Tol Kataraja Resmi Beroperasi, PIK 2 Siap Jadi Pusat Ekonomi Baru di Utara Jakarta
Kamis, 09 Oktober 2025 - 10:51 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Gerbang Tol Semanggi dan Slipi Ditutup Malam Ini, Jasa Marga Kebut Perbaikan
Ia menjelaskan, harga pelaksanaan rights issue PANI diperkirakan berada di kisaran Rp10.700–13.800 per saham dari harga pasar Rp15.375 per 8 Oktober 2025. Tambahan modal hasil aksi korporasi tersebut akan digunakan untuk memperkuat penyertaan saham pada PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) dan mempercepat pembangunan infrastruktur strategis, termasuk Tol Kataraja.
Yes Invest juga mencatat saham PANI masih dalam tren penguatan dengan potensi menuju level Rp23.450, selama bertahan di atas area support Rp10.875–12.850. Sebanyak delapan dari 13 sekuritas yang tercatat di Bloomberg Terminal merekomendasikan “buy” dengan target harga Rp19.000–20.000 per saham.
Christofer menegaskan, kolaborasi antara pemerintah dan swasta melalui proyek seperti Tol Kataraja menunjukkan sinergi positif antara pembangunan fisik dan kebijakan ekonomi. "Tol Kataraja menjadi cermin bagaimana pembangunan infrastruktur mampu memicu pertumbuhan ekonomi berlapis, dari efisiensi logistik hingga peningkatan daya beli masyarakat," pungkasnya.
Ia menjelaskan, harga pelaksanaan rights issue PANI diperkirakan berada di kisaran Rp10.700–13.800 per saham dari harga pasar Rp15.375 per 8 Oktober 2025. Tambahan modal hasil aksi korporasi tersebut akan digunakan untuk memperkuat penyertaan saham pada PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) dan mempercepat pembangunan infrastruktur strategis, termasuk Tol Kataraja.
Yes Invest juga mencatat saham PANI masih dalam tren penguatan dengan potensi menuju level Rp23.450, selama bertahan di atas area support Rp10.875–12.850. Sebanyak delapan dari 13 sekuritas yang tercatat di Bloomberg Terminal merekomendasikan “buy” dengan target harga Rp19.000–20.000 per saham.
Christofer menegaskan, kolaborasi antara pemerintah dan swasta melalui proyek seperti Tol Kataraja menunjukkan sinergi positif antara pembangunan fisik dan kebijakan ekonomi. "Tol Kataraja menjadi cermin bagaimana pembangunan infrastruktur mampu memicu pertumbuhan ekonomi berlapis, dari efisiensi logistik hingga peningkatan daya beli masyarakat," pungkasnya.
(nng)
Lihat Juga :