemerintah terkait," tutup Roberth.
Pj. Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, mengatakan Pertalite merupakan produk bensin RON 90 yang dihasilkan dari pencampuran komponen hidrokarbon eks kilang atau gasoline base, bukan dari bioetanol. Hal tersebut, kata dia, dapat dibuktikan melalui hasil uji laboratorium resmi.
"Pertamina Patra Niaga memastikan seluruh produk BBM, termasuk Pertalite, diproduksi dan didistribusikan sesuai dengan spesifikasi yang telah ditetapkan pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Tidak ada penambahan etanol dalam proses produksi maupun distribusi Pertalite," ujar Roberth dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu (8/10).
Baca Juga: Kelangkaan BBM SPBU Swasta, Komisi XII DPR Beberkan Anomali Kebijakan ESDM
Lebih lanjut, Roberth menjelaskan munculnya dugaan adanya etanol dalam Pertalite disebabkan oleh kesalahpahaman publik terhadap hasil percobaan mencampur bensin dengan air. Menurutnya, percobaan yang menampilkan dua lapisan cairan bukan bukti adanya etanol, melainkan reaksi alami antara dua zat dengan sifat kimia berbeda.
"Secara ilmiah, bensin bersifat non-polar dan tidak dapat bercampur dengan air yang bersifat polar. Lapisan yang tampak di bawah setelah dikocok merupakan air dan sedikit komponen bensin yang memang bisa larut sebagian. Fenomena ini alami dan bisa terjadi pada semua jenis bensin di dunia," jelasnya.
Pertamina Patra Niaga, lanjut Roberth, menjalankan pengawasan kualitas (quality control) yang ketat di setiap tahapan rantai pasok hingga produk diterima di SPBU. Setiap produk BBM yang dipasarkan telah melalui prosedur pengujian resmi dan terverifikasi untuk memastikan mutu serta keamanan penggunaan oleh masyarakat.
Baca Juga: Vivo Batal Beli 40.000 Barel BBM dari Pertamina, Gara-gara Tercampur Etanol 3,5%
Ia mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai atau menyebarkan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya, terutama yang bersumber dari media sosial atau pesan berantai. "Kami minta masyarakat tetap tenang dan merujuk pada informasi resmi dari Pertamina atau instansi pemerintah terkait," tutup Roberth.
(nng)
Lihat Juga :