PLN EPI dan Timas Suplindo Teken LoI Bangun Pipa Gas West Natuna
Kamis, 09 Oktober 2025 - 18:38 WIB
loading...
PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) menandatangani Letter of Intent (LoI) dengan PT Timas Suplindo. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) menandatangani Letter of Intent (LoI) dengan PT Timas Suplindo untuk proyek Engineering, Procurement, Construction, and Installation (EPCI) pembangunan pipa gas West Natuna Transportation System (WNTS) menuju Pulau Pemping, Batam, Senin (6/10).
Langkah tersebut menjadi tonggak penting bagi PLN EPI dalam memperkuat keandalan pasokan gas bumi untuk sistem kelistrikan nasional, khususnya di wilayah Batam dan sekitarnya. Proyek ini juga menjadi jembatan strategis menuju transisi energi bersih berbasis gas bumi serta memperkuat ketahanan energi nasional.
Direktur Gas dan BBM PLN EPI, Erma Melina Sarahwati, mengatakan pembangunan pipa gas WNTS–Pemping merupakan bagian dari upaya perusahaan memperluas infrastruktur gas bumi nasional. “Pipa gas ini akan menjadi jembatan penting yang menghubungkan sumber gas dari Natuna ke pasar domestik. Ini proyek strategis yang akan menopang ketahanan energi nasional,” ujarnya dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis (9/10).
Baca Juga: PLN EPI Dorong Rantai Pasok Gas sebagai Pilar Transisi Energi
Erma menjelaskan, proyek ini memiliki tingkat kompleksitas tinggi karena mencakup pekerjaan teknik, pengadaan, konstruksi, dan instalasi di area laut (offshore) maupun darat (onshore). Kondisi geografis yang menantang serta integrasi dengan infrastruktur migas yang sudah ada menuntut perencanaan dan pelaksanaan yang cermat.
“Proyek ini melibatkan risiko tinggi karena lintas laut dan darat. Kami berharap seluruh proses berjalan aman, lancar, sesuai spesifikasi, dan selesai tepat waktu,” kata Erma. Ia juga mengapresiasi komitmen PT Timas Suplindo yang konsisten mengikuti proses pengadaan sejak tahap awal hingga penandatanganan LoI.
Direktur Utama PT Timas Suplindo, Sulianto Entong, menyampaikan terima kasih atas kepercayaan PLN EPI untuk melibatkan pihaknya dalam proyek strategis nasional tersebut. Ia menegaskan, Timas siap mengeksekusi pekerjaan dengan profesional, efisien, dan mengedepankan keselamatan kerja.
Baca Juga: Tumbuh 107%, PLN EPI Raih Laba Rp2,24 Triliun Sepanjang 2024
“Kami berkomitmen menjalankan proyek ini dengan standar keselamatan tertinggi. Seluruh tahapan, mulai dari rekayasa teknik hingga instalasi, akan dilakukan oleh tenaga ahli berpengalaman dan didukung peralatan serta armada instalasi milik sendiri,” ujar Sulianto. Ia menambahkan, efisiensi waktu menjadi prioritas agar proyek dapat rampung sesuai jadwal.
Tenaga Ahli Menteri ESDM Bidang Monitoring dan Evaluasi Infrastruktur Migas, Anggawira, menilai kerja sama ini merupakan bentuk nyata sinergi antara BUMN dan pelaku usaha nasional dalam memperkuat ketahanan energi, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
"Kami mengawal langsung proyek ini agar berjalan profesional, transparan, dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, terutama di Batam," katanya.
Langkah tersebut menjadi tonggak penting bagi PLN EPI dalam memperkuat keandalan pasokan gas bumi untuk sistem kelistrikan nasional, khususnya di wilayah Batam dan sekitarnya. Proyek ini juga menjadi jembatan strategis menuju transisi energi bersih berbasis gas bumi serta memperkuat ketahanan energi nasional.
Direktur Gas dan BBM PLN EPI, Erma Melina Sarahwati, mengatakan pembangunan pipa gas WNTS–Pemping merupakan bagian dari upaya perusahaan memperluas infrastruktur gas bumi nasional. “Pipa gas ini akan menjadi jembatan penting yang menghubungkan sumber gas dari Natuna ke pasar domestik. Ini proyek strategis yang akan menopang ketahanan energi nasional,” ujarnya dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis (9/10).
Baca Juga: PLN EPI Dorong Rantai Pasok Gas sebagai Pilar Transisi Energi
Erma menjelaskan, proyek ini memiliki tingkat kompleksitas tinggi karena mencakup pekerjaan teknik, pengadaan, konstruksi, dan instalasi di area laut (offshore) maupun darat (onshore). Kondisi geografis yang menantang serta integrasi dengan infrastruktur migas yang sudah ada menuntut perencanaan dan pelaksanaan yang cermat.
“Proyek ini melibatkan risiko tinggi karena lintas laut dan darat. Kami berharap seluruh proses berjalan aman, lancar, sesuai spesifikasi, dan selesai tepat waktu,” kata Erma. Ia juga mengapresiasi komitmen PT Timas Suplindo yang konsisten mengikuti proses pengadaan sejak tahap awal hingga penandatanganan LoI.
Direktur Utama PT Timas Suplindo, Sulianto Entong, menyampaikan terima kasih atas kepercayaan PLN EPI untuk melibatkan pihaknya dalam proyek strategis nasional tersebut. Ia menegaskan, Timas siap mengeksekusi pekerjaan dengan profesional, efisien, dan mengedepankan keselamatan kerja.
Baca Juga: Tumbuh 107%, PLN EPI Raih Laba Rp2,24 Triliun Sepanjang 2024
“Kami berkomitmen menjalankan proyek ini dengan standar keselamatan tertinggi. Seluruh tahapan, mulai dari rekayasa teknik hingga instalasi, akan dilakukan oleh tenaga ahli berpengalaman dan didukung peralatan serta armada instalasi milik sendiri,” ujar Sulianto. Ia menambahkan, efisiensi waktu menjadi prioritas agar proyek dapat rampung sesuai jadwal.
Tenaga Ahli Menteri ESDM Bidang Monitoring dan Evaluasi Infrastruktur Migas, Anggawira, menilai kerja sama ini merupakan bentuk nyata sinergi antara BUMN dan pelaku usaha nasional dalam memperkuat ketahanan energi, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
"Kami mengawal langsung proyek ini agar berjalan profesional, transparan, dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, terutama di Batam," katanya.
(nng)
Lihat Juga :